Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Basri Diduga Jadi Koordinator Narkoba 3 Klub Malam Batam

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengungkap fakta baru terkait kasus peredaran narkotika di Batam, Kepulauan Riau. Basri Lewaimang, pria yang baru

Basri Diduga Jadi Koordinator Narkoba 3 Klub Malam di Batam, Polri Dalami Peran Sebenarnya

Beritaterbaik.com – Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengungkap fakta baru terkait kasus peredaran narkotika di Batam, Kepulauan Riau. Basri Lewaimang, pria yang baru diringkus di Johor Bahru, Malaysia, kini disebut-sebut sebagai otak di balik distribusi pil ekstasi di tiga tempat hiburan malam. Basri Diduga Jadi Koordinator Narkoba 3 klub tersebut berdasarkan keterangan sejumlah tersangka dan saksi yang telah diperiksa. Peran ini menempatkan dirinya bukan sekadar perantara, melainkan pengatur aliran barang dari hulu ke hilir di kawasan wisata Batam.

Satu Manajemen di Balik Tiga Lokasi

Ketiga venue yang dimaksud adalah Planet 1, Planet 2, dan HH Club. Secara fisik, ketiganya berdiri di alamat berbeda dan memiliki nama dagang masing-masing. Namun, hasil pemeriksaan awal menunjukkan indikasi kuat bahwa seluruhnya dikelola oleh satu entitas manajemen yang sama.

“HH Club itu sendiri, P2 itu sendiri, P1 itu sendiri. Jadi beda tempat tapi diduga dalam satu manajemen,” ujar Kompol Drago, Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, kepada wartawan pada Kamis (20/8/2026).

Drago menjelaskan bahwa keterlibatan Basri sebagai pengatur distribusi terungkap dari rangkaian interogasi yang dilakukan tim penyidik terhadap beberapa tersangka dan saksi. Ia menegaskan bahwa informasi ini masih bersifat sementara dan akan diperkuat dengan bukti-bukti tambahan.

“Dari keterangan tersangka dan saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan, diduga ada keterlibatan Pak Basri selaku koordinator di tempat hiburan malam tersebut yang diduga mengedarkan narkotika di P1, P2 dan P3,” kata Drago.

Skala Peredaran yang Mencolok

Perhatian penyidik terhadap posisi Basri semakin menguat mengingat volume barang yang beredar di klub-klub tersebut. Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa minimal 40.000 butir ekstasi beredar setiap bulannya di THM Planet Batam. Angka itu bahkan berpotensi melonjak drastis saat jumlah pengunjung membludak pada akhir pekan atau musim liburan. Skala sebesar ini menuntut adanya figur sentral yang mengatur pasokan, distribusi, dan pencatatan transaksi—peran yang kini diduga diemban oleh Basri.

Lacak dan Penangkapan di Johor Bahru

Basri berhasil dilacak melalui koordinasi lintas lembaga antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol. Proses pelacakan ini memakan waktu beberapa minggu sebelum petugas akhirnya berhasil mengamankan dirinya di Johor Bahru. Saat ditangkap, ia tidak melakukan perlawanan dan langsung bersikap kooperatif kepada petugas yang menangkapnya.

“Tidak ada perlawanan, kooperatif,” ujar Drago singkat.

Barang Bukti dan Pendalaman Penyidikan

Dari tangan Basri, petugas menyita dua unit alat komunikasi serta sejumlah uang dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia. Selain itu, tiga rangkap catatan yang diduga memuat rekapan transaksi turut diamankan. Seluruh barang bukti kini berada dalam penyitaan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

Drago menegaskan bahwa posisi pasti Basri dalam pengelolaan ketiga klub tersebut masih dalam pendalaman. Apakah ia sekadar pengatur distribusi atau juga pemilik saham di klub-klub itu, belum dapat dipastikan. Penyidik akan menelusuri struktur kepemilikan dan alur keuangan untuk mengonfirmasi peran sebenarnya.

“Nanti kita identifikasi lebih dalam,” kata Drago.

FAQ

Di mana Basri Lewaimang ditangkap? Basri diringkus di Johor Bahru, Malaysia, melalui koordinasi antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol.

Apakah Basri sudah ditetapkan sebagai tersangka? Berdasarkan keterangan yang tersedia, penyidik menyebut keterlibatannya sebagai koordinator berdasarkan keterangan tersangka dan saksi. Status hukum pastinya masih menunggu pendalaman lebih lanjut oleh tim penyidik.

Berapa jumlah ekstasi yang beredar di klub-klub tersebut? Pihak kepolisian mengungkapkan minimal 40.000 butir ekstasi beredar setiap bulannya di THM Planet Batam, dengan potensi lonjakan saat pengunjung membludak.

Apa saja barang bukti yang disita? Dua unit alat komunikasi, uang dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia, serta tiga rangkap catatan yang diduga memuat rekapan transaksi.

Gabung diskusi