Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Keluarga Kecewa 3 Pembunuh Kacab Bank Divonis Rendah: Tidak Sepadan Hukumannya
News

Keluarga Kecewa 3 Pembunuh Kacab Bank Divonis Rendah: Tidak Sepadan Hukumannya

Barbara Miller Reporter Rabu, 03 Juni 2026 pukul 23:22 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
81ce4335-80d6-46c4-8965-3a73189f5773-0

Table of Contents

Toggle
  • Keluarga Korban Mengecam Vonis Ringan Tiga Pelaku Pembunuhan Kacab Bank
    • Kasus Pembunuhan Berdarah yang Mengguncang Komunitas Militer
    • Vonis Terdakwa Dinilai Tidak Memberi Keadilan
    • Keluarga Mengajukan Harapan Baru
    • Pelaku Dituduh Membuat Kehilangan Nyawa Korban

Keluarga Korban Mengecam Vonis Ringan Tiga Pelaku Pembunuhan Kacab Bank

Keluarga Kecewa 3 Pembunuh Kacab Bank – Jakarta – Pengadilan Militer II-08 Jakarta baru saja memberikan vonis kepada tiga terdakwa pembunuhan kepala cabang bank yang meninggal dalam insiden tragis. Keluarga korban, Muhammad Ilham Pradipta (37), mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap hukuman yang dianggap terlalu ringan. “Kami merasa keadilan belum tercapai,” keluh Iwan Triwansyah, mertua korban, setelah menghadiri sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (3/6/2026). Pasalnya, hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku dinilai tidak sebanding dengan trauma yang dialami keluarga setelah kehilangan sosok yang dicintai.

Kasus Pembunuhan Berdarah yang Mengguncang Komunitas Militer

Kasus ini memicu kecaman dari masyarakat sekitar dan keluarga korban karena pelaku dianggap bertanggung jawab atas kematian Ilham Pradipta. Kematian korban terjadi setelah dijegal dan dianiaya oleh tiga pelaku yang terdiri dari anggota militer. Dalam persidangan, keluarga menyoroti perlakuan kasar terhadap korban, yang mengakibatkan cedera serius dan akhirnya meninggal. “Pembunuhan ini bukan hanya kejadian biasa, tapi tragedi yang mengguncang hati kita semua,” kata Iwan. Ia menambahkan, keluarga berharap hukuman yang diberikan bisa menjadi bentuk penegakan hukum yang tegas terhadap tindakan kekerasan tersebut.

Vonis Terdakwa Dinilai Tidak Memberi Keadilan

Keluarga korban merasa pusing karena hukuman yang diberikan oleh majelis hakim dinilai kurang mewakili bobot kejahatan. Mereka menilai vonis yang diberikan tidak cukup untuk membalas perbuatan tiga pelaku yang dianggap bertanggung jawab penuh atas kematian Ilham. “Kami mengharapkan hukuman yang lebih berat, seperti hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara,” ungkap Iwan. Ia menjelaskan, keluarga tetap berserah diri kepada Tuhan, tetapi merasa terluka karena hukuman di dunia ini dianggap tidak setimpal dengan kejahatan yang dilakukan.

Proses persidangan berlangsung selama beberapa bulan, di mana keluarga korban aktif mengawal kasus hingga tuntutan dari jaksa penuntut. Meski pihak berwenang menetapkan hukuman 13 tahun penjara untuk Serka Mochamad Nasir, terdakwa utama, keluarga masih merasa ada celah hukum yang bisa diisi untuk memperberat hukuman. “Kami tidak menyangkal keadilan yang diberikan, tetapi ingin hukuman bisa lebih mengguncang,” kata Iwan. Ia mengingatkan bahwa kejahatan pembunuhan tidak hanya menghabiskan nyawa korban, tetapi juga menyedot harapan keluarga yang telah berjuang keras selama bertahun-tahun.

Keluarga Mengajukan Harapan Baru

Keluarga korban sudah menyatakan kekecewaan mereka dalam beberapa kesempatan, termasuk setelah membaca putusan pengadilan. Mereka berharap keadilan bisa ditegakkan melalui proses hukum yang lebih ketat, terutama dalam penanganan kasus kriminal militer. “Kami menginginkan hukuman yang lebih berat, karena kejahatan ini sangat berat,” ujar Iwan. Ia juga menegaskan bahwa keluarga tetap yakin akan keadilan di dunia dan akhirat, meskipun hukuman di dunia ini dianggap terlalu ringan. “Semoga mereka merasa sakit di dunia ini, tapi di akhirat akan ada pertanggungjawaban yang lebih jauh,” tambahnya.

Kasus ini memicu diskusi luas tentang efektivitas hukum militer dalam menangani kejahatan berat. Keluarga korban berharap proses penegakan hukum bisa lebih transparan dan berimbang, terutama dalam mempertimbangkan dampak psikologis terhadap keluarga. “Kami ingin hukuman bisa menjadi peringatan bagi orang-orang yang mengambil nyawa orang lain dengan mudah,” jelas Iwan. Ia juga menyoroti keterlibatan tiga pelaku dalam kejadian tersebut, yang menurutnya menggambarkan sistem yang masih memiliki kelemahan dalam menangani tindakan kekerasan oleh anggota militer.

Pelaku Dituduh Membuat Kehilangan Nyawa Korban

Majelis hakim dalam amar putusan menetapkan hukuman 13 tahun penjara kepada Serka Mochamad Nasir sebagai terdakwa utama, sementara Kopda Feri Herianto dan Serka Frengky Yaru masing-masing mendapat hukuman 7 tahun dan 1 tahun penjara. Selain itu, ketiga terdakwa dikenai pemecatan dari dinas militer dan wajib membayar kerugian sebesar Rp 750 juta, Rp 500 juta, dan Rp 500 juta. Namun, keluarga korban masih menilai bahwa hukuman ini belum cukup untuk memulihkan kehilangan mereka. “Kami ingin hukuman bisa membuat pelaku merasa tidak nyaman selama bertahun-tahun,” harap Iwan.

Insiden pembunuhan kepala cabang bank ini tidak hanya menjadi kejadian tragis bagi keluarga, tetapi juga mengguncang masyarakat. Banyak warga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap keadilan yang dijatuhkan, sementara beberapa anggota masyarakat mengkritik kecepatan penanganan kasus. “Ini kasus yang sangat berat, tapi hukumannya terlalu ringan,” ujar salah satu warga. Iwan Triwansyah menegaskan bahwa keluarga akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan, baik melalui jalur hukum maupun jalur sosial. “Kami tidak menyerah, dan akan terus memperjuangkan nasib Ilham sampai tuntas,” tegasnya. Kekecewaan keluarga ini menjadi sorotan publik, yang semakin memperkuat keinginan untuk revisi hukuman lebih berat.

Bagikan:

Berita Terkait

c338e89f-e3c0-4bbd-85c8-c6ccf7458d93-0

Meeting Results: Saleh Daulay Protes Tak Disapa Menteri saat Rapat di DPR: Apa Salah Saya?

3 Jun 2026
f5ef29ee-8385-4c2b-b062-1900436ff008-0

Special Plan: Dadan Hindayana Intervensi PPK dalam Program MBG

3 Jun 2026
4d8192de-ddf5-43fb-a137-55a30c8a742c-0

Official Announcement: Sebelum Dicari KPK, Silmy Karim Sempat Balas Pesan soal OTT Imigrasi Jakbar

3 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

c338e89f-e3c0-4bbd-85c8-c6ccf7458d93-0

Meeting Results: Saleh Daulay Protes Tak Disapa Menteri saat Rapat di DPR: Apa Salah Saya?

49 menit yang lalu
f5ef29ee-8385-4c2b-b062-1900436ff008-0

Special Plan: Dadan Hindayana Intervensi PPK dalam Program MBG

50 menit yang lalu
4d8192de-ddf5-43fb-a137-55a30c8a742c-0

Official Announcement: Sebelum Dicari KPK, Silmy Karim Sempat Balas Pesan soal OTT Imigrasi Jakbar

52 menit yang lalu
25d5b390-7250-48f6-ba43-b6bd8f5d1206-0

Key Strategy: Prabowo Usai Copot 3 Pimpinan BGN: Saya Tak Mau Uang Rakyat Dicuri

54 menit yang lalu
766f1838-4f45-4be1-846d-b41c78fb0b1b-0

Key Strategy: Prabowo Yakin MBG Bisa Ciptakan 3 Juta Lapangan Kerja, Begini Hitungannya

56 menit yang lalu

Kategori

  • Bisnis (869)
  • News (1330)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Key Strategy: Prabowo Usai Copot 3 Pimpinan BGN: Saya Tak Mau Uang Rakyat Dicuri
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.