Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Meeting Results: Nanik Janji BGN Lebih Hemat Anggaran, Moratorium Dapur MBG

Mary Hernandez 4 mins read 12 views

Nanik Janji BGN Lebih Hemat Anggaran, Moratorium Dapur MBG Meeting Results - Jakarta, Liputan6.com – Setelah Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik S.

Meeting Results: Nanik Janji BGN Lebih Hemat Anggaran, Moratorium Dapur MBG

Nanik Janji BGN Lebih Hemat Anggaran, Moratorium Dapur MBG

Meeting Results – Jakarta, Liputan6.com – Setelah Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik S. Deyang sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN), institusi tersebut menetapkan prioritas baru dalam kebijakan programnya. Nanik menyatakan, salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah efisiensi anggaran untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kami, para pimpinan BGN, telah memulai konsolidasi internal sejak hari ini. Fokus utama kami adalah menuju penghematan anggaran,” ujarnya dalam jumpa pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Langkah Efisiensi Sebagai Prioritas Kebijakan

Nanik menjelaskan bahwa efisiensi ditempuh sebagai langkah awal dalam perbaikan sistem. Meskipun anggaran BGN telah dipangkas sebelumnya, ia menegaskan bahwa upaya ini penting untuk menjaga fokus pada target utama program. “Kami concern bahwa langkah efisiensi harus tetap dilakukan, meski anggaran saat ini hanya tersisa 268 miliar rupiah setelah dipotong 2 triliun,” tuturnya.

Kami fokus kepada efisiensi anggaran, sehingga meskipun sekarang sudah dipotong 2 (triliun), tinggal 268 (miliar), kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” jelas Nanik.

Dalam rapat konsolidasi yang dihadiri para pimpinan baru BGN, beberapa strategi telah dirumuskan. Selain efisiensi, Nanik juga mengatakan bahwa refocusing penerima manfaat akan menjadi bagian penting dari rencana kerja. “Pemangkasan anggaran sudah dilakukan, tetapi kami ingin memastikan bahwa alokasi dana tetap efektif dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Moratorium Dapur MBG Baru

Salah satu kebijakan yang ditetapkan adalah moratorium pembangunan dapur MBG baru. Nanik menjelaskan bahwa keputusan ini dilakukan untuk meng evaluasi kinerja program yang telah berjalan di berbagai daerah. “Moratorium ini adalah bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, agar kita bisa mengoptimalkan penggunaan dana yang ada,” katanya.

Dengan moratorium tersebut, BGN akan fokus pada peningkatan standar operasional dapur yang sudah beroperasi. Langkah ini bertujuan menghindari pengulangan kesalahan dan memastikan setiap dapur mampu memenuhi target pemberdayaan masyarakat. “Jika dapur tidak sesuai standar, maka kami akan melaksanakan suspend atau penangguhan,” imbuh Nanik.

Pembenahan Dapur yang Beroperasi

Nanik menegaskan bahwa dalam waktu dekat, BGN akan melakukan pembenahan terhadap dapur-dapur MBG yang sudah berdiri. Pembenahan ini mencakup peningkatan kualitas makanan, pengaturan standar operasional, serta pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat. “Kami akan meningkatkan standar dapur agar mampu menghasilkan makanan bergizi yang sesuai kebutuhan penerima,” katanya.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program MBG di seluruh Indonesia. Nanik menyebutkan bahwa efisiensi anggaran tidak hanya fokus pada pengurangan biaya, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan. “Kami tidak ingin memotong anggaran sampai tingkat kualitas layanan berkurang,” jelasnya.

Ekspansi ke Wilayah Tertinggal

Di sisi lain, BGN juga berencana untuk memperluas cakupan program MBG ke daerah-daerah yang kurang berkembang, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nanik menegaskan bahwa ekspansi ini akan dilakukan melalui skema alternatif agar tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kami ingin memastikan program MBG tetap berjalan optimal di semua wilayah, termasuk daerah yang masih kesulitan akses,” katanya.

Dalam menjalankan rencana tersebut, BGN akan mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Nanik berharap skema alternatif bisa menjadi solusi untuk meningkatkan keberlanjutan program. “Dengan skema ini, kami bisa memperluas layanan MBG tanpa perlu menghabiskan anggaran tambahan,” tambahnya.

Penyesuaian Sistem Penerima Manfaat

Nanik juga menjelaskan bahwa refocusing penerima manfaat akan dilakukan dengan memastikan alokasi dana tepat sasaran. Ia menyebutkan bahwa BGN akan melakukan peninjauan ulang terhadap kriteria penerima MBG untuk menghindari kelebihan penggunaan dana. “Kami ingin memastikan bahwa setiap dapur MBG benar-benar mencapai tujuannya, yaitu memberdayakan masyarakat yang kurang beruntung,” katanya.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kinerja program MBG, terutama di daerah yang memiliki kapasitas sumber daya terbatas. Nanik menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak berarti pengurangan manfaat, melainkan penyesuaian sistem agar lebih optimal. “Kami tidak ingin memotong sasaran program, tetapi memastikan pengelolaan anggaran lebih efisien,” jelasnya.

Langkah Strategis untuk Keberlanjutan MBG

Dalam menjalankan tugasnya, BGN akan berupaya menghindari pengulangan kesalahan dari masa lalu. Nanik menyebutkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG akan menjadi dasar untuk menyusun kebijakan baru. “Evaluasi ini akan memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil sejalan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Selain moratorium dan pembenahan dapur, BGN juga akan memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan dana. Nanik berharap melalui kebijakan ini, program MBG bisa terus berjalan meskipun dengan anggaran yang terbatas. “Kami ingin program ini menjadi contoh keberhasilan dalam pengelolaan anggaran yang hemat,” katanya.

Perkembangan dan Harapan Masa Depan

Dalam jumpa pers tersebut, Nanik juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan MBG. Ia menyatakan bahwa program ini tidak hanya menjadi prioritas BGN, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. “MBG harus menjadi program yang berdampak nyata di seluruh pelosok Indonesia,” ujarnya.

Kebijakan yang diusulkan Nanik juga diharapkan bisa memberikan dampak positif pada keberlanjutan program. Ia menegaskan bahwa dengan efisiensi anggaran dan pengawasan yang lebih ketat, MBG bisa terus berkembang meskipun dengan dana yang lebih terbatas. “Kami ingin program ini tetap bisa memberdayakan masyarakat, bahkan dengan anggaran yang lebih hemat,” jelasnya.

Sebagai kepala BGN yang baru, Nanik menyatakan bahwa penyesuaian strategi akan dilakukan secara bertahap. Ia menilai bahwa perubahan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang. “Kami akan terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem agar mampu memenuhi target yang telah ditetapkan,” katanya.

Penyesuaian ini juga diharapkan bisa memberikan dampak pada percepatan pembangunan daerah. Nanik menyebutkan bahwa dengan fokus pada efisiensi, BGN bisa mengalokasikan dana lebih tepat sasaran. “K

Gabung diskusi