Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Key Strategy: Kode Pembagian Uang Korupsi Izin Tinggal WNA: Dari Malaikat, Gitaris sampai Backing Vokal
News

Key Strategy: Kode Pembagian Uang Korupsi Izin Tinggal WNA: Dari Malaikat, Gitaris sampai Backing Vokal

Mary Hernandez Reporter Kamis, 04 Juni 2026 pukul 20:17 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
5977df67-6f18-4feb-9880-2467fedd0cb6-0

Table of Contents

Toggle
  • Key Strategy dalam Korupsi Izin Tinggal WNA: Istilah Tersembunyi dari Malaikat hingga Backing Vokal
    • Strategi Penyembunyian Dana: Istilah Musik sebagai Simbol
    • Kasus Korupsi dan Jalur Dana
    • Peran Wakil Menteri dalam Skema Korupsi
    • Impact dan Perkembangan Selanjutnya

Key Strategy dalam Korupsi Izin Tinggal WNA: Istilah Tersembunyi dari Malaikat hingga Backing Vokal

Key Strategy – KPK mengungkap strategi khusus dalam pengelolaan dana korupsi terkait izin tinggal warga negara asing (WNA), dengan istilah rahasia seperti ‘malaikat’, ‘gitaris’, dan ‘backing vocal’ sebagai alat penyamaran. Menurut Setyo Budianto, ketua KPK, skema ini memanfaatkan kode-kode yang disesuaikan dengan kebutuhan pembagian uang, terutama dalam lingkungan Kementerian Hukum dan HAM/Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) selama periode 2025-2026. Key Strategy ini berupa sistem pengalihan dana yang memanfaatkan gelar atau nama-nama yang mengundang kesan profesional, seperti ‘malaikat’ untuk merepresentasikan pejabat tinggi, atau ‘gitaris’ dan ‘backing vocal’ untuk menutupi distribusi dana dari pemohon keimigrasian.

Strategi Penyembunyian Dana: Istilah Musik sebagai Simbol

KPK mengungkap bahwa para pelaku korupsi menggunakan istilah dari dunia musik sebagai alat untuk menyembunyikan aliran dana. Misalnya, ‘malaikat’ menggambarkan pembagian uang kepada pejabat di Dirjen Imipas, sedangkan ‘gitaris’ dan ‘backing vocal’ merefleksikan bentuk pembayaran konser yang dipakai dalam skema korupsi. Key Strategy ini mengandalkan persepsi publik bahwa istilah tersebut terkait dengan proses izin tinggal yang lebih bersih, sehingga mengurangi kecurigaan terhadap praktik korupsi.

“Para pihak menggunakan istilah ‘malaikat’ untuk menutupi pembagian uang kepada pejabat tinggi di Dirjen Imipas,” ujar Setyo Budianto.

“Kode lainnya melibatkan istilah pembayaran konser, seperti vokalis, gitaris, dan koreografer, yang merepresentasikan dana yang dialirkan kepada pihak-pihak tertentu,” tambahnya.

Kasus Korupsi dan Jalur Dana

Kasus ini berawal dari penyelidikan KPK terhadap Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan pada 2025. Dalam prosesnya, penyidik juga menganalisis laporan transaksi keuangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menunjukkan aliran dana mencapai Rp366,7 miliar ke 96 rekening pegawai Kementerian Imipas antara 2019 hingga 2025. Key Strategy dalam korupsi ini menunjukkan cara penggunaan kode yang efektif untuk menyembunyikan aliran dana dari pemohon izin tinggal WNA.

Sebagian besar dana, yakni sekitar Rp357 miliar atau 97 persen, diduga berasal dari biaya permohonan izin tinggal WNA, sementara 3 persen sisanya dianggap berasal dari gaji dan tunjangan pegawai. Dengan Key Strategy ini, para pelaku korupsi membagi uang dalam bentuk yang lebih terstruktur, seperti ‘biaya extra’ yang dipungut dari setiap dokumen yang diproses. Cara ini mempercepat proses distribusi dana tanpa mencolokkan tindakan korupsi secara langsung.

Peran Wakil Menteri dalam Skema Korupsi

Dalam konstruksi perkara, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim diduga menerima jatah sebesar Rp100 juta per minggu setiap hari Jumat. Uang ini diterima saat Silmy menjabat Direktur Jenderal Imigrasi (2023-2024) dan menjadi Wamen Imipas sejak 2025-2026. Key Strategy dalam kasus ini menunjukkan bahwa peran Silmy bukan hanya sebagai pengambil keputusan, tetapi juga sebagai penyalur dana yang mengatur alur pembagian uang secara sistematis.

Menurut Setyo Budianto, Silmy Karim memerintahkan Jaya Saputra, Direktur Izin Tinggal, untuk menyetorkan uang dari pemohon izin tinggal WNA. Jaya lalu menginstruksikan Bagus Bramantyo dan Tessar Bayu Setyaji, dua Kasubdit di Direktorat Izin Tinggal, untuk mengambil ‘biaya ekstra’ dari setiap dokumen yang diproses. Key Strategy ini menjelaskan bahwa skema korupsi tidak hanya bergantung pada kekuasaan individu, tetapi juga pada sistem koordinasi yang terorganisir.

Impact dan Perkembangan Selanjutnya

Kasus korupsi ini mengungkap bagaimana Key Strategy digunakan untuk mempermudah pengelolaan dana ilegal. Dengan menyamarkan aliran dana melalui istilah-istilah yang terkesan profesional, para pelaku berhasil menutupi kegiatan korupsi hingga mencapai skala besar. Penerapan Key Strategy ini juga menunjukkan bagaimana penggunaan istilah spesifik bisa menjadi alat untuk mempercepat proses penerimaan dana dan menghindari pemeriksaan yang lebih ketat.

Menurut Setyo Budianto, KPK terus menggali informasi untuk memperkuat bukti-bukti dalam kasus ini. Key Strategy yang diterapkan di Kementerian Imipas juga menjadi contoh bagaimana korupsi bisa menyebar ke berbagai level lembaga pemerintah. Penyidik sedang menelusuri lebih lanjut bagaimana dana tersebut dialirkan, serta siapa yang terlibat dalam pemberian jatah fee mingguan tersebut. Berita terkini dan terpercaya bisa dibaca di Liputan6.

Bagikan:

Berita Terkait

d3b650d9-83e1-4683-a5fe-4df06227dadc-0

Key Strategy: Prabowo Peringatkan Mitra MBG Nakal: Kembali ke Jalan yang Benar

5 Jun 2026
6cab2c02-e8c2-4a53-b2e6-0a07737ad88a-0

Operasi Patuh Jaya Dimulai 8 Juni – Warga Diminta Rekam Jika Ada Petugas Nakal

5 Jun 2026
7a8e294c-fc65-48d8-8b02-4fa088b0f47d-0

Historic Moment: Saiful Mujani Hadiri Pemeriksaan Polda Metro Jaya, Didampingi Sejumlah Tokoh

5 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

833048de-7d05-4c6b-b2c1-3872ac0b1f62-0

KKP Tangkap Kapal Asing Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal

29 menit yang lalu
e71222f0-d70e-46fd-a103-d06ff479e3cd-0

Latest Program: Sherly Tjoanda Bidik Maluku Utara jadi Acuan Hilirisasi Nikel Global

30 menit yang lalu
d3b650d9-83e1-4683-a5fe-4df06227dadc-0

Key Strategy: Prabowo Peringatkan Mitra MBG Nakal: Kembali ke Jalan yang Benar

32 menit yang lalu
6cab2c02-e8c2-4a53-b2e6-0a07737ad88a-0

Operasi Patuh Jaya Dimulai 8 Juni – Warga Diminta Rekam Jika Ada Petugas Nakal

34 menit yang lalu
7a8e294c-fc65-48d8-8b02-4fa088b0f47d-0

Historic Moment: Saiful Mujani Hadiri Pemeriksaan Polda Metro Jaya, Didampingi Sejumlah Tokoh

35 menit yang lalu

Kategori

  • Bisnis (888)
  • News (1404)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • KKP Tangkap Kapal Asing Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.