BP Taskin Apresiasi Inisiatif Jember dalam Perbaikan Data Kemiskinan
Key Strategy – Liputan6.com, Jakarta – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Jember atas langkah strategis dalam mengoptimalkan data kemiskinan. Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, menyoroti upaya Jember sebagai model inovatif yang menggabungkan verifikasi faktual dengan teknologi digital untuk memastikan data sosial ekonomi lebih akurat. Ini menjadi langkah penting dalam mencapai target nasional pengentasan kemiskinan.
Verifikasi Data sebagai Pondasi Kebijakan Sosial
Dalam kegiatan sosialisasi Rencana Induk dan Inovasi Daerah di Gedung TB Taskin, Jakarta, Iwan Sumule mengatakan bahwa keterlibatan 20 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses validasi lapangan menjadi keunggulan Jember. Metode ini memastikan data kemiskinan tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
“Key Strategy Jember terletak pada kolaborasi antara pusat dan daerah untuk menciptakan data yang representatif dan dapat diandalkan,” ujarnya.
BP Taskin menekankan bahwa keberhasilan program sosial tergantung pada kualitas data. Verifikasi yang dilakukan Pemkab Jember melibatkan pelatihan ASN oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial. Ini membantu memperkuat sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan meminimalkan kesalahan informasi yang bisa mengganggu alokasi bantuan.
Perbaikan Data dan Target Nasional
Angka kemiskinan nasional pada September 2025 mencapai 8,25 persen atau 23,36 juta orang. Pemerintah menargetkan penurunan angka tersebut menjadi 4,5-5 persen pada 2029, sementara kemiskinan ekstrem diharapkan mencapai nol persen di 2026. Key Strategy Jember, yang menurunkan angka kemiskinan dari 9,01 persen (2024) menjadi 8,67 persen (2025), menjadi contoh nyata penerapan kebijakan berbasis data yang tepat.
Sekitar 8,01 ribu jiwa di Jember berhasil keluar dari kategori miskin, meski secara absolut jumlah penduduk miskin masih menduduki peringkat kedua di Jawa Timur. Proses verifikasi data yang dilakukan selama satu bulan, mulai 17 April hingga 17 Mei 2025, memastikan keakuratan indikator kemiskinan seperti kondisi tempat tinggal, penghasilan, dan akses pendidikan. Pemkab Jember juga menekankan validasi terhadap kelompok Desil 1 sebagai prioritas.
Keterlibatan ASN dan Teknologi Digital
Pelibatan 20 ribu ASN Pemkab Jember dalam verifikasi lapangan menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan data kemiskinan. ASN tersebut tidak hanya memeriksa kondisi riil masyarakat, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah pusat dapat berjalan efektif di tingkat daerah.
“Key Strategy ini menggabungkan upaya manusia dan teknologi untuk mempercepat transparansi dan akuntabilitas data,” tambah Iwan Sumule.
Proses verifikasi dilakukan dengan metode ground check, yaitu kunjungan langsung ke rumah tangga satu per satu. Teknologi digital berbasis web dan smartphone juga menjadi alat pendukung, mempermudah pelaporan dan pemantauan. Iwan Sumule menegaskan bahwa partisipasi ASN bukan hanya mengurangi kesalahan data, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan sosial.
Implementasi Inovasi dan Kebijakan Daerah
Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan hasil dari koordinasi intensif antara lembaga pusat dan daerah. Key Strategy Jember fokus pada pendekatan mikro By Name By Address (BNBA), yang memungkinkan bantuan sosial lebih tepat sasaran. “Dengan data yang akurat, kita bisa memastikan program sosial sesuai dengan kebutuhan sebenarnya,” kata Gus Fawait.
Pemkab Jember juga mengintegrasikan DTSEN dengan program pemerintah pusat, sehingga data bisa digunakan untuk kebijakan yang lebih terpadu. Kebijakan ini mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Kementerian PAN RB, yang menilai langkah Jember layak dijadikan referensi nasional. Verifikasi data yang telah dilakukan menunjukkan hasil signifikan, dengan data kemiskinan yang semakin mendekati kebenaran.
Langkah Pemkab Jember dan Harapan Masa Depan
Dengan 20 ribu ASN yang terlibat, Pemkab Jember menegaskan komitmen untuk menyempurnakan data kemiskinan. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi untuk kebijakan daerah yang lebih efektif, terutama dalam penyaluran bantuan sosial. BP Taskin mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai contoh bagus dalam penerapan Key Strategy.
Verifikasi data yang dilakukan selama satu bulan juga memberikan pelatihan kepada ASN, sehingga mereka mampu mengimplementasikan standar nasional secara konsisten. Dengan data yang lebih akurat, Pemkab Jember siap mendukung target nasional pengentasan kemiskinan. Key Strategy ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga pusat dan daerah dapat menghasilkan solusi yang efektif dan berdampak luas.
