Gus Fawait Perkuat Diplomasi Global, Sister City Jember-Jinhua Bukan Hanya Seremoni
Penegaskan Komitmen Melalui Kerja Sama Internasional
Key Discussion – Kabupaten Jember mencuri perhatian dengan menggelar upacara resmi perkuatan hubungan diplomatik internasional melalui kerja sama Sister City dengan kota Tiongkok, Jinhua. Acara ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud komitmen untuk mengembangkan kerja sama yang berkelanjutan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta pertukaran budaya. Pertemuan antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan delegasi kota Jinhua di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Jawa Timur, berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, dan menjadi titik balik dalam hubungan antar kota yang semakin erat.
Gus Fawait, yang akrab disapa dengan gelar Bupati Jember, menyambut kedatangan para delegasi dari Tiongkok, antara lain Konsul Jenderal Republik Rakyat China di Surabaya, Ye Su, dan Wakil Ketua Komite Konferensi Konsultatif Politik Kota Jinhua, Yang Jian Ming. “Selamat datang di Jember, semoga Ibu Bapak merasa nyaman dan kembali lagi ke kota yang dicintai ini,” ujarnya sambil menegaskan bahwa kerja sama ini akan menjadi fondasi untuk pertukaran ilmu dan kebudayaan yang lebih dalam. “Key Discussion ini menggarisbawahi bahwa hubungan antar kota tidak hanya berupa kesepakatan formal, tapi juga pengembangan nyata yang berdampak pada masyarakat kedua belah pihak.”
“Orang-orang pondok pesantren sudah mengenal istilah Uthlubul ilma walau bish-shiin. Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China,” kata Gus Fawait.
Kerja sama antara Jember dan Jinhua, menurut Gus Fawait, memiliki peluang besar berkembang karena saling melengkapi kekuatan ekonomi dan sumber daya. Ia menjelaskan bahwa Jember ingin memperluas hubungan yang tidak hanya fokus pada ekonomi, tapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, serta pertukaran pengetahuan. “Key Discussion ini merupakan langkah strategis untuk membangun kemitraan yang bisa menghasilkan proyek-proyek konkret, seperti pengembangan infrastruktur, kerja sama riset, dan penguatan kekuatan lokal melalui investasi asing,” tambahnya.
Potensi Jember Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Jember, kata Gus Fawait, memilik banyak potensi yang bisa menjadi dasar kerja sama internasional. Dengan populasi sekitar 2,6 juta jiwa, kota ini menjadi sentra pertanian, perkebunan, dan industri kreatif. Jember juga dikenal sebagai lumbung pangan di Jawa Timur, dengan produk unggulan seperti jagung, kopi robusta, edamame, okra, tembakau, dan cerutu yang masuk pasar ekspor. “Key Discussion ini menegaskan bahwa Jember bukan hanya kota kecil di Jawa Timur, tapi juga destinasi yang layak dijadikan mitra strategis,” jelas Gus Fawait.
Kota ini didukung oleh kekuatan pendidikan, di mana terdapat berbagai institusi seperti perguruan tinggi, sekolah, serta pesantren. “Key Discussion tidak hanya tentang perjanjian formal, tapi juga tentang sinergi antara pendidikan dan kehidupan masyarakat. Jadi, bukan hanya Sister City, tapi Sister University, Sister School, atau Sister Hospital yang bisa memperkuat hubungan antar masyarakat kedua kota,” tambahnya.
Komitmen untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan diapresiasi oleh Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Jember, Agus Trihartono. Menurutnya, kota-kota saat ini berperan penting dalam mempererat hubungan lintas negara. “Key Discussion ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antar kota bisa menjadi jembatan untuk mendorong kerja sama bilateral yang lebih luas. Hubungan Indonesia dan Tiongkok akan menjadi salah satu ikatan terkuat di Asia pada abad ke-21,” kata Agus.
Sementara itu, Irfan Kharisma Putra, akademisi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, menyebut kehadiran delegasi Tiongkok ke Jember menandai pengakuan bahwa kota ini mulai dianggap sebagai destinasi yang menarik. “Key Discussion ini menunjukkan Jember mulai dipandang sebagai kawasan dengan ekonomi potensial, pertanian modern, industri kreatif, pariwisata, serta SDM yang kompetitif,” jelas Irfan. Ia menambahkan bahwa kota Jinhua, yang terletak di provinsi Zhejiang, Tiongkok, juga memiliki sektor unggulan seperti teknologi, manufaktur, dan pengembangan kota pintar.
Dalam menyambut kunjungan delegasi, Gus Fawait juga menggarisbawahi pentingnya kebudayaan dalam memperkuat hubungan diplomatik. “Key Discussion ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni dan budaya Jember kepada dunia. Misalnya, seni batik, musik tradisional, serta budaya pesantren yang menjadi ciri khas kota ini,” ujarnya. Acara yang dihadiri oleh ribuan warga Jember tersebut berlangsung dengan meriah, dengan dihiasi tarian tradisional dan pertunjukan budaya lainnya.
Komitmen Jember dan Jinhua untuk mewujudkan kerja sama yang lebih luas tidak hanya terbatas pada pertemuan formal, tapi juga melibatkan masyarakat. “Key Discussion ini membuka peluang bagi masyarakat kedua kota untuk berinteraksi secara langsung, membangun kepercayaan, dan menciptakan peluang ekonomi baru,” tambah Gus Fawait. Ia berharap kerja sama ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia yang ingin mengembangkan hubungan diplomatik internasional.
