New Policy: Profil Agustina Arumsari Wakil Ketua BGN Baru: Eks Petinggi BPKP Ahli Investigasi
sari: Wakil Kepala BGN Baru yang Menempuh Karier dalam Investigasi New Policy - Jakarta, Liputan6.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan struktur
Profil Agustina Arumsari: Wakil Kepala BGN Baru yang Menempuh Karier dalam Investigasi
New Policy – Jakarta, Liputan6.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan struktur kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Pemimpin baru yang ditunjuk meliputi Agustina Arumsari sebagai wakil ketua, serta Mayjen TNI Trenggono sebagai rekan satu tim. Keduanya menggantikan posisi Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut. Sementara itu, Nanik S Deyang ditetapkan sebagai kepala BGN, mengambil alih dari Dadan Hindayana.
“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dan memastikan seluruh program BGN berjalan sebaik-baiknya,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat menyampaikan pengumuman di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Agustina Arumsari, yang kini memegang jabatan wakil kepala BGN, memiliki pengalaman yang kaya dalam bidang pemeriksaan keuangan dan investigasi. Sebelum menjabat di BGN, dia sempat menempati posisi strategis sebagai wakil ketua Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebagai bagian dari tim BPKP, dia berperan dalam mengawasi keuangan negara dan daerah, serta memastikan transparansi dalam pemanfaatan dana pembangunan.
Karier yang Berkelanjutan dalam Kepemeriksaan
Kariernya di BPKP dimulai dengan jabatan sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan Provinsi Sumatera Barat. Setelah itu, Agustina menunjukkan kemampuan dalam bidang investigasi dengan menjabat Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada tahun 2017. Dia kemudian melanjutkan ke Direktur Investigasi III pada 2019, sebelum naik ke posisi Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi di tahun 2020.
Kemampuan Agustina dalam analisis dan pemeriksaan telah diakui sejak awal kariernya. Selain menjadi wakil kepala BGN, dia juga memiliki pengalaman di berbagai bidang seperti manajemen risiko dan auditor internal. Fokus pada peningkatan efisiensi pemerintahan serta pencegahan korupsi menjadi hal utama dalam pekerjaan Agustina sepanjang masa aktif di BPKP.
Jejak Pendidikan yang Menunjang Karakteristik Profesional
Agustina menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang menjadi basis kariernya. Dia menyelesaikan studi Diploma Tiga (D3) pada tahun 1992, lalu melanjutkan pendidikan ke Diploma Empat (D4) di kampus yang sama pada tahun 1998. Setelah itu, Agustina mengejar gelar Strata-2 (S2) di Universitas Indonesia, berhasil memperoleh Magister Hukum (MH) pada tahun 2014.
Pendidikan tersebut memperkuat keahlian Agustina dalam bidang akuntansi, hukum, dan manajemen risiko. Pengetahuan yang diperoleh selama studi di STAN serta UI memberinya kemampuan untuk mengelola program BGN secara lebih terstruktur. Pendidikan tinggi juga menjadi fondasi untuk menempuh berbagai sertifikasi yang mendukung profesionalismenya di bidang pemeriksaan dan auditor.
Sertifikasi yang Menunjukkan Kompetensi di Berbagai Bidang
Dalam upaya memperkuat kredibilitas dan keahlian, Agustina telah meraih sejumlah sertifikasi internasional. Antara lain, dia memperoleh gelar Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), serta Chartered Accountant (CA). Selain itu, dia juga memiliki sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA), Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), Certified Internal Audit Executive (CIAE), Certified Risk Professional (CRP), Certified Risk Executive Leader (CREL), dan Certified Government Risk Executive (CGRE).
Kemampuan dalam manajemen risiko dan audit internal terus ditingkatkan melalui sertifikasi Fraud Risk Management Professional (FRMP), yang diperoleh setelah melalui berbagai tahap pelatihan. Pengalaman ini membantunya dalam menangani tantangan yang muncul dalam sistem pemerintahan, terutama dalam pengawasan anggaran dan pencegahan penyalahgunaan dana.
Peran Agustina sebagai wakil kepala BGN menawarkan peluang baru untuk berkontribusi pada upaya peningkatan kualitas layanan keuangan dan gizi nasional. Dengan latar belakang yang meliputi pengalaman langsung di BPKP, pendidikan yang solid, dan sertifikasi yang relevan, dia dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin reformasi di lembaga tersebut. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program BGN.
BGN, sebagai lembaga yang bertugas mengoordinasi pengawasan gizi di seluruh Indonesia, membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan keahlian akuntansi, hukum, dan manajemen risiko. Dengan posisi baru, Agustina diharapkan mampu membawa perspektif yang lebih luas, terutama dalam memastikan transparansi dan keakuratan dalam pengelolaan keuangan dan gizi. Pekerjaan di BGN juga menjadi langkah logis bagi seseorang yang sebelumnya fokus pada pemeriksaan dan investigasi di tingkat nasional.
Dengan masuknya Agustina ke BGN, dinamika kepemimpinan di lembaga tersebut menjadi lebih dinamis. Berbagai keahlian yang dia miliki diprediksi dapat membantu dalam menghadapi tantangan di masa depan, termasuk dalam penguatan kapasitas kementerian terkait dan pemerintah daerah. Selain itu, pengalaman kerja di BPKP sebelumnya juga diharapkan mampu memberikan keunggulan dalam pengelolaan dana dan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Jabatan wakil kepala BGN menjadi kesempatan bagi Agustina untuk menunjukkan kompetensi dalam bidang pemeriksaan dan manajemen risiko. Dengan latar belakang yang kaya dan sertifikasi yang memadai, dia dianggap mampu mengelola tugas-tugas penting, termasuk dalam memastikan program gizi nasional berjalan sesuai tujuan. Keberhasilan dalam memimpin BGN akan menjadi tolok ukur keunggulan Agustina dalam
