Makna Syal Save Palestine di Kepengurusan Baru PBNU
Pengumuman susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk masa khidmah 2026-2031 pada Rabu malam, 30 September 2026, diwarnai simbol solidaritas yang kuat
PBNU Tegaskan Solidaritas Palestina melalui Syal “Save Palestine”
Beritaterbaik.com – Pengumuman susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk masa khidmah 2026-2031 pada Rabu malam, 30 September 2026, diwarnai simbol solidaritas yang kuat. Seusai nama-nama pengurus dibacakan, jajaran yang hadir tampak mengenakan syal bertuliskan “Save Palestine”, menandai dukungan terhadap perjuangan kebebasan Palestina.
Pesan pada syal tersebut bukan sekadar pelengkap acara pengumuman organisasi. Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, menegaskan bahwa perhatian Nahdlatul Ulama terhadap Palestina memiliki akar panjang dalam sejarah organisasi. Dukungan itu kembali ditampilkan di tengah pembentukan kepengurusan baru PBNU.
“Ini sebetulnya ini memang isu yang belakangan, ini kan isu yang sudah sangat lama,” ujar Gus Kikin usai konferensi pers, Rabu malam, 30 September 2026.
Warisan Sikap Sejak Masa Awal NU
Gus Kikin menjelaskan bahwa kepedulian terhadap kemerdekaan Palestina sudah disuarakan sejak periode awal perjalanan NU. Ia mengaitkannya dengan sikap KH Hasyim Asy’ari, Hadratussyeikh sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, pada penghujung dekade 1930-an.
“Ini sejak dari tahun-tahun 1938, 1939 itu zaman Kiai Hasyim Asy’ari, Hadratussyeikh sebagai muassis NU, dulu sudah menyuarakan untuk memerdekakan Palestina. Nah, kita lanjutkan lagi,” jelas Gus Kikin.
Pernyataan tersebut menempatkan syal “Save Palestine” sebagai kelanjutan dari posisi historis, bukan agenda yang muncul hanya karena situasi terkini. Dalam konteks kepengurusan baru, simbol itu juga memperlihatkan bahwa isu kemanusiaan dan kebebasan bangsa Palestina tetap mendapat tempat dalam perhatian organisasi.
Bagi publik, penggunaan simbol semacam ini mudah dikenali karena disampaikan secara visual dan serempak. Namun, penjelasan Gus Kikin memberi penekanan bahwa maknanya berhubungan dengan memori organisasi, pandangan terhadap kemerdekaan Palestina, serta kesinambungan nilai dari generasi pendiri NU hingga jajaran saat ini.
Jumlah Pengurus Bertambah Menjadi 210 Orang
Selain menjelaskan makna syal tersebut, Gus Kikin memaparkan komposisi pengurus PBNU periode 2026-2031. Total jajaran pengurus kini mencapai 210 orang. Angka itu bertambah 21 orang dibandingkan susunan hasil Muktamar NU di Lampung yang berjumlah 189 orang.
“Secara keseluruhan hasil muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang, dan yang sekarang total semuanya 210 orang, mengalami kenaikan sebesar 21 orang. Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan,” ujar Gus Kikin.
Pertambahan jumlah tersebut diarahkan untuk memperluas keterwakilan dalam struktur PBNU. Pemerataan yang dimaksud mencakup unsur generasi, jajaran organisasi, serta lembaga-lembaga yang berada dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan struktur yang lebih luas, PBNU berupaya menghadirkan keseimbangan keterlibatan dari berbagai elemen organisasi.
Beberapa badan otonom turut menjadi bagian dari pertimbangan penyusunan kepengurusan. Di antaranya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII, serta Gerakan Pemuda Ansor. Kehadiran unsur-unsur ini mencerminkan perhatian terhadap keterhubungan antargenerasi dan kelompok di lingkungan NU.
“Sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya. Oleh karena itu kita butuh waktu, kita memanfaatkan waktu yang diberikan, yang diamanahkan dari hasil muktamar itu selama 1 bulan,” papar Gus Kikin.
Proses penyusunan kepengurusan memanfaatkan masa satu bulan yang diberikan melalui amanat muktamar. Waktu tersebut dipakai untuk menyelaraskan berbagai unsur agar struktur yang diumumkan dapat menampung kebutuhan representasi yang lebih merata.
Sejumlah Tokoh Masuk Struktur Pimpinan
Daftar lengkap kepengurusan PBNU 2026-2031 kemudian dibacakan oleh Mohammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sejumlah nama nasional tercantum dalam struktur baru tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dipercaya mengemban posisi Wakil Ketua PBNU. Sementara itu, mantan Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin masuk dalam jajaran Mustasyar. Nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla juga tercatat sebagai Mustasyar PBNU.
Pengumuman ini menandai dimulainya masa khidmah baru PBNU dengan struktur yang lebih besar dan unsur keterwakilan yang diperluas. Di saat yang sama, penggunaan syal “Save Palestine” memberikan penegasan bahwa perhatian terhadap Palestina tetap menjadi bagian dari pesan yang dibawa jajaran kepengurusan baru tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Makna Syal Save Palestine di Kepengurusan?
Makna Syal Save Palestine di Kepengurusan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Makna Syal Save Palestine di Kepengurusan matter?
Makna Syal Save Palestine di Kepengurusan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
