Kebakaran Hanguskan Lapak Kontrakan Kalideres, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Kebakaran Hanguskan Lapak dan Kontrakan di Kalideres – Satu lapak dan tiga unit kontrakan di Jalan Permata Dalam, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, dilalap api pada dini hari Minggu (24/5/2026). Peristiwa ini menyebabkan kerugian hingga Rp1 miliar. Api muncul tiba-tiba sekitar pukul 03.57 WIB, lalu diatasi oleh petugas pemadam yang diterjunkan segera setelah kejadian. Warga sekitar menyebutkan, kobaran api memakan korban besar karena lokasi lapak dan kontrakan berdekatan dengan tempat tinggal masyarakat, sehingga menjalar cepat.
Respons Pemadam dan Situasi di Lokasi
Menurut Achmad Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, kebakaran di Kalideres membutuhkan sekitar 45 petugas untuk mengendalikan situasi. Delapan mobil pemadam dikerahkan ke lokasi, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 05.30 WIB. Ia menjelaskan, meskipun tidak ada korban jiwa atau luka, kondisi lokasi terpapar asap dan abu cukup mengganggu kegiatan warga sekitar.
“Kebakaran tersebut terjadi di waktu dini hari, sehingga warga yang tinggal di sekitar lapak dan kontrakan terkejut. Sistem pemadam diterapkan dengan cepat untuk mencegah kerusakan lebih luas,” ujar Syaiful.
Beberapa warga mengungkapkan, bangunan yang hangus termasuk satu lapak usaha dan tiga kontrakan milik keluarga berbeda. Para pemilik bangunan kehilangan peralatan, barang dagangan, dan benda-benda bernilai tinggi. Sementara itu, petugas pemadam melaporkan bahwa api menyebar cepat akibat bahan bakar yang mudah terbakar di sekitar area tersebut.
Penyebab Kebakaran Masih Dikaji
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, meski polisi mengungkapkan kemungkinan bermula dari sumber kecil seperti kabel listrik yang korsleting atau kompor yang terlupakan. Syaiful menambahkan, tidak hanya kerugian materi, tetapi juga dampak psikologis terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal.
Selain itu, kebakaran tersebut menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan di sekitar tempat usaha. Para korban kebakaran sebagian besar terdiri dari pengusaha kecil dan pekerja harian, yang kini harus beralih ke tempat tinggal sementara. Ia juga mengatakan bahwa investigasi akan dilakukan untuk memastikan akar masalah dan memberikan rekomendasi pencegahan.
Kondisi Pasca-Kebakaran
Setelah api dipadamkan, tim evakuasi mulai membersihkan sisa-sisa kebakaran yang menutupi jalanan sekitar. Beberapa warga menyebutkan, asap dan debu yang menyebar membuat udara terasa menggumpal. Seorang warga setempat, Rina, mengatakan bahwa situasi cukup kritis karena kebakaran terjadi di tengah malam.
Berdasarkan laporan, total kerugian mencapai Rp1 miliar akibat kerusakan pada lapak dan kontrakan. Kebakaran juga memengaruhi jaringan listrik dan akses jalan karena bangunan yang terbakar berada di daerah padat. Meski kondisi sedang membaik, penghuni sekitar masih menunggu kepastian apakah bangunan bisa diperbaiki atau harus dibangun ulang.
Peristiwa kebakaran di Kalideres menimbulkan perhatian publik terhadap keamanan lingkungan. Pemilik lapak dan kontrakan yang terkena seringkali memulai usaha mereka dengan modal terbatas, sehingga kerugian ini bisa menyebabkan kesulitan finansial. Kebakaran yang disebut “kebakaran Hanguskan Lapak dan Kontrakan” ini menjadi peringatan bahwa tindakan pencegahan harus dilakukan sebelum kejadian serupa terulang.
