Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

3 Kru Sisingaan Tewas di Acara Khitanan – Terdengar Ledakan Sebelum Korban Berjatuhan

Barbara Miller 3 mins read 8 views

3 Kru Sisingaan Tewas di Acara Khitanan, Didengar Ledakan Sebelum Korban Berjatuhan 3 Kru Sisingaan Tewas di Acara - Acara khitanan di Desa Mekarmukti

3 Kru Sisingaan Tewas di Acara Khitanan – Terdengar Ledakan Sebelum Korban Berjatuhan

3 Kru Sisingaan Tewas di Acara Khitanan, Didengar Ledakan Sebelum Korban Berjatuhan

3 Kru Sisingaan Tewas di Acara – Acara khitanan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menjadi korban kejadian tragis saat tiga kru kesenian Sisingaan dinyatakan tiada. Insiden ini terjadi pada Selasa (2/6/2026) siang, ketika rombongan arak-arakan yang berjalan di jalan raya menyentuh kabel listrik yang menggantung. Ledakan terdengar sebelum korban berjatuhan, menambah kekhawatiran masyarakat sekitar.

Persiapan dan Lokasi Acara

Kegiatan khitanan tersebut telah dijadwalkan sejak sebelumnya, dengan partisipasi dari berbagai elemen komunitas. Acara berlangsung di Jalan Kampung Cibeureum, tempat yang sering dipakai untuk perayaan budaya. Namun, kondisi jalan yang sempit dan kurangnya pengawasan terhadap kabel listrik menjadi faktor risiko. Selama perjalanan, rombongan sempat beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas setelah salat Ashar. Ini menunjukkan bahwa kejadian tidak terjadi secara mendadak, melainkan hasil dari kombinasi faktor.

Menurut informasi yang diperoleh, rombongan Sisingaan yang berangkat mengikuti arak-arakan warga melintasi jalan yang dipenuhi oleh pengunjung. Seorang personel yang berada di atas kendaraan suara diduga menyentuh kabel listrik yang menggantung rendah. Arus listrik langsung menyebabkan kecelakaan yang memakan korban, dengan dua kru lainnya mengalami luka bakar.

Korban dan Dampak Insiden

Korban yang meninggal terdiri dari tiga anggota kesenian, sedangkan dua kru yang selamat menderita luka di bagian tubuh berbeda. Rizal (18) mengalami luka pada kaki, sementara Rizki (22) mengalami luka di kepala dan kaki. Dua korban tersebut dilarikan ke RS Radjak Cibeureum untuk penanganan medis. Dalam insiden ini, sekitar tujuh orang jatuh, dengan satu orang diduga meninggal di tempat sebelum dibawa ke rumah sakit.

Enting (84), saksi mata dari Desa Mekarmukti, mengatakan bahwa ledakan terdengar tiba-tiba sebelum korban jatuh. “Saya dengar ada ledakan. Saya langsung melompat ke belakang, tidak tahu ternyata banyak yang terjatuh,” ujarnya. Pitung (70), anggota Satlinmas setempat, menambahkan bahwa ledakan tersebut mungkin disebabkan oleh arus listrik yang menyentuh kendaraan bahan besi. “Kabel listrik yang menjuntai rendah kemungkinan menjadi penyebab kejadian ini,” jelas Pitung.

Investigasi dan Langkah Pemangku Kepentingan

Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Sumarni, menyatakan bahwa penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan. Tim Inafis Polres Metro Bekasi telah melakukan olah tempat kejadian, pemasangan garis polisi, dan pemeriksaan saksi-saksi. Sumarni juga menemui korban yang selamat untuk memastikan kondisi medis mereka. “Kami sedang mengumpulkan petunjuk dan bukti awal di lokasi,” kata Sumarni di Cikarang, Rabu (3/6/2026).

Menurut pihak kepolisian, kondisi jalan dan penempatan kabel listrik perlu diperiksa lebih lanjut. “Kami akan menyelidiki apakah ada kesalahan teknis dalam pemasangan kabel atau kurangnya kesadaran peserta rombongan,” kata Sumarni. Selain itu, pihak kepolisian juga mengkoordinasikan dengan rumah sakit untuk memastikan korban mendapatkan perawatan yang tepat. Kebijakan penanggulangan darurat diterapkan, dengan ambulans desa segera dikerahkan setelah kejadian.

Konteks Kesenian Sisingaan dan Makna Acara

Sisingaan adalah kesenian tradisional yang sering digunakan dalam acara budaya, termasuk khitanan. Kesenian ini memiliki peran penting dalam menyemangati peserta dan menambahkan nuansa kegembiraan. Namun, dalam insiden ini, peran Sisingaan justru berubah menjadi simbol tragis. Para kru yang terlibat dalam kesenian ini biasanya memiliki keahlian khusus dalam mengatur tarian dan pawai, sehingga kecelakaan yang menimpa mereka terasa lebih menyayat hati.

Dalam masyarakat setempat, acara khitanan tidak hanya menjadi perayaan agama, tetapi juga kegiatan sosial yang menggabungkan budaya dan kebersamaan. Kematian tiga kru Sisingaan mengguncang masyarakat, karena mereka dianggap sebagai bagian dari kehidupan komunitas. Sumarni mengakui bahwa kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan peserta acara. “Kami sedang menyelidiki semua kemungkinan penyebab, termasuk apakah ada kekurangan dalam persiapan kegiatan,” lanjut Sumarni.

Pelaksanaan acara khitanan di Jalan Kampung Cibeureum sebelumnya berjalan lancar. Namun, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi penyelenggara acara dan peserta. “Kami berharap kejadian ini bisa mendorong peningkatan kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi selama kegiatan luar ruangan,” kata Sumarni. Pemangku kepentingan juga menyarankan pemasangan tanda peringatan di area berpotensi bahaya, seperti jalan dengan kabel listrik menggantung.

Gabung diskusi