Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Sambangi Asmat – Wapres Gibran Tanam Pohon Cemara di Katedral Salib Suci

Barbara Miller 2 mins read 18 views

Wapres Gibran Tanam Pohon Cemara di Katedral Salib Suci Baru di Asmat Sambangi Asmat - Pada hari Minggu (21/6/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming

Sambangi Asmat – Wapres Gibran Tanam Pohon Cemara di Katedral Salib Suci

Wapres Gibran Tanam Pohon Cemara di Katedral Salib Suci Baru di Asmat

Sambangi Asmat – Pada hari Minggu (21/6/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Kabupaten Asmat, Papua Selatan, dan melaksanakan penanaman pohon cemara di sekitar Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats. Aktivitas ini dianggap sebagai bentuk simbolis dari harapan dan upaya mempercepat pengembangan infrastruktur agama di daerah tersebut.

Agenda Sebagai Bagian dari Pembangunan Inklusif

Menurut informasi dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), kegiatan ini termasuk dalam serangkaian upaya untuk memastikan fasilitas pelayanan keagamaan berjalan lancar. Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan inklusif di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal.

Ketika tiba di lokasi, Gibran langsung mendengarkan laporan dari Vallens Aji Sayekti, Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agats. Menurut Aji, bagian utama gereja telah selesai, sementara saat ini sedang fokus pada pemasangan atap serta penyelesaian interior.

Kayunya semua dari sini semua, Pak. Kayu lokal ini, Pak. Ini manual semua, Pak,” ujar Aji saat berbicara dengan Wapres Gibran di lokasi proyek.

Proyek pembangunan katedral dijalankan secara gotong royong, dengan melibatkan masyarakat sekitar. Total 35 pekerja terlibat dalam konstruksi struktur utama, sementara 16 orang menangani detail interior. Proses ini telah berlangsung hampir lima bulan.

Aji menambahkan bahwa katedral ini didukung oleh berbagai pihak, seperti donatur swasta, pemerintah daerah, sumbangan aparatur sipil negara (ASN) yang beragama Katolik, serta partisipasi aktif masyarakat. Namun, ia mengatakan panitia masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi