Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Pramono Jajal Lari 10K Jakarta Running Festival: Jujur Ngos-ngosan

wpmanadmin - beritaterbaik.com 4 mins read

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merasakan langsung atmosfer Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dengan mengikuti nomor lari 10 kilometer di kawasan Gelora

Pramono Jajal Lari 10K Jakarta Running Festival: Jujur Ngos-ngosan

Pramono Anung Ikuti Lomba 10K di Jakarta Running Festival 2026

Beritaterbaik.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merasakan langsung atmosfer Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dengan mengikuti nomor lari 10 kilometer di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu pagi, 25 Oktober 2026. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kesempatan baginya untuk berolahraga, tetapi juga untuk melihat antusiasme peserta dan warga yang hadir di sepanjang lintasan.

Pramono menuntaskan jarak 10K dalam waktu 1 jam 49 menit. Raihan itu belum melampaui catatan terbaik pribadinya yang pernah berada di angka 1 jam 32 menit. Meski demikian, ia tetap mengaku menikmati pengalaman berlari sejak start yang berlangsung sangat pagi.

“Memang hari ini tidak memecahkan rekor. Enggak PB (personal best), dulu 1 jam 32. Saya sebenarnya, kalau mau jujur, sudah ngos-ngosan. Tetapi karena yang membuat semangat pertama cheering-nya, yang kedua memang yang minta foto banyak banget. Tapi saya sungguh-sungguh menikmati dan selamat kepada JRF,” jelas Pramono.

Dukungan penonton menjadi salah satu hal yang paling ia rasakan selama lomba. Sorakan dari masyarakat serta banyaknya peserta dan warga yang ingin berfoto disebut memberi energi tambahan, terutama ketika kondisi fisik mulai terasa berat. Bagi pelari, kehadiran pendukung di sisi rute memang dapat menciptakan suasana yang lebih hidup dan membantu menjaga motivasi hingga garis finis.

Persiapan Singkat Menjelang Start Pagi

Pramono mengungkapkan persiapannya untuk tampil dalam JRF kali ini tidak ideal karena waktu istirahat yang terbatas. Ia semula berencana tidur lebih awal, tetapi baru dapat beristirahat menjelang dini hari. Sementara itu, jadwal flag off sudah dimulai pukul 04.00 WIB.

“Persiapannya saya sebenarnya semalam pengin tidur jam 21.00, tapi mungkin baru tidur jam 01.00, jam 03.00 sudah bangun, karena flag off jam 04.00 pagi tadi,” tandas Pramono.

Situasi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi peserta dalam event lari pagi, khususnya ketika waktu kumpul dan pelepasan peserta dilakukan sebelum matahari terbit. Persiapan olahraga tidak hanya berkaitan dengan latihan fisik, tetapi juga pemulihan, kecukupan tidur, hidrasi, serta pengaturan waktu sebelum memasuki area acara.

Walaupun tidak membukukan personal best, penyelesaian lomba 10K tetap menjadi bagian dari partisipasi Pramono dalam perayaan olahraga lari di Jakarta. Ia menilai penyelenggaraan JRF memberikan kesan yang baik dan berpotensi menjadi contoh bagi agenda lari lain di Indonesia.

Harapan agar JRF Menjadi Acuan Event Lari

Pramono mengapresiasi pelaksanaan Jakarta Running Festival 2026 dan menyampaikan harapan agar standar penyelenggaraannya dapat menginspirasi kegiatan serupa, mulai dari nomor 5K hingga maraton. Penilaian itu mencakup pengalaman peserta, ketertiban acara, serta suasana yang dibangun di kawasan GBK.

“Menurut saya ini bisa menjadi role model maraton ataupun half marathon maupun 10 kilo, 5 kilo yang ada di Indonesia. Sekali lagi saya ingin menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada Jakarta Running Festival atas penyelenggaraan yang sungguh sangat baik dan berkesan,” kata Pramono.

Event lari dengan beragam kategori membuka ruang bagi peserta dengan tingkat pengalaman yang berbeda. Nomor 5K kerap menjadi pilihan bagi masyarakat yang baru mencoba lomba lari, sedangkan jarak 10K dapat menjadi target lanjutan bagi pelari rekreasi. Half marathon dan maraton biasanya membutuhkan persiapan yang lebih panjang karena tuntutan jarak serta daya tahan yang lebih besar.

Keterlibatan figur publik dalam kegiatan seperti ini juga menambah perhatian terhadap gaya hidup aktif. Namun, pengalaman berlari tetap sangat personal: setiap peserta memiliki target, kondisi tubuh, dan ritme masing-masing. Tidak semua pelari mengejar rekor waktu; sebagian menjadikan lomba sebagai sarana menikmati rute, membangun konsistensi olahraga, atau merasakan kebersamaan dalam komunitas.

Kualitas Udara Ikut Menjadi Perhatian

Selain penyelenggaraan lomba, Pramono menyinggung kondisi kualitas udara Jakarta yang disebut berada pada angka 65–66. Ia memandang udara yang baik penting bagi kenyamanan masyarakat, termasuk bagi mereka yang beraktivitas fisik di ruang terbuka.

“Banyak sekali yang mengucapkan terima kasih karena udaranya yang sangat baik, dan juga pelaksanaannya berlangsung dengan tertib. Saya mengucapkan terima kasih karena udaranya yang sangat baik, dan juga pelaksanaannya luar biasa,” ucapnya.

Kualitas udara menjadi salah satu aspek yang relevan dalam kegiatan olahraga luar ruang, terutama pada acara yang mengumpulkan banyak pelari sejak pagi. Kenyamanan rute, kelancaran pengaturan peserta, dukungan warga, dan kondisi lingkungan bersama-sama membentuk pengalaman sebuah perlombaan.

Jakarta Running Festival 2026 pun meninggalkan kesan positif bagi Pramono setelah ia menyelesaikan nomor 10K. Meski mengakui sempat kehabisan tenaga dan belum menyamai rekor terbaiknya, ia tetap menikmati perjalanan di lintasan berkat atmosfer meriah yang tercipta. Bagi peserta lain, ajang semacam ini dapat menjadi pengingat bahwa pencapaian dalam lari tidak selalu hanya diukur melalui waktu finis, melainkan juga melalui proses, ketahanan, dan semangat untuk terus bergerak.

Frequently Asked Questions

What is Pramono Jajal Lari 10K Jakarta Running?

Pramono Jajal Lari 10K Jakarta Running is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pramono Jajal Lari 10K Jakarta Running matter?

Pramono Jajal Lari 10K Jakarta Running matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi