Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Facing Challenges: Natalius Pigai: Saya Menolak Depok Dituduh Kota Intoleran
News

Facing Challenges: Natalius Pigai: Saya Menolak Depok Dituduh Kota Intoleran

Mary Hernandez Reporter Kamis, 21 Mei 2026 pukul 17:37 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
417a09c9-2b30-485e-b78f-dc52c8d22319-0

Table of Contents

Toggle
  • Menanggapi Tuduhan Kota Intoleran, Natalius Pigai: Saya Menolak Depok Disebut Tidak Membawa Perubahan
    • Data Kekerasan Agama Jawa Barat: Fokus pada Depok
  • Analisis Data: Jawa Barat vs. Wilayah Lain

Menanggapi Tuduhan Kota Intoleran, Natalius Pigai: Saya Menolak Depok Disebut Tidak Membawa Perubahan

Facing Challenges – Dalam sebuah wawancara terkini, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai secara tegas menolak klaim bahwa Depok masuk dalam kategori kota intoleran. Sebagai bagian dari Facing Challenges dalam menyikapi isu kekerasan berbasis agama, Pigai mengungkapkan bahwa data yang menyebut Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan angka kekerasan agama tertinggi belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di Depok. Pernyataan ini ia sampaikan saat menghadiri acara kelas Jurnalis HAM di Bandung, Rabu (20/5/2026), yang menjadi ajang diskusi mengenai perbandingan data kekerasan agama di berbagai wilayah.

Data Kekerasan Agama Jawa Barat: Fokus pada Depok

Menurut Pigai, selama 25 tahun tinggal di Depok, ia belum pernah mengalami gangguan terhadap gereja atau tempat ibadah. “Saya menolak Depok dituduh sebagai kota intoleran. Saya 25 tahun tinggal di Depok, tidak pernah satu gereja pun diganggu,” jelasnya. Dalam Facing Challenges ini, Pigai mengkritik cara penyajian data yang menempatkan Depok sebagai representasi utama kekerasan agama di Jawa Barat, meski pihak Setara Institute telah merilis laporan pada Maret 2026 menyebutkan bahwa provinsi tersebut berada di lima besar dengan angka kekerasan tertinggi.

“Di Depok ada lima gereja paroki Katolik, itu cukup banyak jika dibandingkan dengan wilayah lain. Kok bisa disebut intoleran? Kan itu tidak fair,” tambah Pigai.

Setara Institute melaporkan bahwa Jawa Barat mencatat 56 kasus kekerasan berbasis agama, menempati urutan pertama dalam daftar provinsi paling rentan. Dalam Facing Challenges ini, Pigai mempertanyakan validitas data tersebut, karena ia yakin penggunaan angka secara keseluruhan bisa mengaburkan gambaran situasi lokal. Ia menekankan bahwa Depok, sebagai kota yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen, memiliki lingkungan yang damai dan tidak pernah terjadi penindasan terhadap agama lain.

Analisis Data: Jawa Barat vs. Wilayah Lain

Menurut Pigai, data yang menyebut Jawa Barat sebagai provinsi dengan angka kekerasan agama tertinggi harus dilihat secara proporsional. Misalnya, Aceh yang memiliki 23 kasus, Jawa Timur 18 kasus, Jawa Tengah 13 kasus, dan Jakarta 12 kasus, semuanya jauh lebih rendah dibandingkan angka di Depok. “Ini perlu dianalisis lebih dalam, karena bisa jadi Depok hanya dianggap sebagai sumber kekerasan yang dibesar-besarkan,” katanya. Dalam Facing Challenges ini, ia juga menyoroti pentingnya memahami konteks data sebelum menyimpulkan bahwa suatu wilayah intoleran.

Pigai menambahkan bahwa kekerasan berbasis agama tidak hanya terjadi di Depok, tetapi juga di berbagai daerah. Ia mencontohkan bahwa beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur bahkan belum memiliki lima paroki Katolik. “Ini menunjukkan bahwa perbandingan tidak adil jika hanya mengacu pada satu kota,” tegasnya. Dengan Facing Challenges yang dihadapi masyarakat, Pigai berharap data bisa digunakan untuk memperkuat upaya meningkatkan toleransi, bukan malah menjadi alat untuk menyalahkan satu wilayah tertentu.

Sebagai bagian dari Facing Challenges dalam reformasi HAM, Pigai juga mengkritik pendekatan yang terlalu berbasis angka tanpa mempertimbangkan faktor lokal. Ia menekankan bahwa kekerasan agama sering kali dipengaruhi oleh berbagai dinamika sosial, seperti perbedaan kelas ekonomi, persaingan antar kelompok, dan faktor-faktor lain yang mungkin tidak tercatat dalam data. “Jadi, data bisa menjadi dasar, tetapi tidak bisa jadi penjelasan mutlak,” kata Pigai.

Bagikan:

Berita Terkait

1eccf430-dfad-4d88-9c86-6fcb6289f962-0

Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya

30 Mei 2026

Topics Covered: Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

30 Mei 2026
0b5f03d6-7960-4d7c-898f-53a69ad4e937-0

Solution For: Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1 Kilometer di Atas Puncak

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.