Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Key Strategy: Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi SDM dan Budaya Keselamatan Kerja

Barbara Miller 3 mins read 14 views

Pertamina dan Kemnaker Kolaborasi untuk Tingkatkan Kompetensi SDM dan Budaya Keselamatan Kerja Key Strategy - Strategi utama Pertamina dalam menghadapi

Key Strategy: Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi SDM dan Budaya Keselamatan Kerja

Pertamina dan Kemnaker Kolaborasi untuk Tingkatkan Kompetensi SDM dan Budaya Keselamatan Kerja

Key Strategy – Strategi utama Pertamina dalam menghadapi tantangan transisi energi global dan memastikan keberlanjutan bisnis adalah Key Strategy, yang terwujud melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak ini bertujuan memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta menanamkan budaya keselamatan kerja (K3) di sektor energi. Keselamatan setiap pekerja tidak hanya menjadi prioritas, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mencapai efisiensi operasional dan kinerja yang optimal.

Acara penandatanganan dilakukan di Jakarta pada Senin (22/6/2026), dengan peserta utama termasuk Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Andy Arvianto, SVP Pertamina Corporate University Robby Rafid, serta SVP HSSE I Ketut Laba. Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Darmawansyah juga turut hadir. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Key Strategy ini menjadi langkah penting untuk mengembangkan SDM lokal yang siap menghadapi era industri 4.0 dan kebutuhan sektor energi yang terus berkembang.

Penekanan pada Kesejahteraan dan Pertumbuhan SDM

Kolaborasi antara Pertamina dan Kemnaker dianggap sebagai key strategy dalam memastikan SDM Indonesia tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan operasional yang dinamis. Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menjelaskan bahwa keberhasilan perusahaan bergantung pada SDM yang berkualitas, adaptif, dan mampu berkontribusi secara maksimal. “Key Strategy ini menjadi jembatan untuk mewujudkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan perekonomian nasional dan industri global,” katanya.

“Investasi terbaik adalah manusia. Dengan Key Strategy ini, Pertamina dan Kemnaker berkomitmen untuk membangun SDM yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki budaya keselamatan kerja yang kuat,” tutur Iriawan.

Dalam program yang dijelaskan, Pertamina akan mengintegrasikan pelatihan vokasi dan penguatan kompetensi SDM dengan standar K3 yang diterapkan secara nasional. Ini termasuk penyelenggaraan kursus online, program pelatihan praktis, serta pembuatan sistem evaluasi kinerja berbasis keberlanjutan. Kemnaker, di sisi lain, akan memastikan kebijakan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Pelaksanaan dan Target Kolaborasi

Kerja sama ini akan dimulai dengan penandatanganan PKS yang menetapkan arah kerja bersama selama lima tahun ke depan. Dalam MoU, Pertamina berkomitmen untuk menyediakan akses pelatihan vokasi bagi sejumlah besar tenaga kerja di wilayah operasionalnya, terutama yang berada di daerah-daerah dengan potensi sumber daya yang belum tergarapkan. “Key Strategy ini diharapkan menjadi paradigma baru dalam pengembangan SDM, di mana kesejahteraan dan keselamatan kerja menjadi aspek yang saling mendukung,” kata Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza.

“Kita harus memastikan bahwa setiap pekerja selamat berangkat, selamat bekerja, dan selamat pulang. Key Strategy ini menjadi langkah konkret untuk mewujudkan tujuan tersebut,” tegas Oki.

Dalam jangka pendek, Pertamina menargetkan pelatihan bagi 10.000 tenaga kerja baru dan 5.000 pelaku usaha kecil menengah di sekitar operasionalnya. Kemnaker akan membantu menyediakan sertifikasi nasional dan menyebarluaskan pola kerja yang berkelanjutan. Rencana ini juga mencakup penguatan kerja sama dengan lembaga pelatihan vokasi di tingkat daerah, yang diperkirakan dapat meningkatkan partisipasi SDM dalam industri energi hingga 30% dalam lima tahun.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas SDM di sektor energi, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap sektor produktivitas nasional. Dengan Key Strategy yang diusung, Pertamina dan Kemnaker berharap menciptakan SDM yang siap menghadapi tantangan di masa depan, termasuk perubahan teknologi dan kondisi lingkungan yang semakin kompleks. Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak hanya fokus pada keahlian teknis, tetapi juga pada kemampuan adaptasi dan kesadaran akan keberlanjutan.

Keberhasilan Key Strategy ini akan diukur melalui indikator kinerja seperti peningkatan produktivitas SDM, pengurangan insiden kecelakaan kerja, dan peningkatan partisipasi tenaga kerja dalam pelatihan vokasi. Pertamina juga berencana mengadakan pelatihan kerja sama lintas sektor, yang melibatkan perusahaan energi lainnya, agar program ini bisa menjadi model nasional. Dengan penerapan yang konsisten, keberlanjutan industri energi di Indonesia akan lebih terjamin, dan kesejahteraan pekerja akan terus meningkat.

Gabung diskusi