Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. Bisnis
  3. Topics Covered: Suku Bunga Acuan Naik, BI Siapkan Insentif Likuiditas
Bisnis

Topics Covered: Suku Bunga Acuan Naik, BI Siapkan Insentif Likuiditas

James Brown Reporter Minggu, 24 Mei 2026 pukul 03:21 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
27615b42-e8ad-4cb0-a981-a6ca46061647-0

Table of Contents

Toggle
  • Suku Bunga Acuan Naik, BI Siapkan Insentif Likuiditas
    • Kebijakan Likuiditas Makroprudensial sebagai Alat Transmisi
    • BI Berikan Insentif untuk Stabilisasi Bunga Kredit
    • Kenaikan BI-Rate dalam Rapat Dewan Gubernur
    • Distribusi Insentif KLM Tercatat Rp 424,7 Triliun
    • KLM Disalurkan ke Sektor Prioritas

Suku Bunga Acuan Naik, BI Siapkan Insentif Likuiditas

Topics Covered – Bank Indonesia (BI) sedang menyusun perubahan skema insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebagai langkah untuk memastikan bunga kredit perbankan tetap stabil meski suku bunga acuan meningkat. Upaya ini bertujuan mengurangi dampak kenaikan biaya pinjaman terhadap akses kredit bagi pelaku usaha dan masyarakat umum. Dengan adanya insentif ini, BI berharap bisa menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang sekarang sedang menunjukkan momentum positif.

Kebijakan Likuiditas Makroprudensial sebagai Alat Transmisi

Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) memiliki peran penting dalam menyalurkan kebijakan moneter ke sektor keuangan dan perekonomian secara lebih efektif. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P. Kuantan, menegaskan bahwa KLM telah menjadi instrumen kunci untuk mengakomodasi perubahan suku bunga acuan yang dilakukan BI. Dalam situasi suku bunga turun, KLM memastikan perbankan tidak langsung meningkatkan bunga kredit secara signifikan, sehingga menopang kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“Suku bunga kredit kalau yang kita cermati dari Maret itu besarannya sekitar 9,03 persen, April itu di 8,95 persen, jadi masih melanjutkan tren penurunan sesuai dengan transmisi BI Rate. Memang yang dulu turun, terus stay jadi ada lag effect,”

Daha menjelaskan bahwa tren penurunan bunga kredit terkini merupakan hasil lanjutan dari pelonggaran suku bunga sebelumnya. Namun, perubahan ini bisa terhenti jika BI melakukan penyesuaian kebijakan moneter dengan kenaikan suku bunga acuan. Oleh karena itu, BI telah memperkuat skema KLM untuk memastikan kebijakan likuiditas tetap mendorong akses kredit secara stabil.

BI Berikan Insentif untuk Stabilisasi Bunga Kredit

Dalam rangka menjaga stabilitas pasar keuangan, BI akan menyesuaikan cara menghitung insentif KLM. Pemberian insentif akan didasarkan pada perbedaan antara BI Rate dan tingkat bunga kredit masing-masing bank. Bank yang mampu mempertahankan bunga kredit kompetitif meski BI Rate naik akan mendapatkan manfaat lebih besar, sehingga mendorong pengelolaan kebijakan yang lebih fleksibel.

“Jadi, pada saat nanti BI Rate-nya naik, tapi bank-bank itu tidak melakukan kenaikan suku bunga kredit secara signifikan atau tidak manageable, sangat tinggi, tentunya bank-bank itu akan mendapatkan insentifnya,”

Langkah ini dilakukan karena kenaikan BI-Rate dapat berdampak signifikan terhadap kebutuhan pembiayaan masyarakat. Dengan insentif yang lebih berimbang, BI mencoba mengurangi tekanan kenaikan bunga kredit terhadap pertumbuhan sektor produktif. Selain itu, BI juga memperhatikan dampak jangka panjang dari kebijakan ini terhadap inflasi dan nilai tukar rupiah.

Kenaikan BI-Rate dalam Rapat Dewan Gubernur

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19-20 Mei 2026, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Suku bunga Deposit Facility juga ditingkatkan 50 bps ke 4,25%, sementara suku bunga Lending Facility naik 50 bps ke 6,00%. Kenaikan ini bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi inflasi di 2026-2027, sebagaimana target pemerintah 2,5±1%.

Distribusi Insentif KLM Tercatat Rp 424,7 Triliun

Hingga awal Mei 2026, total insentif KLM yang diberikan BI mencapai Rp 424,7 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 361,0 triliun dialokasikan untuk channel pembiayaan, sementara Rp 63,7 triliun untuk channel suku bunga. Distribusi perbankan berdasarkan jenis tercatat: Rp 214,2 triliun untuk BUMN, Rp 171,1 triliun untuk BUSN, Rp 30,6 triliun untuk BPD, dan Rp 8,2 triliun untuk KCBA.

Insentif ini diberikan untuk mendorong perbankan memenuhi target pembiayaan yang telah ditetapkan. Dengan adanya KLM, BI berharap bank-bank dapat tetap menawarkan bunga kredit yang kompetitif, sekaligus menjaga keberlanjutan kredit bagi sektor strategis. Distribusi ini juga mencerminkan prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui peran lembaga keuangan.

KLM Disalurkan ke Sektor Prioritas

Insentif KLM juga dialokasikan ke sektor-sektor strategis, seperti Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, Jasa (termasuk Ekonomi Kreatif), Konstruksi, Real Estate, Perumahan, serta UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus diperkuat dengan menambahkan insentif bagi bank yang meningkatkan pembiayaan dan pendanaan, termasuk non-kredit serta non-DPK.

Bagikan:

Berita Terkait

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

30 Mei 2026
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

30 Mei 2026

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.