Transaksi QRIS Tumbuh 108 Persen pada April 2026
Topics Covered – Transaksi QRIS di Indonesia mencatatkan pertumbuhan luar biasa pada bulan April 2026, meningkat hingga 108 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tercatat dalam laporan terbaru Bank Indonesia (BI) yang dirilis usai Rapat Dewan Gubernur, Rabu (20/5/2026). Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa frekuensi transaksi digital, termasuk QRIS, telah mencapai 5,15 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan teknologi pembayaran berbasis kode QR.
“Transaksi QRIS mencapai 108,43 persen (yoy), dengan volume mencapai 7,83 miliar, meski masih ada jarak ke target tahunan 17 miliar,” jelas Perry. “Kenaikan ini terjadi karena peningkatan jumlah pengguna dan ekspansi merchant, yang menjadi salah satu topik utama dalam laporan BI,” tambahnya.
Transaksi QRIS menjadi salah satu Topics Covered yang paling menonjol dalam laporan kinerja sektor keuangan April 2026. Teknologi ini berperan penting dalam mendorong transisi ke pembayaran digital, terutama di tengah upaya pemerintah meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam sistem keuangan. Kenaikan hingga 108 persen menunjukkan keberhasilan strategi BI dalam mendorong adopsi QRIS oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Ekspansi Merchant dan Pengguna QRIS
Dalam Topics Covered laporan BI, disebutkan bahwa jumlah merchant yang menerima transaksi QRIS telah mencapai 45,3 juta, atau sekitar 96 persen dari target 47 juta. Angka ini menunjukkan progres yang baik, meski masih ada sedikit jarak untuk mencapai target tahunan. Sementara itu, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 63 juta dari total 70 juta yang ditargetkan, menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap metode pembayaran digital.
Keberhasilan ekspansi merchant juga didukung oleh peran pemerintah dan sektor swasta dalam menanamkan kepercayaan terhadap sistem QRIS. Berbagai program pengembangan infrastruktur dan edukasi keuangan menjadi salah satu faktor yang mempercepat adopsi teknologi ini. Dengan peningkatan jumlah merchant dan pengguna, transaksi QRIS diharapkan dapat terus menumbuhkan daya saing di sektor jasa keuangan.
BI-FAST Berkontribusi pada Pertumbuhan Transaksi Ritel
Dalam Topics Covered lainnya, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 490 juta pada April 2026, tumbuh 46,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai transaksi total mencapai Rp1.219 triliun, menunjukkan keberhasilan sistem pembayaran berbasis dompet digital dalam mendorong transaksi sehari-hari. BI-FAST, sebagai platform pembayaran yang terintegrasi, menjadi salah satu pilar utama dalam percepatan transaksi digital di Tanah Air.
Dukungan BI terhadap BI-FAST memperkuat keberlanjutan sistem pembayaran digital. Platform ini tidak hanya melayani transaksi ritel, tetapi juga menjangkau berbagai sektor seperti keuangan, logistik, dan bisnis jasa. Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa penerapan teknologi di sektor keuangan semakin mendapat respons positif dari masyarakat.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen yang diumumkan dalam rapat Dewan Gubernur BI juga menjadi Topics Covered yang penting. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, terutama di tengah ketidakpastian global seperti perang di Timur Tengah. Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini berdasarkan pertimbangan kondisi ekonomi domestik dan internasional, serta upaya mengendalikan inflasi yang diharapkan tetap dalam rentang 2,5 ± 1 persen.
“Kenaikan BI Rate bukan hanya untuk menjaga nilai rupiah, tetapi juga untuk mengendalikan tekanan inflasi, yang menjadi salah satu topik utama dalam rapat kali ini,” kata Perry. “Namun, pertumbuhan transaksi QRIS menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap teknologi digital semakin meningkat, meski suku bunga harus diatur untuk menjaga stabilitas ekonomi,” tambahnya.
Pertumbuhan QRIS dan BI-FAST menunjukkan momentum positif dalam transisi ke sistem pembayaran digital. Kedua Topics Covered ini saling melengkapi dalam menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan efisien. BI terus mengawasi pelaksanaan program pengembangan QRIS, termasuk mengupayakan ekspansi merchant dan meningkatkan kapasitas pengguna, agar target tahunan dapat tercapai. Dengan pengembangan berkelanjutan, QRIS diharapkan menjadi sarana pembayaran utama di Indonesia, menjawab tantangan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.
