Important Visit: Satpol PP Buru Pemilik Monyet Viral yang Dirantai di Pinggir Jalan Margonda
Important Visit – During an important visit, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok intensif mengejar pelaku penggunaan monyet yang dirantai di area Jalan Juanda-Margonda. Aksi ini dilakukan setelah monyet tersebut viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Kepala Satpol PP Kota Depok, Dede Hidayat, menjelaskan bahwa timnya telah menerima laporan mengenai hewan tersebut, yang sebelumnya menjadi sorotan karena diperlakukan tidak manusiawi.
Pemilik Monyet Viral Dirantai di Margonda Diburu Satpol PP
“Monyet ini terikat dengan rantai yang terhubung ke besi pompa air pedestrian,” ujar Dede dalam wawancara dengan Liputan6.com, Senin (25/5/2026). Menurutnya, hewan tersebut milik seorang wanita yang bekerja sebagai pengamen, sering berkeliaran di sekitar lampu merah Margonda. Dede menegaskan bahwa identifikasi pemilik monyet menjadi prioritas dalam important visit ini.
“Kami sedang mengidentifikasi siapa pemilik monyet yang menjadi pusat perhatian ini, informasi awal menyebutkan bahwa ia adalah seorang pengamen perempuan,” tambah Dede. Ia juga menjelaskan bahwa monyet tersebut hanya diberi makan sporadis saat pengamen datang ke lokasi, sehingga kondisinya bisa menjadi lebih buruk.
Upaya Satpol PP Mengatasi Permasalahan Monyet Dirantai
Dalam important visit ini, Satpol PP Kota Depok berupaya memastikan penanganan yang lebih efektif terhadap monyet yang dirantai. Dede menyebutkan bahwa meski kewenangan penertiban hewan liar berada di bawah dinas terkait, pihaknya tetap melakukan tindakan tegas terhadap pengamen yang dianggap menyebabkan kekacauan. “Kami mengedepankan penertiban yang berkelanjutan, karena monyet yang dirantai bisa mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Satpol PP juga menyoroti kelemahan sumber daya yang dimiliki timnya. “Keterbatasan alat dan personel membuat kami sulit mengatasi monyet liar secara langsung, tetapi important visit ini membantu mempercepat proses identifikasi dan penegakan hukum,” terang Dede. Ia berharap dengan penelusuran lebih lanjut, pelaku bisa dihukum sesuai aturan yang berlaku.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Penertiban Jalanan
Aksi Satpol PP dalam important visit ini memicu reaksi positif dari warga Depok. Banyak orang mengapresiasi langkah pihaknya dalam mengejar pengamen yang mempermainkan monyet. “Ini penting, karena monyet dirantai membuat rasa kasihan dan kekesalan terhadap kebijakan pengelolaan hewan di kota,” kata salah satu warga, yang enggan menyebutkan nama. Ia menambahkan bahwa keberadaan monyet di pinggir jalan sudah menjadi kebiasaan sejak beberapa bulan terakhir.
Di sisi lain, Satpol PP juga menghadapi tantangan dari para pengamen. Beberapa pelaku mengaku tidak mengetahui bahwa monyet mereka dianggap melanggar aturan. “Kami berusaha memberi penjelasan secara humanis agar mereka bisa memahami pentingnya important visit ini,” tutur Dede. Meski begitu, perlawanan masih terjadi saat petugas melakukan tindakan.
Peran Dinas Sosial dan Harapan untuk Peningkatan Penertiban
Setelah diringkus, para pengamen yang terlibat dalam penanganan monyet dirantai akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Depok untuk pembinaan. Dede menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mencegah tindakan serupa terulang di masa depan. “Kami berharap dengan pembinaan yang intensif, pelaku bisa lebih memahami peran mereka dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,” imbuhnya.
Important visit ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi kebijakan penertiban pengamen di Kota Depok. Dede menyebutkan bahwa Satpol PP akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk memperkuat sistem pengawasan dan penindakan terhadap pelaku penggunaan monyet dirantai. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya diberi hukuman, tetapi juga dibina agar bisa menjalani kegiatan sosial dengan lebih baik,” pungkasnya.
