Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Key Discussion: Temui Jokowi, Rismon Bawa Koreksi Buku Jokowi’s White Paper

James Gonzalez 3 mins read 1 views

Koreksi Buku 'Jokowi White Paper' Disampaikan Rismon ke Presiden Jokowi Key Discussion – Jakarta, Liputan6.com – Rismon Hasiholan Sianipar, seorang ahli

Key Discussion: Temui Jokowi, Rismon Bawa Koreksi Buku Jokowi’s White Paper

Koreksi Buku ‘Jokowi White Paper’ Disampaikan Rismon ke Presiden Jokowi

Key Discussion – Jakarta, Liputan6.com – Rismon Hasiholan Sianipar, seorang ahli digital forensik dan penulis buku Jokowi’s White Paper, mengunjungi kediaman Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, di Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, pada Rabu (17/6/2026). Kunjungan ini dilakukan bersamaan dengan penasihat hukumnya, Jahmada Girsang, serta Ketua Militan Gibran Nusantara, Andi Aswan, dalam rangka menyampaikan koreksi terhadap buku yang telah dipublikasikan. Key Discussion ini menjadi momen penting bagi Rismon untuk menjelaskan sejumlah temuan yang dianggap perlu diperbaiki, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari publik.

Tujuan Utama dari Pertemuan dengan Jokowi

Rismon menyatakan bahwa tujuan utamanya dalam Key Discussion ini adalah untuk menyampaikan koreksi-koreksi yang telah dilakukan terhadap bukunya, Jokowi’s White Paper. Menurutnya, buku tersebut dirancang sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan akademik terhadap berbagai analisis yang dilakukan. “Koreksi ini dilakukan setelah melalui pengecekan mendalam dan konsultasi dengan tim ahli, termasuk dalam bidang teknik elektro dan informatika,” jelasnya.

“Saya ingin memastikan bahwa buku ini tetap objektif dan dapat dipercaya oleh semua pihak. Dengan Key Discussion ini, saya berharap bisa mendapatkan masukan dari Presiden Jokowi untuk memperkuat integritas dan akurasi informasi yang disajikan,” tambah Rismon, menegaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar karya akademik, tetapi juga menjadi alat untuk menggali fakta-fakta politik dan sosial yang relevan.

Rismon menjelaskan bahwa koreksi-koreksi dalam buku itu terutama berkaitan dengan analisis citra wajah Jokowi. Ia mengungkapkan bahwa dalam bab ke-10 buku tersebut, ada upaya untuk membandingkan foto-foto Jokowi saat muda dengan wajahnya saat menjadi presiden, untuk melihat adanya perubahan yang mungkin terjadi selama 30-40 tahun ke depan. “Analisis ini menggunakan teknik artface, yang mampu mengungkap perubahan kecil pada wajah berdasarkan faktor genetik dan lingkungan,” katanya.

Proses Penyusunan dan Koreksi Buku

Dalam Key Discussion ini, Rismon juga menjelaskan bahwa proses penyusunan buku Jokowi’s White Paper melibatkan berbagai tahap yang ketat. Buku ini dibuat sebagai bukti tentang bagaimana Jokowi mengambil keputusan politik dan sosial selama masa kepemimpinannya. “Kami melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber, termasuk dokumen resmi, laporan survei, dan bukti visual yang terkait dengan kebijakan-kebijakan penting,” ujarnya.

Rismon menjelaskan bahwa selain citra wajah, ada juga kajian tentang sejumlah isu seperti pembangunan infrastruktur, kebijakan ekonomi, dan dampak sosial dari kebijakan-kebijakan yang diambil Jokowi. “Kami juga melakukan uji coba foto beberapa tokoh publik lainnya, seperti Pak SBY, Pak Luhut Binsar, Pak Anies Baswedan, dan Bu Megawati, untuk memastikan metode analisis yang digunakan konsisten,” katanya.

Menurut Rismon, buku ini adalah hasil kolaborasi dengan dua rekan konsultan, Roy Suryo dan dokter Tifa. “Kami saling memberi masukan dan memastikan bahwa buku ini tidak hanya menjadi kritik, tetapi juga bentuk analisis ilmiah yang transparan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa buku ini telah melewati proses editing dan review yang cukup panjang sebelum diterbitkan.

“Koreksi ini bukan sekadar untuk memperbaiki kesalahan, tetapi juga untuk memperkuat keakuratan buku ini sebagai referensi bagi masyarakat dan akademisi,” tegas Rismon, yang ingin memastikan bahwa karya penulisnya bisa menjadi bahan diskusi yang produktif dalam Key Discussion politik dan akademik.

Menurut penasihat hukum Rismon, Jahmada Girsang, kunjungan ke Presiden Jokowi adalah bentuk tanggung jawab moral yang dilakukan oleh kliennya. “Dalam Key Discussion ini, Rismon menunjukkan komitmennya untuk terus memperbaiki karya dan menjawab pertanyaan publik secara langsung,” pungkasnya. Ia juga menyebutkan bahwa hasil koreksi ini akan segera diterbitkan ulang sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Rismon menyampaikan bahwa Key Discussion ini merupakan langkah awal dalam proses pengelolaan buku yang telah dipublikasikan. Ia berharap dengan adanya koreksi, buku ini bisa menjadi sumber informasi yang lebih akurat dan bermanfaat bagi para pembaca. “Ini juga bentuk komunikasi antara penulis dan pembaca, sehingga masyarakat bisa memahami proses penulisan dan pengeditan secara lebih baik,” tambahnya.

Gabung diskusi