Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

1 Orang Meninggal Akibat Gempa Palu – Mensesneg Minta Pemda Tak Lengah

James Gonzalez 3 mins read 1 views

Minta Pemda Tak Lengah 1 Orang Meninggal Akibat Gempa Palu - Dalam peristiwa gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada 16 Juni 2026

1 Orang Meninggal Akibat Gempa Palu – Mensesneg Minta Pemda Tak Lengah

1 Orang Meninggal Akibat Gempa Palu, Mensesneg Minta Pemda Tak Lengah

1 Orang Meninggal Akibat Gempa Palu – Dalam peristiwa gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada 16 Juni 2026, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia. Bencana alam ini menimbulkan kekhawatiran yang signifikan, sehingga Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan pernyataan belasungkawa dan meminta pihak daerah tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Gempa Palu 2026, yang berkekuatan 6,1 skala Richter, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kekacauan di sejumlah kawasan. Sejumlah warga yang berada di daerah rawan longsor dan ambles harus berlarian menyelamatkan diri. Kementerian Sekretariat Negara turut memantau situasi darurat dan memberikan dukungan kepada pemerintah setempat untuk merespons cepat.

Pemantauan dan Respons Terhadap Gempa

Pasca-gempa, pemerintah pusat berkoordinasi erat dengan Gubernur Sulteng dan BPBD untuk memastikan penyelamatan korban dan pemulihan infrastruktur. Prasetyo Hadi menekankan perlunya kehati-hatian dari pemerintah daerah, khususnya dalam mengantisipasi dampak lanjutan dari gempa yang masih berpotensi mengguncang wilayah tersebut.

Dalam wawancara di Hambalang, Bogor, Prasetyo Hadi mengingatkan bahwa masyarakat harus tetap waspada, terutama di area yang rawan terjadi pergeseran tanah atau retakan. Ia juga menyebut bahwa informasi terkini tentang kejadian gempa perlu disampaikan secara terus-menerus untuk mengurangi risiko korban tambahan. “Jangan sampai rasa aman membuat kita lengah,” imbuhnya.

Kerusakan di Wilayah Terdampak

BPBD Sulteng merilis laporan bahwa gempa Palu menyebabkan kerusakan di berbagai daerah. Kabupaten Sigi menjadi salah satu titik paling parah, dengan 800 unit rumah yang rusak, terdiri dari 720 rumah ringan, 68 rumah sedang, serta 12 rumah berat. Selain itu, dua kantor, lima belas sarana ibadah, satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan juga mengalami kerusakan signifikan.

Kerusakan terjadi di beberapa kabupaten, seperti Parigi Moutong, Kota Palu, dan Poso. Di Parigi Moutong, 37 unit rumah rusak, sedangkan Kota Palu mengalami kerusakan pada satu rumah, satu bangunan usaha, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Gedung Serba Guna, serta bagian Hotel Best Western dan Hotel Santika. Di Poso, tiga rumah di Desa Tumora mengalami kerusakan, sementara akses jalan di wilayah Napu tercatat ambles akibat guncangan.

Dampak gempa tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik. Sejumlah warga mengalami luka ringan dan berat, dengan total 13 korban luka berat serta 63 korban luka ringan. Wilayah seperti Desa Bora, Uwenuni, Bakubakulu, dan Kamarora B menjadi titik utama terjadinya korban. Situasi ini memperlihatkan pentingnya persiapan dan respons cepat dari seluruh pihak terkait.

Sejumlah warga mengungkapkan kegawatdaruratan yang terjadi pasca-gempa. Terutama di daerah yang mengalami longsoran tanah atau kerusakan bangunan. Dalam beberapa jam setelah gempa, tim penyelamat dan relawan mulai melakukan evakuasi, menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan. Upaya ini diperkuat oleh koordinasi antar-institusi seperti TNI, Polri, dan organisasi kemanusiaan.

Pemulihan dan Langkah Pemerintah

Sebagai respons atas gempa Palu, pemerintah pusat mengalokasikan dana darurat dan mengirimkan bantuan logistik serta medis. Mensesneg juga mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pemantauan dan siapkan rutan pengungsian jika diperlukan. “Kita harus tetap siaga, karena gempa bisa kembali terjadi dalam waktu dekat,” tegas Prasetyo dalam siaran pers yang diterbitkan setelah kejadian.

Di sisi lain, BPBD Sulteng terus memperbarui laporan tentang jumlah korban dan kerusakan. Warga yang terdampak diberikan bantuan tenda, makanan, dan perawatan medis. Pemda juga bekerja keras untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasca-bencana.

Gabung diskusi