Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Mengurai Fakta di Balik Kasus Polisi Tembak Polisi di Markas Polairud

wpmanadmin - beritaterbaik.com 4 mins read

Seorang anggota Polri, Bharatu Valdo, meninggal dunia setelah terjadi penembakan di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Baharkam Polri di

Mengurai Fakta di Balik Kasus Polisi Tembak Polisi di Markas Polairud

Penembakan di Markas Ditpoludara Tewaskan Bharatu Valdo

Beritaterbaik.com – Seorang anggota Polri, Bharatu Valdo, meninggal dunia setelah terjadi penembakan di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Baharkam Polri di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat dini hari, 16 Oktober 2026. Perkara ini melibatkan sesama personel yang bertugas di lingkungan Ditpoludara.

Bharada Andika Rahmadani atau AR telah diamankan terkait insiden tersebut. Ia kini ditahan di Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sementara penyidik masih menelusuri seluruh rangkaian kejadian, asal senjata, serta bukti pendukung lain.

Insiden Terjadi Menjelang Pagi

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.40 WIB di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara. Valdo bertugas sebagai tenaga administrasi di bagian Pamperslog Ditpoludara. Andika juga menjalankan tugas di bagian yang sama.

Keterangan awal yang disampaikan kepada keluarga korban menggambarkan adanya persoalan pribadi antara keduanya. Andika disebut merasa sering disalahkan dan mengalami perundungan oleh Valdo. Ia juga dikabarkan membawa golok sejak 12 Oktober 2026 karena merasakan ketakutan yang berlebihan.

Pada malam menuju Jumat, Andika berangkat dari tempat tinggalnya ke Markas Ditpoludara dengan membawa senjata tajam tersebut. Setelah tiba, tasnya diletakkan di loker ruang staf Pamperslog. Ia kemudian mendatangi pos penjagaan untuk mengambil senjata api yang berada di lokasi itu.

Andika selanjutnya menuju ruang pemadam kebakaran, tempat Valdo sedang beristirahat. Dalam pengakuan awal terduga pelaku, empat tembakan dilepaskan ke arah tubuh korban. Saat Valdo telah terjatuh, tembakan kembali diarahkan ke bagian kepala. Leher korban kemudian dilukai dengan pisau yang dibawa dari rumah.

Terduga Pelaku Menyerahkan Diri

Setelah kejadian, Andika mendatangi Unit Provos Ditpoludara untuk menyerahkan diri. Petugas piket kemudian mengamankannya dan meminta keterangan awal sebelum proses hukum dilanjutkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan belasungkawa atas kematian Valdo. Ia menegaskan penyidik masih bekerja untuk memastikan fakta perkara secara utuh.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya salah satu anggota Polri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

Budi menyatakan tersangka berinisial AR sudah berada dalam penahanan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” katanya.

Polda Metro Jaya menyatakan penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi lanjutan akan diumumkan setelah pemeriksaan serta verifikasi bukti dilakukan.

“Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi,” kata Budi.

Keluarga Korban Minta Penyidikan Terbuka

Tim kuasa hukum keluarga Laurentius Valdo Fernandez Lewai alias Bharatu Valdo meminta proses penyidikan dilakukan secara transparan. Petrus Bala Pattyona, yang mewakili keluarga, menekankan pentingnya pembukaan bukti-bukti untuk menjelaskan kronologi secara lengkap.

Rekaman CCTV di kawasan Markas Komando Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, menjadi salah satu bukti yang diminta untuk diperiksa. Perhatian juga tertuju pada asal senapan laras panjang yang digunakan dalam kejadian tersebut.

“Karena ada pertanyaan dari mana dia memiliki senapan laras panjang itu, itu masih didalami,” kata Petrus usai bertemu penyidik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Penyidik meminta keluarga korban mempercayakan penanganan perkara kepada Unit 2 Jatanras Polda Metro Jaya. Perkembangan penyidikan akan disampaikan setelah pendalaman atas informasi dan barang bukti selesai dilakukan.

“Percayakan kepada tim penyidik Jatanras, apa saja informasi atau perkembangannya kami akan sampaikan,” ujar Petrus menirukan penjelasan penyidik.

Dalam pertemuan dengan keluarga, penyidik juga memaparkan dugaan latar belakang tindakan tersangka. Kemarahan AR diduga berkaitan dengan perlakuan perundungan yang disebut dilakukan oleh rekan-rekan seangkatan korban. Dugaan ini tetap memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan saksi, rekaman, dan bukti forensik.

Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan institusi kepolisian dan melibatkan dua anggota yang bertugas pada unit yang sama. Kejelasan tentang akses senjata, situasi di lokasi, hubungan kedua personel, serta urutan kekerasan menjadi bagian penting dalam penyidikan. Bagi keluarga korban, keterbukaan hasil pemeriksaan diperlukan agar seluruh pertanyaan tentang kematian Bharatu Valdo dapat terjawab melalui proses hukum yang berjalan.

Frequently Asked Questions

What is Mengurai Fakta di Balik Kasus Polisi?

Mengurai Fakta di Balik Kasus Polisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mengurai Fakta di Balik Kasus Polisi matter?

Mengurai Fakta di Balik Kasus Polisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi