Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Key Discussion: Bekas Borgol di Tangan Andre Jadi Saksi Misi Kemanusiaan ke Gaza
News

Key Discussion: Bekas Borgol di Tangan Andre Jadi Saksi Misi Kemanusiaan ke Gaza

Joseph Lopez Reporter Senin, 25 Mei 2026 pukul 06:58 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
e628c6f7-0a65-45fa-99ea-68c9b16773ca-0

Table of Contents

Toggle
  • Bekas Borgol di Tangan Andre Jadi Saksi Misi Kemanusiaan ke Gaza
    • Perjalanan ke Gaza dan Pengalaman Andre
    • Keterbatasan Bahasa dan Tantangan Lain
    • Mogok Makan dan Upaya Memulihkan Kondisi
    • Komitmen terhadap Kemerdekaan Palestina
    • Perjalanan Berkesan dan Harapan untuk Masa Depan
    • Kembalinya WNI dan Kekuatan Misi

Bekas Borgol di Tangan Andre Jadi Saksi Misi Kemanusiaan ke Gaza

Key Discussion – Minggu (24/5/2026), Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dihiasi suasana penuh keharuan dan sukacita. Biasanya tempat tersebut ramai dengan lalu lintas penumpang dan pengunjung, namun hari ini berbeda. Dua belas orang yang hadir di lokasi termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil pulang setelah beberapa hari terjebak di kapal penjara milik tentara Israel. Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, yang bertujuan mengirimkan bantuan ke Gaza, berhasil mencapai tujuannya meski dihadapkan dengan tantangan besar. Salah satu peserta misi, Andre, seorang jurnalis Tempo, menjadi saksi mata atas pengalaman pahit yang dialami para WNI selama tertahan.

Perjalanan ke Gaza dan Pengalaman Andre

Setelah berhasil dilepaskan dari penahanan, Andre mengungkapkan kisah yang tak terlupakan. Ia mengatakan bahwa perjalanan menuju Gaza berakhir dengan kejadian tidak terduga. Kapal yang membawa mereka menuju wilayah tersebut diintersepsi oleh pasukan Israel di tengah perjalanan. Sebagai akibatnya, ia dan para aktivis lainnya dibawa ke kapal penjara yang menurut Andre terkesan kecil. “Di sana, saya dimasukkan ke dalam kapal penjara, bukan kapal besar, dan langsung mengalami berbagai bentuk penyiksaan,” ceritanya.

“Saya disitu dimasukin ke kapal penjara, bukan kapal penjara besar. Terus abis itu saya mengalami banyak penyiksaan,” ungkap Andre kepada wartawan.

Bekas luka yang masih terlihat di pergelangan tangan Andre menjadi bukti nyata dari pengalaman menderitanya. Ia menjelaskan bahwa tangan para aktivis diikat menggunakan kabel ties, lalu diborgol secara paksa. Proses ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit fisik, tetapi juga menguras emosi. Meski kejadian tersebut terjadi dalam kondisi darurat, Andre menegaskan bahwa penyiksaan tidak berhenti pada hal-hal sederhana.

Keterbatasan Bahasa dan Tantangan Lain

Selama ditahan, Andre mengalami beberapa kesulitan. Terutama dalam berkomunikasi, karena ia tidak mengerti bahasa Hebrew. Meski begitu, ia sempat diminta menandatangani dokumen oleh tentara Israel. Tapi karena tak mampu memahami isinya, Andre memilih menolak. “Mereka meminta saya menandatangani sesuatu, tapi karena tidak bisa bahasa mereka, saya enggan melakukannya,” katanya.

Dalam perjalanan ke Gaza, para aktivis juga menghadapi tekanan psikologis. Menurut Andre, beberapa dari rekan-rekannya dari Eropa menjadi korban penembakan peluru oleh pasukan Israel. Hal ini dilakukan untuk memaksa mereka terbangun setiap pagi, seolah-olah sebagai bentuk hukuman. “Ada aktivis dari Eropa yang ditembak peluru hanya untuk dibangunkan setiap hari,” lanjutnya.

Mogok Makan dan Upaya Memulihkan Kondisi

Sebagai bentuk protes, Andre melakukan mogok makan selama tiga hari. “Saya melakukan hunger strike selama tiga hari sebagai penolakan,” jelasnya. Namun, sebelum dipindahkan ke Penjara Ashdod, ia mulai sedikit makan dan minum untuk mengembalikan energi yang hilang. “Sebelum dilempar ke Ashdod, saya makan dan minum sedikit demi memulihkan kondisi tubuh,” tambah Andre.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi fisik para aktivis dalam penahanan sering kali terganggu. Terutama karena kurangnya akses ke makanan dan air. Meski demikian, semangat mereka tidak terkikis. Andre berharap kejadian tersebut bisa menjadi peringatan bagi dunia mengenai penjajahan yang terus berlangsung di Palestina.

Komitmen terhadap Kemerdekaan Palestina

Menurut Andre, misi kemanusiaan bukan sekadar perjalanan ke Gaza, tapi juga pertarungan untuk menyuarakan keadilan. “Kami membawa satu tujuan, yaitu menembus blokade yang sudah bertahun-tahun menghalangi bantuan untuk rakyat Palestina,” kata dia. Ia menekankan bahwa perjalanan itu dilakukan di laut internasional, sehingga Israel tidak punya hak menghalangi. “Apa salahnya kami berlayar di lautan internasional, yang tidak ada negara pun berhak mengklaimnya?” tanyanya.

“Yang saya bakal kasih lihat kepada dunia adalah bahwa penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina, terhadap negara Palestina itu masih terjadi hingga hari ini,” ujar Andre.

Andre juga menyampaikan pesan kepada pemerintah Indonesia agar tetap konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Ia berharap, negara ini bisa terus menjadi suara kemanusiaan di tengah konflik yang tak kunjung surut. “Anak, ibu, dan perempuan masih menderita. Mereka kelaparan dan tanah mereka secara perlahan dijajah,” jelasnya. Angka 9.000 warga Palestina yang terus-menerus mengalami penderitaan menjadi bukti betapa pentingnya misi ini.

Perjalanan Berkesan dan Harapan untuk Masa Depan

Misi tersebut berakhir dengan sukses setelah para WNI pulang ke Jakarta bersama delapan rekan lainnya dari Turki. Mereka menghabiskan waktu tiga hari dalam penahanan, termasuk Andre yang mengalami penderitaan fisik dan mental. Meski sempat diculik, ia tetap semangat untuk terus mengadvokasi kebebasan Palestina. “Kegagalan pasukan Israel menghalangi misi kemanusiaan ini adalah bentuk keberanian kami,” tutur Andre.

Andre menilai bahwa kejadian ini tidak hanya mengubah hidup para WNI, tapi juga memberikan dorongan bagi masyarakat Indonesia untuk lebih peduli. Ia menambahkan bahwa pengalaman pribadinya di Gaza menjadi saksi mata atas kekejaman yang terjadi di sana. “Semua yang kami alami, baik fisik maupun mental, adalah bukti bahwa perjuangan untuk kemerdekaan masih relevan,” ujarnya.

Pengalaman Andre selama di penjara juga menjadi cerminan tentang bagaimana kekuasaan bisa menghambat kebebasan. Namun, ia percaya bahwa keberanian dan semangat para aktivis tetap akan terus menyala. “Kami tidak akan berhenti sampai rakyat Palestina mendapatkan keadilan,” pungkas Andre. Dengan harapan tersebut, ia menitipkan pesan kepada Indonesia agar tetap menjadi bagian dari perjuangan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

Kembalinya WNI dan Kekuatan Misi

Bagikan:

Berita Terkait

1eccf430-dfad-4d88-9c86-6fcb6289f962-0

Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya

30 Mei 2026

Topics Covered: Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

30 Mei 2026
0b5f03d6-7960-4d7c-898f-53a69ad4e937-0

Solution For: Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1 Kilometer di Atas Puncak

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.