Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Latest Program: Ketua BEM FH UBK Nonaktif Minta Maaf, Singgung Isu Penerimaan Uang

Mary Hernandez 3 mins read 23 views

Ketua BEM FH UBK Nonaktif Minta Maaf terkait Isu Penerimaan Uang Latest Program - Liputan6.com, Jakarta - Muhammad Abdimaludin, ketua BEM FH UBK yang sekarang

Latest Program: Ketua BEM FH UBK Nonaktif Minta Maaf, Singgung Isu Penerimaan Uang

Ketua BEM FH UBK Nonaktif Minta Maaf terkait Isu Penerimaan Uang

Latest Program – Liputan6.com, Jakarta – Muhammad Abdimaludin, ketua BEM FH UBK yang sekarang berstatus nonaktif, memberikan permintaan maaf serta penjelasan terkait kontroversi yang muncul sehubungan dengan isu penerimaan uang dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa klarifikasi telah disampaikan secara transparan di hadapan seluruh ketua fakultas dan anggota BEM UBK, termasuk menjelaskan dampak dari isu yang menyeret namanya.

Latar Belakang Kontroversi

Kontroversi ini berawal dari aksi mahasiswa UBK yang menyoroti ketidakpuasan terhadap tata kelola MBG. Dalam pernyataan resmi, Abdimaludin menjelaskan bahwa isu penerimaan uang muncul setelah mahasiswa menemukan indikasi dana program tersebut tidak sepenuhnya diakses secara adil. “Pemerintah daerah telah menetapkan MBG sebagai program kunci untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, tetapi kami merasa ada ketidakseimbangan dalam distribusi dana,” kata ia.

Abdimaludin juga menegaskan dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam menuntut transparansi kebijakan publik. Namun, ia memperhatikan adanya beberapa narasi yang bisa memecah kohesivitas aksi. “Saya menyadari bahwa selama pergerakan mahasiswa terdapat informasi yang berpotensi menyebabkan kesalahpahaman,” ujarnya, menambahkan bahwa ini perlu diperbaiki agar fokus tetap pada isu utama.

“Dengan demikian, saya mengajak seluruh pihak untuk tetap fokus pada kejernihan berpikir dan semangat perjuangan yang berakar dari kepentingan rakyat,”

Di sisi lain, Abdimaludin menjelaskan bahwa klarifikasi terhadap isu penerimaan uang telah disampaikan secara lengkap. Ia mengakui bahwa ada kekecewaan di kalangan mahasiswa dan pihak luar, tetapi menegaskan fakta-fakta telah diungkapkan secara jujur sesuai prosedur organisasi. “Kami ingin memastikan bahwa semua pihak mengerti bahwa MBG tetap menjadi prioritas dalam upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Kontroversi ini tidak mengubah komitmen mahasiswa UBK untuk terus menuntut transparansi dan perbaikan tata kelola program. “Kami tetap konsisten menuntut transparansi dalam penggunaan dana MBG serta penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat dan mahasiswa,” pungkas Abdimaludin. Ia menekankan bahwa program ini tetap menjadi bagian dari Latest Program yang terus berjalan, meskipun ada isu yang muncul.

Abdimaludin juga menyampaikan apresiasi kepada rektorat UBK yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, dukungan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas organisasi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa tetap berkomitmen untuk memastikan MBG berjalan dengan baik.

Dalam konteks Latest Program, Abdimaludin berharap masyarakat dan pihak terkait memahami bahwa isu penerimaan uang tidak menghilangkan tujuan utama dari MBG. “Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan kami akan terus berjuang agar setiap anggota BEM UBK dapat memastikan implementasi yang sesuai,” tegasnya. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa penjelasan yang diberikan akan terus disampaikan melalui media resmi.

Selama aksi tersebut, Abdimaludin mengakui bahwa ada perbedaan pandangan di antara anggota BEM UBK, tetapi ia yakin seluruh pihak akan bersatu untuk menyelesaikan masalah. “Kami ingin menjadi bagian dari Latest Program yang mendorong reformasi dan keadilan dalam pemerintahan,” katanya. Dengan meminta maaf, ia berharap bisa memperkuat kepercayaan publik terhadap organisasi BEM FH UBK.

Gabung diskusi