Latest Program: Menko AHY Dorong Penggunaan Material Ramah Lingkungan di Infrastruktur Nasional
Menko AHY Dorong Penggunaan Material Ramah Lingkungan dalam Program Terbaru Latest Program – Di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi
Menko AHY Dorong Penggunaan Material Ramah Lingkungan dalam Program Terbaru
Latest Program – Di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi menuju pembangunan berkelanjutan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen untuk mendorong penggunaan material ramah lingkungan dalam infrastruktur nasional. Kebijakan ini diluncurkan sebagai bagian dari Latest Program yang bertujuan meminimalkan dampak lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi dan sosial. Pada acara IndoBuildTech Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, AHY menyampaikan bahwa transformasi sektor konstruksi menjadi kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Langkah Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan
AHY menekankan bahwa Latest Program tidak hanya tentang teknologi baru, tetapi juga mengubah paradigma dalam pembangunan nasional. “Kami ingin menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan untuk menciptakan keberlanjutan jangka panjang,” kata dia. Ia menyoroti bahwa penggunaan material ramah lingkungan, seperti pelapis water-based dan bahan tahan lama, bisa mengurangi emisi karbon serta limbah konstruksi. Ini sejalan dengan target nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030, yang menjadi landasan utama Latest Program tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan IndoBuildTech Expo 2026, AHY mengajak para pengusaha, pelaku industri, dan peneliti untuk berkolaborasi dalam menerapkan Latest Program ini. “Kami mengharapkan pameran ini menjadi wadah untuk berbagi ide dan menginspirasi transformasi di sektor konstruksi,” ujarnya. Penekanan pada inovasi hijau ini juga diimbangi dengan dorongan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekonomi sirkular dan lingkungan hidup.
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan laju pertumbuhan infrastruktur tercepat di Asia Tenggara, perlu mengalihkan fokus dari pembangunan konvensional ke model berkelanjutan. Latest Program yang diperkenalkan oleh Menko AHY menjadi bukti komitmen pemerintah untuk mewujudkan kebijakan yang lebih hijau dan berdampak positif bagi generasi mendatang.
Inovasi Material yang Ramah Lingkungan
Pada Latest Program ini, sektor konstruksi ditantang untuk mengadopsi material yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebut bahwa teknologi terbaru, seperti sistem lantai khusus dan pelapis cuaca ekstrem, menjadi solusi inovatif untuk memperpanjang usia bangunan sambil mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya. “Inovasi ini tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan,” imbuhnya. Selain itu, warna bangunan yang dipilih secara cerdas, seperti warna terang, bisa meningkatkan penyerapan cahaya alami, sehingga mengurangi konsumsi energi listrik.
Dalam pameran ini, AHY menyoroti peran penting industri dalam mewujudkan Latest Program. “Kami berharap pelaku usaha bisa menerapkan teknologi hijau secara massal, mulai dari proyek besar hingga skala kecil,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa penggunaan bahan daur ulang dan bahan baku lokal menjadi bagian dari strategi tersebut, guna meminimalkan dampak lingkungan serta memperkuat ekonomi daerah. Langkah ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan yang memperkenalkan produk inovatif seperti material biodegradable dan bahan konstruksi berbasis komposit.
Latest Program diharapkan bisa menjadi referensi bagi negara-negara lain yang ingin mengadopsi pendekatan terintegrasi dalam pembangunan infrastruktur. “Indonesia adalah contoh nyata bahwa keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan hidup bisa dicapai,” tegas AHY. Dengan pendekatan ini, pembangunan bisa menjadi alat untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
AHY juga menjelaskan bahwa Latest Program ini akan terus dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. “Pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target yang lebih besar,” katanya. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat, sekaligus memastikan bahwa infrastruktur nasional tetap memenuhi standar kualitas tinggi. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan bisa mendorong adopsi teknologi hijau dalam skala yang lebih luas.
Kebijakan Latest Program tidak hanya fokus pada pengurangan limbah dan emisi, tetapi juga meningkatkan daya saing industri dalam pasar global. AHY menyebut bahwa penggunaan material ramah lingkungan bisa menjadi nilai tambah bagi proyek-proyek infrastruktur, karena semakin banyak negara mengedepankan keberlanjutan dalam investasi mereka. “Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kompetensi Indonesia dalam bidang inovasi hijau,” ujarnya. Dengan Latest Program ini, pemerintah berharap mampu membangun sistem infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga ramah lingkungan.
