Important Visit: Prabowo Subianto Terlibat Langsung dalam Panen Udang di Tambak Kebumen
Important Visit – Sebagai bagian dari rangkaian Important Visit ke wilayah pedesaan, Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara panen udang di kawasan budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Kehadirannya di tambak tersebut menjadi momen istimewa, karena ia tidak hanya menonton tetapi juga secara aktif turut serta dalam proses panen. Sebelum beraksi, Prabowo berdiskusi dengan para petambak dan pengelola proyek tentang langkah-langkah pengembangan usaha pertanian di kawasan tersebut.
Panen Udang dalam Important Visit Menjadi Pemandangan Menarik
Di tambak yang berada di tengah desa, suasana semakin bersemangat saat para penambak mulai menarik jaring hasil panen. Prabowo, yang berpakaian sederhana, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana teknik pengelolaan budidaya udang diterapkan, sambil memberikan dukungan dengan tepuk tangan. Sejumlah penambak kemudian menarik jaring yang penuh udang, menunjukkan hasil panen yang memenuhi harapan.
“Pemandangan ini sangat menggembirakan. BUBK telah berjalan tiga tahun, dan hasilnya mencapai level tertinggi di dunia,” kata Prabowo dalam sambutan yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden. Ia menjelaskan bahwa setiap hektare tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang, dengan harga Rp70 ribu per kilogram, sehingga nilai produksi mencapai Rp70 juta per ton. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang luar biasa dari proyek BUBK.
Proyek BUBK Kebumen dan Kontribusinya untuk Perekonomian Lokal
Panen perdana BUBK Kebumen dilaksanakan pada 26 Juni 2023, dan hingga saat ini proyek tersebut telah memasuki siklus budidaya kedelapan dengan 139 kolam yang aktif. Selama Important Visit ini, Prabowo menyoroti peran BUBK dalam meningkatkan produksi pangan serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Menurutnya, proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang signifikan.
“Dengan satu hektare tambak yang bisa menghasilkan 40 ton, ini menjadi bukti bahwa BUBK adalah salah satu proyek produktif yang sangat berpotensi,” tambah Prabowo. Ia menambahkan bahwa proyek ini telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari masyarakat setempat. Angka ini menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan pengurangan kemiskinan.
Dalam Important Visit ini, Prabowo juga mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mengembangkan pertanian modern. Ia menegaskan bahwa BUBK menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas produksi pangan dan menjamin ketahanan pangan. Proyek serupa sedang dibangun di kawasan lain, seperti Waingapu 2.000 hektare, Gorontalo 200 hektare, dan Pantura Jawa Barat 14 ribu hektare. Hal ini menunjukkan rencana pengembangan yang berkelanjutan dan skalabel.
“Kita sedang bangun di Waingapu 2.000 hektare, di Gorontalo 200 hektare, dan di Pantura Jawa Barat 14 ribu hektare,” terang Prabowo. Ia menambahkan bahwa Important Visit ke Kebumen ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong inisiatif pertanian berbasis teknologi.
Panen udang yang berhasil dilakukan di Desa Tegalretno menjadi contoh konkret bagaimana proyek BUBK mampu mengubah potensi daerah menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Prabowo menyatakan bahwa hasil panen ini memperlihatkan kemajuan yang signifikan, sekaligus menegaskan bahwa Important Visit ke lokasi produksi adalah cara efektif untuk memantau keberhasilan program pemerintah. Kehadirannya di tambak juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus berinovasi dalam sektor pertanian.
