Prabowo: Kita Jangan Jadi Pemerintah yang Santai dan Leha-Leha
Pemimpin Harus Bekerja Cepat dan Efisien
Main Agenda – Di tengah diskusi politik yang semakin sibuk, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan Main Agenda dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam pidato tersebut, ia menekankan bahwa pemerintah harus menunjukkan komitmen kuat untuk berkinerja secara dinamis dan tidak menghambat proses pembangunan. “Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engkek wae (bagaimana nanti saja),” ujar Prabowo dengan nada tegas. Ia mengingatkan bahwa kecepatan dalam pengambilan kebijakan adalah kunci untuk memenuhi harapan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pemerintahan.
“Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engkek kumaha (nanti bagaimana), bukan kumaha-engkek,” sambungnya.
Dalam Main Agenda, Prabowo menyoroti perluasan reformasi di bidang perizinan usaha sebagai salah satu prioritas utama. Ia menyebut bahwa kebijakan negara tetangga yang mampu menyelesaikan proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam waktu 3 minggu bisa menjadi contoh yang menginspirasi. “Kalau negara di sekitar kita bisa memberi izin usaha dalam tempo singkat, kenapa kita harus berbulan-bulan bahkan 3 tahun?” tanya Prabowo, sambil menekankan pentingnya menindaklanjuti kebijakan yang tidak terlalu lambat.
Komitmen pada Pasal 33 UUD 1945
Main Agenda Prabowo juga menekankan pentingnya menjalankan Pasal 33 UUD 1945 secara penuh. Pasal tersebut menjelaskan bahwa rakyat memiliki hak atas kekayaan alam dan hasil usaha yang menjadi milik negara. Prabowo berharap pemerintah dapat memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya diucapkan, tetapi diterapkan secara maksimal. “Setelah saya evaluasi, setelah saya melihat angka-angka, setelah saya melihat sungguh betapa besarnya kekayaan kita, saya semakin yakin bahwa menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 ini haruslah menjadi tanggung jawab kita semua,” jelas Prabowo.
“Itu adalah cita-cita pendiri bangsa kita, dan hanya itu yang bisa membuat kita tinggal landas mencapai cita-cita kita semua,” Prabowo menandaskan.
Menurut Prabowo, Main Agenda menjadi pengingat bahwa pemerintahan tidak boleh hanya fokus pada kekuasaan, tetapi harus fokus pada pelayanan kepada rakyat. “Kita harus menjadi pemerintah yang bersih, tangguh, dan mampu memberikan hasil yang konkret dalam jangka pendek,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan reformasi harus diukur dari kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara tepat waktu.
Harapan Masyarakat Indonesia
Dalam pidato yang sama, Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan Main Agenda harus diukur dari kesejahteraan rakyat. Ia menyebut bahwa masyarakat tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga kualitas dari setiap kebijakan yang dijalankan. “Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik,” jelas Prabowo. Ia mengingatkan bahwa impian kecil, seperti bisa memberi susu untuk anak-anak, atau mencari obat saat keluarga sakit, adalah hal yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup,” tutur dia.
Prabowo menegaskan bahwa Main Agenda harus menjadi panduan bagi seluruh pejabat publik. “Mari bersama-sama kita bersihkan aparat kita semuanya,” terangnya, sambil menekankan bahwa pemerintahan yang lelah dan tidak berkinerja maksimal akan menghambat kemajuan bangsa. Ia juga menyoroti peran pemerintah dalam memastikan rakyat dapat menikmati hasil kekayaan alam yang ada, baik melalui pemberdayaan ekonomi maupun peningkatan kualitas hidup.
Main Agenda Prabowo menjadi penekanan utama dalam upaya membangun pemerintahan yang lebih responsif dan akuntabel. Ia menekankan bahwa pengambilan kebijakan harus berlandaskan pada kebutuhan rakyat, bukan hanya pada keinginan pribadi atau kepentingan politik. “Kita harus menjadi pemerintah yang tidak hanya memikirkan hari ini, tetapi juga menyediakan solusi untuk masa depan,” tambahnya. Dengan Main Agenda, Prabowo berharap bisa memastikan bahwa setiap keputusan pemerintah selalu fokus pada kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
