Identitas Pembunuh Wanita di Bogor Diungkap Keluarga: Bukan Pacar
Facing Challenges – Kota Bogor menjadi sorotan setelah pihak kepolisian menetapkan seseorang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan wanita berinisial AA (25). Mayat korban ditemukan di pinggir Jalan Raya Sholeh Iskandar (Sholis), setelah diduga dibuang dari atas Tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Penemuan ini terjadi pada dini hari Sabtu (23/5/2026), dengan warga sekitar yang pertama kali mengidentifikasi jasad korban. Tim penyidik Polrestabes Bogor Kota langsung bergerak cepat untuk memburu pelaku, dan dalam waktu kurang dari enam jam, tersangka berhasil ditangkap.
Dalam pernyataannya, Syamsudin, paman korban yang juga menjadi orang tua angkat, membantah isu bahwa hubungan antara pelaku dan AA bersifat romantis. Ia menjelaskan bahwa keduanya hanya memiliki hubungan sebagai teman sekolah yang telah lama tidak bertemu. “Kalau pelaku dengan almarhum itu teman sekolah, berarti dia bukan pacar. Sekali lagi, dia (pelaku) bukan pacar, dia cuma teman. Sama dengan saya, kalau ketemu teman sekolah, kalau reuni, ya namanya orang teman, komunikasi, terus nyambung,” kata Syamsudin kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).
“Saya yakin tidak ada masalah antara almarhumah dan pelaku. Mereka sudah lama tidak berjumpa, dan hubungannya sebatas persahabatan. Anak saya yang tidak mempunyai kesalahan apa pun. Toh, kalau memang seseorang mau mengambil sesuatu dari dia, apakah itu harta, perhiasan, mobil, silahkan. Tapi jangan sampai mengambil haknya yang Maha Kuasa, yaitu menghilangkan nyawa seseorang,” tegas Syamsudin.
Keluarga korban menyampaikan dukungan penuh terhadap pihak kepolisian yang dinilai bergerak cepat dan efektif. Mereka menyatakan apresiasi terhadap upaya penyidik dalam mengungkap identitas AA hingga menangkap pelaku dalam waktu singkat. “Dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, nggak bisa dihitung jam, semua bisa terungkap. Dari almarhumah dibuang dari atas tol, kemudian tidak membawa identitas, dengan sidik jari sudah terbongkar identitasnya,” tambah Syamsudin. Ia menegaskan bahwa sejak awal, keluarga telah yakin pelaku bukan orang yang memiliki hubungan spesial dengan korban.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalur yang dilewati korban dan pelaku. “Bukti alat-alat bukti sedang kita kumpulkan termasuk CCTV yang ada sepanjang perjalanan,” ujar Rio dalam keterangan resminya. Ia menegaskan bahwa investigasi sedang berjalan intensif untuk memastikan semua fakta terungkap secara jelas.
Menurut keterangan resmi, korban ditemukan oleh warga sekitar pada pukul 01.15 WIB di lokasi kejadian. Setelah itu, tim penyidik segera melakukan penelusuran lebih lanjut. “Kami melakukan pengejaran terhadap yang diduga melakukan pembunuhan tersebut dan alhamdulillah pukul 07.00 sudah kita tangkap,” papar Rio. Penangkapan dilakukan dalam waktu kurang dari 6 jam setelah kejadian, menunjukkan kecepatan respons kepolisian.
Keluarga Korban Tegaskan Hubungan Tidak Romantis
Syamsudin mengklaim bahwa hubungan antara AA dan pelaku tidak memiliki konotasi asmara. Ia menjelaskan bahwa keduanya hanya memiliki ikatan persahabatan yang berlangsung sejak dulu. “Kalau memang seseorang mau mengambil sesuatu dari korban, seharusnya tidak sampai menghilangkan nyawanya,” ujarnya. Pernyataan ini segera memperkuat bahwa pelaku bukan orang yang dekat secara emosional dengan korban.
“Dia menghilangkan nyawa seseorang berarti dia harus hilang nyawa juga, itu keinginan saya. Nyawa harus dibalas nyawa. Kalau bisa ya dihukum mati, paling enggak seumur hidup,” kata Syamsudin.
Keluarga korban juga menyampaikan kekecewaan terhadap cara pelaku menyingkirkan identitas AA. Dengan membuang mayat di jalur lalu lintas, mereka merasa pelaku sengaja mencoba menyembunyikan jejak kejahatannya. “Kami menyesal karena pelaku tidak hanya mengambil harta korban, tetapi juga nyawanya. Itu adalah tindakan yang sangat berani,” ungkap Syamsudin. Ia berharap hukuman yang diberikan kepada pelaku dapat mencerminkan kejahatan yang terjadi.
Di sisi lain, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro menjelaskan bahwa proses investigasi masih berjalan. Tim penyidik memastikan bahwa semua bukti, termasuk hasil analisis sidik jari dan rekaman CCTV, akan digunakan untuk memperkuat kasus. “Kami sedang membangun jaringan bukti yang komprehensif, agar semua fakta terungkap tanpa ada pengecutan,” katanya. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa identitas pelaku telah diketahui melalui berbagai metode penyelidikan.
Syamsudin menambahkan bahwa meski AA adalah anak angkatnya, ia tetap merasa prihatin terhadap kejadian yang menimpanya. “Saya, selaku pribadi dan orang tua dari almarhumah, mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pihak kepolisian. Mereka membantu kami menemukan kebenaran dengan cepat, meski mungkin beberapa hari terakhir adalah masa sulit bagi kami,” jelas Syamsudin. Ia juga menyampaikan bahwa keluarga korban tidak akan berhenti menuntut hukuman yang adil kepada pelaku.
Dalam penyelidikan, polisi mengungkap bahwa korban dan pelaku tidak memiliki konflik apa pun sebelum kejadian. Hubungan mereka bersifat normal dan damai. “Kami tidak menemukan indikasi bahwa ada masalah antara keduanya, bahkan mereka belum lama bertemu,” tambah Rio. Meski demikian, tindakan membunuh AA tetap dianggap sebagai kejahatan yang sangat berat dan menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Kelompok keluarga korban juga meminta kepolisian memperhatikan kondisi psikologis pelaku selama proses penyidikan. “Kami berharap pelaku bisa menjelaskan motif tindakannya secara terbuka, agar kita semua bisa memahami apa yang terjadi,” harap Syamsudin. Ia menegaskan bahwa kelu
