Key Strategy: TP PKK Berperan Strategis dalam Meningkatkan Edukasi Pangan Aman Berbasis Potensi Laut
Key Strategy menjadi fokus utama dalam upaya pemberdayaan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, oleh Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian. Ia menekankan bahwa program edukasi pangan aman berbasis potensi laut ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan keluarga. Dengan memanfaatkan sumber daya laut yang melimpah, TP PKK berupaya mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih seimbang, bergizi, dan berkelanjutan.
Program Edukasi B2SA: Membuka Potensi Pangan Laut
Edukasi konsumsi ikan aman dan sehat sebagai bagian dari Key Strategy ini diadakan di Aula Gedung Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pengolahan Kabupaten Alor pada Kamis, 21 Mei 2026. Tri Tito menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kesadaran masyarakat akan cara mengolah ikan secara tepat, sehingga nilai gizinya tidak hanya terjaga tetapi juga meningkatkan daya tahan pangan keluarga. “Key Strategy dalam program ini adalah mengubah pola makan melalui edukasi yang konsisten dan terstruktur,” jelas Tri, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga.
“Dengan adanya Key Strategy ini, kita bisa mengolah bahan makanan dari sumber ikan menjadi lebih enak, sehingga anak-anak juga senang mengonsumsinya,” kata Tri. Ia menambahkan bahwa edukasi B2SA bukan hanya untuk meningkatkan kesehatan, tetapi juga sebagai langkah penting dalam memperkuat ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi laut secara bijak.”
Menurut Tri, banyak daerah di Indonesia memiliki sumber daya hasil laut yang melimpah, tetapi potensi tersebut sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya pengetahuan tentang pengolahan pangan yang tepat. Ia menyoroti bahwa masyarakat cenderung mengolah ikan dengan metode sederhana seperti digoreng atau dibakar, padahal ada metode lain yang lebih bervariasi dan sehat. Key Strategy TP PKK, kata Tri, bertujuan mengatasi masalah ini dengan memperkenalkan teknik pengolahan yang inovatif dan ramah lingkungan.
Pengelolaan Potensi Laut: Tantangan dan Peluang
Tri Tito juga mengungkapkan bahwa perubahan lingkungan dan peningkatan polusi laut merupakan tantangan besar yang harus diatasi dalam Key Strategy edukasi pangan aman. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih jenis ikan yang aman dikonsumsi, terutama yang tidak tercemar oleh limbah atau perubahan iklim. Selain itu, TP PKK berupaya memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memanfaatkan ikan, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem laut melalui kebijakan Key Strategy yang terpadu.
“Key Strategy ini tidak hanya sekadar edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Dengan Key Strategy, kita bisa beramai-ramai mengimbau tidak mengonsumsi ikan-ikan yang terlarang, sekaligus memastikan para nelayan tidak menangkap spesies yang dilindungi,” terang Tri. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarlembaga dan komunitas sangat penting dalam mewujudkan Key Strategy ini.
Sebagai bagian dari Key Strategy, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh terkait, termasuk Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Yane Bima Arya, Niken Tomsi dari Bidang Ketahanan Ekonomi Keluarga TP PKK, serta para pengurus TP PKK di tingkat provinsi dan kabupaten. Tri menuturkan bahwa program B2SA di Kabupaten Alor menjadi contoh nyata bagaimana Key Strategy dapat diimplementasikan dengan baik melalui partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. “Key Strategy ini mengajarkan bahwa pangan aman dari laut bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga tentang keberlanjutan dan kesadaran lingkungan,” tambahnya.
Dalam rangka mengembangkan Key Strategy, TP PKK juga menggandeng pihak eksternal seperti pemerintah daerah, organisasi nelayan, dan lembaga penelitian untuk menyediakan sumber daya dan pelatihan yang lebih komprehensif. Tri Tito mengatakan bahwa keberhasilan Key Strategy tergantung pada penerapan konsep B2SA secara rutin, baik melalui kegiatan edukasi langsung maupun media sosial yang lebih modern. “Dengan Key Strategy ini, kita bisa mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih baik, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga melalui pangan laut yang bernilai tinggi,” pungkasnya.
Key Strategy dalam edukasi pangan aman berbasis potensi laut juga menyoroti pentingnya literasi makanan untuk anak-anak. Tri menekankan bahwa generasi muda perlu diperkenalkan pada variasi ikan yang bergizi dan cara mengolahnya dengan aman agar kebiasaan sehat bisa terbentuk sejak dini. Dengan Key Strategy yang tepat, TP PKK berharap mampu menciptakan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “Key Strategy ini adalah kunci utama untuk memastikan bahwa potensi laut tidak hanya digunakan, tetapi juga dijaga keberlangsungannya,” tutur Tri.
