Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Key Issue: Kisah Asep di Job Fair, Tersandung Batas Usia tapi Pantang Menyerah

Barbara Miller 3 mins read 7 views

Kisah Asep di Job Fair: Key Issue Usia Tidak Menjadi Penghalang Semangat Kerja Key Issue - Dalam sebuah acara kerja yang dinamis, Key Issue tentang usia kerja

Key Issue: Kisah Asep di Job Fair, Tersandung Batas Usia tapi Pantang Menyerah

Kisah Asep di Job Fair: Key Issue Usia Tidak Menjadi Penghalang Semangat Kerja

Key Issue – Dalam sebuah acara kerja yang dinamis, Key Issue tentang usia kerja sering muncul sebagai tantangan bagi pekerja yang ingin kembali meraih peluang di dunia profesional. Asep (51), peserta Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026, menjadi contoh nyata bagaimana semangat luar biasa bisa mengatasi batas usia. Meski usianya memasuki kepala lima, ia tetap bersemangat mengikuti peluang kerja yang ditawarkan perusahaan-perusahaan. Berbeda dengan kebanyakan peserta yang sibuk memeriksa layar ponsel, Asep melangkah dengan perlahan namun penuh harapan, seolah menantikan momen yang bisa mengubah kehidupannya.

Profil Asep dan Kehidupan Sehari-Hari

Asep, seorang kepala rumah tangga, memiliki kehidupan yang sibuk namun terasa monoton. Dulu, ia bekerja sebagai sopir selama sekitar 10 tahun, hingga terpaksa berhenti pada 2025 lalu. Selama sembilan bulan terakhir, rutinitasnya terbatas pada aktivitas keluarga, membuatnya merasa tidak lagi berkontribusi secara nyata. Namun, Key Issue yang ia hadapi tidak menghentikan keinginannya untuk kembali bekerja, karena ia menyadari bahwa produktivitas seorang pekerja bergantung pada semangat, bukan usia.

Dalam usaha menemukan pekerjaan baru, Asep memutuskan untuk mengikuti Job Fair di Gedung Nyi Ageng Serang. Ia mengandalkan sepeda motor sebagai sarana transportasi, meski alat itu cukup sederhana, tapi menjadi bagian dari kehidupannya yang tetap bertenaga. Ia kerap mengantarkan istri bekerja atau menjemput kerabat, sekaligus memanfaatkan waktu senggang untuk menjelajahi lowongan pekerjaan. Dengan Key Issue usia, ia tetap optimis bahwa ketekunan bisa menjadi kunci untuk menembus batas.

Perjuangan Asep di Job Fair dan Harapan untuk Masa Depan

Saat melamar ke perusahaan roti, Asep mengandalkan relasi yang dimilikinya. Namun, Key Issue usia kembali menjadi penghalang. Meski ada koneksi, batas usia 51 tahun tetap membuatnya pulang dengan tangan kosong. “Kalau bidang lain, saya ada sih dulu pernah kerja di pabrik roti. Kemarin saya ngelamar di perusahaan roti, tapi (kendala) umur, padahal ada relasi,” cerita Asep dengan nada sedih namun tak menyerah.

Kisah Asep menjadi cerminan Key Issue yang sering dihadapi lansia di pasar kerja. Di era digital, usia sering menjadi parameter untuk menilai keandalan seseorang, padahal ketekunan dan pengalaman bisa menjadi kekuatan. Saat ini, ia berjuang untuk menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang, tapi peluang untuk memperlihatkan kemampuan yang masih terbuka. Meski dulu bekerja sebagai sopir, kini ia ingin menemukan pekerjaan tetap agar bisa merasa berarti sehari-hari.

Saat matahari mulai terbenam di Gedung Nyi Ageng Serang, Asep masih bertahan. Ia melihat daftar lowongan satu per satu, sembari menyisipkan doa di setiap langkahnya. “Kalau soal produktif apa enggaknya, saya rasa saya masih bisa. Masih kuat untuk beraktivitas,” tegasnya dengan Key Issue usia yang ia pertahankan sebagai bagian dari identitas diri. Baginya, pekerjaan bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang pengakuan dan peran dalam kehidupan sosial.

Kebanyakan peserta Job Fair diusia muda, tapi Asep tidak gentar. Ia yakin, Key Issue usia bisa diatasi dengan keinginan yang tak pernah padam. Kebosanan dan kehampaan setelah pensiun membuatnya ingin kembali berada di lingkungan kerja. “Saya ingin kerja lagi, pengen ada aktivitas sehari-hari. Kalau cuma di rumah terus, rasanya gimana ya, saya juga perlu penghasilan sendiri, minimal buat beli rokok,” ujarnya dengan suara tenang namun penuh harap.

Asep juga menyadari bahwa Key Issue usia adalah tantangan yang bisa diubah. Ia mencoba memanfaatkan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki, sekaligus belajar cara menyesuaikan diri dengan permintaan pasar kerja saat ini. Meski tidak memiliki latar belakang akademis, ia percaya bahwa keberanian dan kerja keras bisa menjadi kekuatan. “Saya tidak menyerah, meski ada batas usia, tapi saya masih bisa berkontribusi,” tambahnya.

Di tengah kekacauan Job Fair, Asep menjadi saksi bisu Key Issue usia yang masih relevan. Ia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang mutlak, tapi batas yang bisa ditempuh dengan tekad. Dengan Key Issue yang ia hadapi, Asep mengingatkan kita bahwa semangat dan kemampuan seseorang tidak berkurang karena usia. Ia memperlihatkan bahwa ketekunan bisa membuka jalan, bahkan di usia yang dianggap sudah terlalu tua.

Gabung diskusi