Important Visit: Sidang Tuntutan Andrie Yunus Diundur, Hakim Khawatir Mundur Terus
Important Visit menjadi sorotan utama dalam sidang tuntutan kasus Andrie Yunus yang sempat ditunda. Kasus ini terjadi setelah empat anggota TNI dihukum karena dituduh melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie, seorang aktivis KontraS. Sidang tuntutan yang sebelumnya dijadwalkan pada Rabu (20/5/2026) batal karena adanya penambahan saksi ahli, yang menimbulkan kekhawatiran Hakim Ketua akan keterlambatan proses hukum.
Penundaan Sidang Tuntutan
Kubu penasihat hukum langsung meminta ruang untuk menghadirkan ahli pidana, menyebabkan jadwal sidang tertunda. Oditur Militer memutuskan menambahkan dua saksi ahli, Parintosa Atmodiwirjo (dokter bedah plastik) dan Faraby Martha (dokter mata), dari RSCM. Penambahan ini dianggap penting untuk memperkuat sisi pengacara dalam mempersiapkan argumen tuntutan yang lebih solid.
Dalam sidang, Hakim Ketua mengungkapkan kecemasannya terhadap penundaan berulang. “Terakhir ini ada ahli lagi? Barangkali ini mundur-mundur lagi?” tanyanya, menggambarkan kekhawatiran tentang efisiensi proses persidangan. Oditur Militer menyatakan pemeriksaan ahli sudah selesai, tetapi tim penasihat hukum tetap meminta kesempatan untuk menghadirkan ahli pidana dalam sidang berikutnya.
Upaya Mempertahankan Proses Hukum
Pembela Andrie Yunus menekankan pentingnya penambahan saksi ahli sebagai bagian dari upaya menjamin keadilan. Mereka berargumen bahwa ahli pidana akan memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam mengungkap aspek kriminal dalam kasus ini. Penundaan ini dianggap sebagai bagian dari “important visit” untuk memastikan semua bukti telah dipertimbangkan secara matang.
Ketua Majelis Hakim mengingatkan bahwa masa penahanan terdakwa terbatas dan risiko penundaan bisa memperpanjang masa tahanan. “Kalau mundur-mundur lagi nanti penahanannya habis,” ujarnya, menyiratkan kebutuhan kecepatan dalam menyelesaikan proses hukum. Meski demikian, sidang tetap menyepakati jadwal baru: saksi ahli dari penasihat hukum akan hadir pada 2 Juni, sementara pembacaan tuntutan dan jawaban terdakwa dijadwalkan pada 3 dan 4 Juni.
Dalam pernyataannya, Hakim Ketua menegaskan bahwa “important visit” ini adalah langkah wajar untuk memperbaiki proses hukum. Ia menekankan pentingnya keselarasan antara kecepatan dan kehati-hatian dalam menetapkan tuntutan. “Yang penting tanggal 2 terakhir. Mudah-mudahan tanggal 10 bisa kita laksanakan pembacaan putusan,” tutupnya, mengakhiri sidang dengan harapan proses akan berjalan lancar.
