Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Facing Challenges: SPMB Depok Terkendala Validasi Data, Orangtua Geruduk Disdik

Joseph Lopez 3 mins read 11 views

duk Disdik Facing Challenges - Menyambut proses pendaftaran siswa baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, banyak orangtua menghadapi tantangan yang signifikan

Facing Challenges: SPMB Depok Terkendala Validasi Data, Orangtua Geruduk Disdik

SPMB Depok Hadapi Tantangan Validasi Data, Orangtua Geruduk Disdik

Facing Challenges – Menyambut proses pendaftaran siswa baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, banyak orangtua menghadapi tantangan yang signifikan dalam validasi data pendaftaran secara daring. Tantangan ini membuat sejumlah besar orangtua membanjiri posko pengaduan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. Dalam situasi ini, kata “facing challenges” secara alami muncul dalam dialog mereka, menggambarkan kesulitan yang mereka alami saat mengurus proses SPMB.

Proses Pendaftaran yang Menghadapi Hambatan

Sistem SPMB Depok, yang bertujuan mempermudah proses pendaftaran melalui jalur daring, justru menimbulkan tantangan yang mengganggu. Salah satu orangtua, Septi, menjelaskan bahwa ia terpaksa datang ke Balai Kota Depok untuk memastikan anaknya bisa mendaftar di SMP Negeri yang dipilih. Kesulitan utamanya terjadi saat validasi data tidak terproses secara otomatis, sehingga ia harus berada di lokasi langsung untuk menyelesaikan masalah.

“Saya datang ke sini karena saat mendaftar online, data anak saya tidak bisa diverifikasi,” kata Septi, Jumat (5/6/2026). Meski dokumen sudah lengkap, status pendaftaran masih tertunda. “Ini adalah tantangan yang kami hadapi, dan banyak orangtua lain juga mengalami hal yang sama,” tambahnya. Tantangan ini membuat proses SPMB terasa lebih rumit daripada yang diharapkan.

Keluhan serupa juga datang dari Rosid, yang meninggalkan pekerjaan sebagai pengemudi ojek online untuk memperjuangkan keberhasilan pendaftaran anaknya. Ia menunggu selama lebih dari dua jam di posko pengaduan, karena kendala teknis yang menghambat akses ke data pendaftaran.

“Saya harus meninggalkan kerja hari ini karena ini hari terakhir untuk jalur prestasi,” ujar Rosid. Ia menilai adanya kesalahan dalam sistem input data, yang menyebabkan status verifikasi tidak terakses meskipun dokumen lengkap. “Ini adalah tantangan yang kami hadapi, dan sejumlah besar orangtua lain juga mengalaminya,” katanya.

Respons Disdik dan Langkah Pemecahan Masalah

Berdasarkan laporan dari Panitia SPMB, Disdik Kota Depok telah membuka helpdesk pengaduan sejak 22 Mei hingga 7 Juli 2026. Layanan ini menjadi solusi bagi orangtua yang menghadapi tantangan dalam validasi data, termasuk kesalahan teknis dan perubahan informasi yang terjadi.

“Kendala teknis seperti verifikasi akun, Kartu Keluarga (KK) yang baru terbit, dan kesalahan titik koordinat domisili adalah penyebab utama pengaduan,” jelas Bahrudin, anggota panitia SPMB. Ia menambahkan bahwa perubahan titik koordinat diberi toleransi satu kali, namun masih ada banyak orangtua yang kesulitan memperbaikinya.

Dinas Pendidikan juga mengakui adanya tantangan dalam sistem digital SPMB. Banyak orangtua mengeluhkan proses yang lambat dan kurangnya petugas untuk menangani keluhan mereka. “ Kami sudah menyiapkan operator di masing-masing sekolah, agar orangtua tidak selalu datang ke Disdik,” kata Bahrudin. Namun, kepadatan laporan masuk ke posko tetap menjadi tantangan yang dihadapi.

Perbaikan Sistem dan Upaya Menyelesaikan Masalah

Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi, Disdik Kota Depok berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendaftaran daring. Langkah ini bertujuan meningkatkan kecepatan dan akurasi validasi data, agar proses SPMB dapat berjalan lancar. “Kami sedang memperbaiki masalah teknis, termasuk kesalahan input dan gangguan akses data,” ujar Bahrudin.

Proses perbaikan data juga dapat dilakukan di sekolah tujuan, sehingga orangtua tidak perlu menunggu lama di posko. Namun, terkadang perubahan data membutuhkan proses yang lebih rumit, seperti menghubungi petugas di kantor dinas atau memperbaiki informasi secara manual. “Ini adalah tantangan yang kami hadapi, tetapi kami akan terus berupaya menyelesaikannya,” tambah Bahrudin.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan, Disdik menyiapkan pemandu di setiap posko pengaduan. Petugas ini diberikan wewenang untuk mempercepat proses validasi dan memberikan penjelasan kepada orangtua. “Kami berharap orangtua bisa lebih memahami mekanisme SPMB, agar tantangan bisa diminimalkan,” tutup Bahrudin.

Antisipasi untuk Tahun Ajaran Mendatang

Dengan adanya tantangan dalam SPMB 2026/2027, Disdik Kota Depok mengantisipasi perbaikan sistem untuk tahun ajaran berikutnya. Upaya ini meliputi peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan operator, dan penguatan komunikasi dengan orangtua melalui berbagai saluran. “ Kami sedang merancang sistem yang lebih efisien, agar orangtua tidak lagi menghadapi tantangan yang sama,” jelas Bahrudin.

Upaya meningkatkan pendaftaran daring juga melibatkan keterlibatan pihak eksternal, seperti pengembang sistem dan penyedia layanan internet. “Tantangan ini adalah pelajaran penting, dan kami akan terus memperbaiki proses untuk memastikan tidak ada orangtua yang merasa kesulitan saat menghadapi tantangan di masa depan,” tambah Bahrudin.

Gabung diskusi