Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Pasien RSUD Undata Palu Terpaksa Dirawat di Pelataran Dampak Gempa Susulan

Mark Williams 3 mins read 14 views

di Pelataran Akibat Gempa Susulan Pasien RSUD Undata Palu Terpaksa Dirawat - Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan

Pasien RSUD Undata Palu Terpaksa Dirawat di Pelataran Dampak Gempa Susulan

Pasien RSUD Undata Palu Terpaksa Dirawat di Pelataran Akibat Gempa Susulan

Pasien RSUD Undata Palu Terpaksa Dirawat – Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 17 September 2026. Dampak gempa susulan yang terus-menerus berlangsung mengakibatkan RSUD Undata Palu memutuskan untuk mengalihkan sebagian pasien ke pelataran rumah sakit sebagai langkah antisipasi. Sejumlah pasien terpaksa dirawat di luar ruangan, sementara layanan kesehatan tetap berjalan. Langkah ini diambil demi mengurangi risiko cedera akibat jatuhnya bangunan atau kerusakan infrastruktur.

Pengalihan Pasien Sebagai Upaya Kesiapan Darurat

Gempa susulan yang terjadi lebih dari dua kali dalam hari itu memicu kekhawatiran akan kerusakan lebih parah di bangunan rumah sakit. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata, dr. Franklin Sinanu, mengungkapkan bahwa evakuasi pasien dilakukan secara bertahap untuk memastikan keamanan. “Kami memutuskan memindahkan pasien ke pelataran karena struktur bangunan masih mengalami getaran,” jelasnya.

Menurut dr. Franklin, kondisi ruangan yang relatif aman di pelataran membuat langkah ini lebih efektif. Ia menambahkan, pengawasan ketat dilakukan oleh petugas medis dan staf untuk memastikan pasien tetap terjaga dan mendapatkan perawatan. Pasien RSUD Undata Palu terpaksa dirawat di area terbuka hingga kondisi kembali stabil. Meski begitu, layanan klinik tetap berjalan tanpa hambatan, dengan petugas yang siap menangani keadaan darurat.

Kondisi Bangunan dan Proses Evakuasi Berkelanjutan

Dua jam setelah gempa utama, tim RSUD Undata Palu melakukan inspeksi terhadap struktur bangunan. Hasilnya menunjukkan bahwa gedung utama dengan empat lantai masih layak digunakan, meski ada kerusakan ringan di dua ruangan. Sebanyak puluhan pasien yang sempat dipindahkan ke pelataran, kini kembali ke ruang perawatan masing-masing.

Namun, karena gempa susulan terus berlangsung, manajemen rumah sakit tetap mempertahankan evakuasi sebagai langkah pencegahan. “Pasien RSUD Undata Palu terpaksa dijaga di pelataran karena potensi gempa besar masih ada,” kata dr. Franklin. Ia menekankan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi terus-menerus terhadap risiko struktural dan keamanan pasien.

Respons Komunitas dan Pemantauan Terhadap Situasi

Pasien RSUD Undata Palu terpaksa dirawat di pelataran juga mendorong peningkatan respons dari masyarakat setempat. Banyak warga yang datang ke rumah sakit untuk mendampingi pasien dan memastikan kondisi mereka tetap terjaga. Petugas medis menyebutkan bahwa kehadiran keluarga pasien memberi dorongan moril dan membantu dalam proses pemantauan kesehatan.

Di sisi lain, tim pelayanan RSUD Undata Palu tetap fokus pada efisiensi layanan. Pasien yang membutuhkan perawatan intensif ditempatkan di area yang lebih stabil, sementara pasien dengan kondisi ringan bisa berpindah antar lantai jika diperlukan. “Kami ingin memastikan bahwa Pasien RSUD Undata Palu terpaksa dirawat tetap mendapatkan perhatian yang optimal,” ungkap dr. Franklin. Keadaan di rumah sakit juga diawasi oleh pihak kepolisian dan relawan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Kesiapan Menghadapi Gempa Susulan yang Masih Berlangsung

Setelah gempa utama, RSUD Undata Palu terus memantau kejadian gempa susulan yang berpotensi merusak infrastruktur lebih jauh. Tiga hari setelah gempa pertama, ada tiga gempa susulan yang terjadi, dengan intensitas beragam. “Pasien RSUD Undata Palu terpaksa dijaga di luar ruangan karena keterbatasan sumber daya di dalam gedung,” jelas dr. Franklin.

Kesiapan RSUD Undata Palu juga mencakup penggunaan tenda darurat yang sudah disiapkan sebelumnya. Tenda-tenda tersebut menjadi tempat transit untuk pasien yang membutuhkan perlindungan tambahan. Tim medis juga mempersiapkan alat pemadam kebakaran dan peralatan lain untuk mendukung operasional di pelataran. Meski ada penyesuaian tempat, pelayanan kesehatan di RSUD Undata Palu tetap berjalan secara normal.

“Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada Pasien RSUD Undata Palu terpaksa, meski harus beradaptasi dengan kondisi darurat,” tutur dr. Franklin. Ia berharap gempa susulan segera berakhir, sehingga pasien bisa kembali dirawat di dalam ruangan dengan nyaman.

Dengan upaya konsisten dari petugas medis dan staf RSUD Undata Palu, pasien yang terpaksa dirawat di pelataran tetap dapat menjalani perawatan. Penyesuaian ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan krisis akibat gempa susulan. Sejumlah pasien menyatakan bahwa mereka merasa tenang karena pihak rumah sakit memberikan perhatian yang maksimal. Berita terkini dan terpercaya bisa dibaca di Liputan6.com, yang terus mengawasi perkembangan situasi di Palu.

Gabung diskusi