Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Ricuh Hari Damai Aceh, Anggota TNI-Polri Sempat Dikejar dan Diusir Massa

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Kegiatan peringatan Hari Damai Aceh yang berlangsung di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berubah menjadi kericuhan pada Sabtu (15/8/2026). Ricuh

Kericuhan Hari Damai Aceh: Anggota TNI-Polri Dikejar dan Diusir Warga

Beritaterbaik.com – Kegiatan peringatan Hari Damai Aceh yang berlangsung di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berubah menjadi kericuhan pada Sabtu (15/8/2026). Ricuh Hari Damai Aceh Anggota TNI dan Polri menjadi sorotan setelah personel gabungan sempat dikejar dan diusir oleh massa yang merasa hak mereka terganggu. Direktur YLBHI-LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa, mengidentifikasi bendera Bulan Bintang sebagai pemicu utama bentrok antara warga dan aparat keamanan.

Mobilisasi Warga dari Berbagai Daerah Menuju Banda Aceh

Pergerakan penduduk dari berbagai kabupaten dan kota menuju Banda Aceh telah dimulai dua hingga tiga hari sebelum acara berlangsung. Selama perjalanan, banyak warga yang diperiksa oleh gabungan TNI dan Polri karena dikhawatirkan membawa atribut bendera Bulan Bintang. Pemeriksaan terhadap para peserta masih berlanjut hingga Jumat malam, dengan sebagian tidak bisa melanjutkan perjalanan sementara yang lain berhasil mencapai Banda Aceh.

“Mobilisasi ke Banda Aceh itu sejak 2-3 hari yang lalu sudah jalan, kawan-kawan warga dari kabupaten/kota,” ujar Aulianda saat dihubungi pada malam Sabtu.

Dari Rencana Damai Menjadi Kericuhan

Awalnya, kegiatan di halaman masjid direncanakan sebagai momen damai dengan agenda zikir, doa, dan refleksi atas 21 tahun perdamaian Aceh. Namun, kehadiran bendera Bulan Bintang menjadi titik ketegangan yang memicu reaksi dari berbagai pihak. Aulianda menekankan bahwa bendera tersebut tidak digunakan untuk menuntut kemerdekaan atau separatisme.

“Diniatkan memang awalnya itu untuk damai, zikir, doa, macam-macamlah. Kemudian juga kalau kita lihat itu, ada membicarakan tentang situasi Aceh saat inilah, refleksi tentang 21 tahun damai,” jelasnya.

Ketegangan muncul ketika aparat TNI mencoba menghalau dan merampas bendera tersebut dari warga. Warga merespons keras tindakan tersebut karena menganggap bendera Bulan Bintang sebagai simbol penting yang harus dihormati.

“Tapi Bulan Bintang ini yang kemudian ketika mau dikibarkan itu kan dihalau oleh aparat TNI. Ketika dihalau, dicoba dirampas, ya sudah pasti warga merespons perampasan atribut bendera ini,” katanya.

Letusan Senjata dan Aksi Saling Kejar

Ketegangan memuncak dengan terdengar letusan senjata ke udara, diikuti pelemparan batu dan aksi kejar-kejaran. Kericuhan tidak hanya terjadi di halaman masjid, tetapi juga di area sekitar seperti Pendopo Gubernur. Personel TNI dan Polri sempat diusir keluar dari area masjid oleh warga yang merasa acara tersebut adalah hak mereka.

“Ketika massa sudah merespons, ya sudah pastilah kemudian timbul chaos. Sempat meletus senjata ke atas, terjadi pelemparan batu, saling kejar, dan lain sebagainya,” tuturnya.

“Beberapa personel TNI itu sempat diusir oleh warga keluar dari masjid. Polisi juga diusir. ‘Ini hajatan kami, kalian ngapain di sini?’ gitu,” kata Aulianda.

Korban Luka dan Tanggapan TNI

Informasi mengenai jumlah korban luka masih belum jelas. Koalisi masyarakat sipil kesulitan memverifikasi data karena sebagian besar informasi berasal dari foto dan video di lapangan. Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menyampaikan rasa sayangnya atas kejadian tersebut.

“Sangat kita sayangkan kejadian ini. TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai,” kata Nas.

TNI terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk memastikan situasi di Aceh tetap kondusif. Ricuh Hari Damai Aceh Anggota TNI-Polri ini menjadi catatan penting dalam sejarah perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama dua dekade lebih.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kericuhan Hari Damai Aceh

Apa penyebab utama kericuhan Hari Damai Aceh? Bendera Bulan Bintang yang dibawa warga menjadi pemicu utama bentrok dengan aparat TNI yang mencoba merampasnya.

Kapan dan di mana kericuhan terjadi? Kericuhan terjadi pada Sabtu (15/8/2026) di sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan area Pendopo Gubernur, Banda Aceh.

Apakah ada korban luka dalam kejadian ini? Informasi mengenai jumlah korban luka masih belum jelas karena kesulitan verifikasi data dari lapangan.

Bagaimana tanggapan TNI terhadap kejadian ini? TNI mengimbau seluruh pihak untuk menghormati simbol negara dan menjaga ketertiban agar tidak memicu konflik lebih lanjut.

Apakah bendera Bulan Bintang menuntut kemerdekaan Aceh? Menurut Aulianda Wafisa, bendera tersebut tidak digunakan untuk menuntut kemerdekaan atau separatisme, melainkan sebagai simbol yang harus dihormati.

Gabung diskusi