Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

New Policy: Keranda Khas Gorontalo Antar Rachmat Gobel ke Pusara TMP Kalibata

Daniel Smith 2 mins read 1 views

bel ke TMP Kalibata New Policy - Sebuah kebijakan baru telah diterapkan dalam pemakaman mantan Wakil Ketua DPR periode 2019-2024, Rachmat Gobel, di Taman

New Policy: Keranda Khas Gorontalo Antar Rachmat Gobel ke Pusara TMP Kalibata

New Policy: Keranda Gorontalo Antar Rachmat Gobel ke TMP Kalibata

New Policy – Sebuah kebijakan baru telah diterapkan dalam pemakaman mantan Wakil Ketua DPR periode 2019-2024, Rachmat Gobel, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam upacara yang penuh makna, jenazah almarhum diangkut menggunakan keranda khas Gorontalo, sebuah inisiatif yang menunjukkan perhatian terhadap warisan budaya lokal. Kebijakan baru ini menegaskan komitmen untuk menghormati tradisi adat dalam ritual keagamaan dan budaya.

Pelaksanaan Kebijakan Baru dalam Ritual Kematian

Pemakaman Rachmat Gobel menjadi contoh nyata kebijakan baru yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam prosesi keagamaan nasional. Keranda Gorontalo, yang berbeda dari keranda biasa, dipilih sebagai simbol penghargaan terhadap akar budaya almarhum. Keranda ini lebih besar dan tinggi dengan desain unik yang mencerminkan kekayaan seni dan makna simbolis dari daerah Gorontalo, serta dipadukan dengan payung biru sebagai elemen kekhasan budaya.

Kebijakan ini juga melibatkan pihak TNI dalam mengiringi upacara dengan suara tabuhan drum, yang menciptakan suasana khidmat dan khas. Prosesi pemakaman menjadi moment untuk menegaskan bahwa budaya lokal tidak hanya dihargai dalam konteks sejarah, tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penggunaan keranda khas Gorontalo, kebijakan baru ini berupaya memperkuat identitas budaya dalam lingkup kegiatan nasional.

Warisan Budaya yang Diwariskan

“Keranda ini memang berasal dari Gorontalo, dan almarhum selama hidupnya menjunjung tinggi tradisi adat daerah asalnya. Kami keluarga pasti terus melestarikan adat tersebut,” ujar Muhammad Arif Gobel, keluarga dekat almarhum, di TMP Kalibata.

Arif mengungkapkan bahwa kebijakan baru ini tidak hanya menghormati almarhum, tetapi juga membantu memperkenalkan budaya Gorontalo kepada masyarakat luas. “Beliau seperti ayah, saudara, dan juga seorang guru yang memberikan pengarahan bagi kami semua. Hari ini sangat berat bagi kami,” tambahnya. Kebijakan ini diharapkan menjadi contoh untuk daerah lain dalam menjaga keaslian tradisi mereka.

“Saya cukup kaget dengan berpulangnya Rachmat Gobel. Namun, saya bersyukur karena beliau meninggal dalam kondisi yang sehat. Waktu tidak bisa diprediksi, tapi alhamdulillah beliau kembali dengan kondisi terbaik,” lanjut Arif.

Prosesi pemakaman ini juga menjadi momentum untuk mengenang peran Rachmat Gobel dalam mempromosikan budaya Gorontalo secara nasional. Kebijakan baru dalam pemakaman ini menunjukkan bahwa penghargaan terhadap warisan budaya bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan kontekstual, tanpa mengorbankan keakuratan tradisi. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mendorong kebijakan serupa di daerah lain.

Pelaksanaan kebijakan baru ini tidak hanya menghormati almarhum, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya mempertahankan nilai-nilai tradisional. Dengan menggunakan keranda Gorontalo, upacara pemakaman menjadi lebih dari sekadar ritual, melainkan juga bentuk pengakuan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan selama berabad-abad. Kebijakan ini memberikan pelajaran tentang bagaimana budaya lokal bisa menjadi bagian integral dari kegiatan keagamaan nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi