Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

OTT Bupati Langkat – KPK Amankan 55 Keping Logam Platinum

Mark Williams 3 mins read 1 views

OTT Bupati Langkat - KPK Amankan 55 Keping Logam Platinum OTT Bupati Langkat - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

OTT Bupati Langkat – KPK Amankan 55 Keping Logam Platinum

OTT Bupati Langkat – KPK Amankan 55 Keping Logam Platinum

OTT Bupati Langkat – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Langkat, Syah Afandin (SAF), menjadi sorotan publik karena berhasil mengamankan barang bukti yang cukup bernilai, yaitu 55 keping logam platinum. Tindakan ini adalah bagian dari upaya KPK untuk menindaklanjuti dugaan korupsi yang dilakukan oleh SAF selama masa jabatannya. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung KPK, Jakarta, penyidik mengungkapkan bahwa logam platinum tersebut menjadi salah satu bukti utama dalam penyelidikan kasus ini.

Detil Barang Bukti yang Disita

Barang bukti logam platinum yang disita oleh KPK memiliki total berat sekitar 55 kilogram. Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa logam tersebut ditemukan dalam mobil SAF saat operasi berlangsung. “55 keping logam platinum dengan total berat kurang lebih 55 kg berada di mobil SAF,” kata Taufik dalam konferensi pers yang dihadiri oleh berbagai media. Menurut dia, barang bukti ini akan diperiksa keasliannya oleh ahli untuk memastikan bahwa tidak ada yang tidak sah dalam proses penyitaan.

“Barang bukti yang diamankan ini menjadi bukti yang kuat mengenai aliran dana yang diduga terkait dengan kegiatan korupsi,” tambah Taufik. Ia menekankan bahwa KPK terus menggali detail transaksi dan hubungan antara SAF dengan pihak-pihak terkait.

Di samping logam platinum, KPK juga menyita uang tunai dan berbagai bentuk dana asing. Uang tunai yang disita mencapai Rp 100 juta, sementara dana asing terdiri dari 66.950 dolar Singapura (SGD), 11.518 ringgit Malaysia (RM), serta Rp 244,7 juta. Selain itu, penyidik mengamankan dua rekening bank atas nama Syah Afandin dengan saldo total sekitar Rp 2,27 miliar. Angka-angka ini menunjukkan besarnya dana yang diduga terlibat dalam kasus korupsi ini, yang sejauh ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Perkembangan Penyidikan dan Tersangka

KPK terus memperluas investigasinya setelah mengamankan barang bukti utama. Dalam kasus ini, lembaga antikorupsi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu SAF dan YQB, yang merupakan bagian dari tim sukses Syah Afandin pada Pilkada 2024. YQB disangkakan melanggar Pasal 605 atau Pasal 606 ayat (1) UU No. 1/2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), juncto UU No. 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana. Sementara SAF dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b, serta Pasal 12B UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penyidik juga mengamankan barang bukti elektronik (BBE) dan sejumlah dokumen yang relevan. BBE ini berupa perangkat komunikasi dan data yang dapat membantu mengungkap alur dana serta hubungan antara SAF dengan pihak-pihak tertentu. Selain itu, KPK berharap dengan adanya barang bukti fisik dan dokumen-dokumen tersebut, kasus ini dapat terus dikembangkan hingga keputusan hukum yang pasti.

Kasus OTT Bupati Langkat ini menjadi salah satu operasi besar yang dilakukan KPK dalam beberapa bulan terakhir. Penyidikan yang dimulai pada 3 Juli 2026 menunjukkan intensitas KPK dalam menindak tumbuhnya korupsi di lingkungan pemerintahan daerah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan korupsi tersebut terkait dengan penggunaan dana desa dan proyek-proyek besar yang dikelola oleh pemerintah kabupaten Langkat. Selama ini, dana tersebut diduga digunakan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau mengalir ke pihak tertentu.

KPK menegaskan bahwa OTT Bupati Langkat adalah langkah tegas untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan memperoleh barang bukti seperti logam platinum, uang tunai, dan dana asing, KPK mengambil langkah yang sangat signifikan dalam membangun kasus korupsi ini. Selain itu, penyidik juga mengungkapkan bahwa proses investigasi masih terus berjalan, dan beberapa pihak yang terlibat dalam transaksi korupsi masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Gabung diskusi