Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Meeting Results: Soroti Nasih Guru Honorer, Formas Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Jessica Hernandez 3 mins read 24 views

olaborasi Pemerintah dan Masyarakat Meeting Results - Jakarta, Liputan6.com - Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) menyoroti berbagai tantangan yang

Meeting Results: Soroti Nasih Guru Honorer, Formas Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Soroti Nasih Guru Honorer, Formas Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Meeting Results – Jakarta, Liputan6.com – Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh para guru honorer hingga saat ini. Kondisi ini mencakup ketidakpastian status pekerjaan, kesejahteraan yang masih terbatas, perlindungan kerja yang kurang memadai, serta kesempatan pengembangan profesional yang minim. Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Nasib Guru Honorer yang berlangsung di Auditorium RRI, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026), Handoyo Budhisejati mengungkapkan pentingnya peran para guru honorer dalam menyokong pendidikan nasional.

Pandangan Handoyo Budhisejati

Handoyo menekankan bahwa para guru honorer merupakan bagian integral dari sistem pendidikan Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh sumber daya pendidikan formal. “Tidak bisa disangkal bahwa kehadiran mereka sangat vital untuk menjamin terlaksananya pembelajaran di segala lapisan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan. Ia menambahkan, gerakan peduli terhadap guru honorer tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus melibatkan peran aktif masyarakat secara luas.

“Oleh karena itu, Formas memandang perlu adanya ruang dialog yang konstruktif untuk menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi demi terciptanya kebijakan yang lebih berpihak pada masa depan pendidikan bangsa,” kata Handoyo.

Menurut Handoyo, kondisi guru honorer yang kurang optimal menggambarkan kelemahan sistem pendidikan Indonesia. “Kalau pengajarnya saja tidak kita perhatikan, pendidik-pendidik kita tidak kita perhatikan, bayangkan saja kalau sebagai pendidik dia masih harus mencari nafkah, kapan dia bisa memperdalam ilmu pengetahuan dia yang bisa ditularkan kepada anak murid, anak didiknya?,” jelasnya.

Handoyo juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang terus menghadirkan perhatian pada berbagai sektor. Namun, ia menyoroti bahwa sektor pendidikan, khususnya nasib guru honorer, masih menjadi prioritas yang terabaikan. “Kebijakan yang pro terhadap guru honorer perlu lebih ditingkatkan, karena mereka adalah penggerak utama dalam mengubah kualitas pendidikan di daerah terpencil,” tambahnya.

Inisiatif dari Akar Rumput

Di sisi lain, Handoyo mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunggu kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. “Kita perlu membangun kepedulian bersama, agar tidak selalu menyalahkan pemerintah berbuat apa, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif,” terangnya. Ia menilai, gerakan dari lapisan masyarakat menjadi pendorong utama dalam mengatasi masalah yang dihadapi para guru honorer.

“Nah itulah, gerakan-gerakan masyarakat ini kita coba untuk kita galakkan lewat FGD-FGD seperti ini,” tutup Handoyo.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer, Handoyo mengusulkan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat yang sederhana. Contohnya, masyarakat dapat berkontribusi dengan membuat gerakan peduli yang melibatkan pengumpulan bantuan uang atau bahan makanan pokok. “Kalau ini guru honorer, mungkin dengan gerakan lima ribuan. Kalau itu bergulir, kita punya data 237.000 orang, mungkin nggak kita bisa memberikan kelebihan-kelebihan atau hasil-hasil yang terkumpul itu untuk menambah apa yang mereka sudah dapatkan,” kata Handoyo.

Handoyo menggarisbawahi bahwa kepedulian masyarakat terhadap guru honorer tidak bisa hanya berupa keinginan, tetapi harus diubah menjadi tindakan nyata. “Gerakan dari akar rumput ini perlu terus digelorakan, karena mereka menjadi penggerak utama dalam memperkuat sistem pendidikan,” jelasnya. Ia menilai, keterlibatan aktif masyarakat dapat menjadi penopang penting bagi kebijakan pemerintah.

Proses Kolaborasi yang Diperlukan

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, menurut Handoyo, menjadi kunci untuk memperbaiki nasib para guru honorer. “Dari diskusi yang digelar oleh Formas, kita berharap dapat menghasilkan langkah konkret yang betul-betul diimplementasikan demi kesejahteraan guru honorer,” ucapnya. Ia menekankan bahwa kebijakan pro-aktif dari pemerintah harus diimbangi dengan dukungan dari elemen-elemen masyarakat lainnya.

“Yang kedua, kami mencoba menggelitik masyarakat, elemen-elemen masyarakat lain yang lebih beruntung pada hari ini, untuk bagaimana bersama-sama memperhatikan mengenai guru honorer ini,” ucap Handoyo.

Menurut Handoyo, peran masyarakat dalam kolaborasi ini bisa berupa bentuk gotong royong yang sederhana. Misalnya, mengumpulkan bantuan uang atau bahan makanan untuk meringankan beban ekonomi para guru honorer. “Dengan cara ini, kita tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa masyarakat peduli terhadap pendidikan,” jelasnya.

Handoyo berharap, kolaborasi ini bisa menghasilkan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan. “Kita perlu memikirkan bagaimana masyarakat bisa berperan dalam menjaga kualitas pendidikan, karena itu adalah investasi masa depan bangsa,” tambahnya. Ia menilai, jika hanya pemerintah yang menjadi satu-s

Gabung diskusi