Donald Trump Terungkap Melakukan Ribuan Transaksi Saham, Termasuk Investasi di Nvidia
Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan yang diterapkan selama masa jabatannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah melakukan lebih dari 3.600 transaksi saham dalam tiga bulan terakhir. Laporan yang diajukan ke lembaga etika federal menunjukkan bahwa saham-saham yang terlibat seringkali dipengaruhi langsung oleh kebijakan Trump. Salah satu saham yang menjadi fokus dalam Special Plan ini adalah Nvidia, perusahaan teknologi yang keuntungannya berpotensi berfluktuasi akibat keputusan Trump tentang ekspor chip ke Tiongkok.
Portofolio Trump Terkait Kebijakan Pertahanan dan Global
Transaksi saham Trump tidak hanya mencakup perusahaan teknologi, tetapi juga sejumlah pemasok militer AS. Di antaranya, saham dari Lockheed Martin, General Dynamics, dan Northrop Grumman turut tercatat. Penjelasan dari Richard Painter, Kepala Penasihat Etika Gedung Putih, menyebutkan bahwa meskipun aturan federal memperbolehkan transaksi selama jabatan, Special Plan ini memberi ruang bagi dugaan bahwa keputusan Trump bisa memengaruhi pasar secara langsung. “Jika dia menjadi menteri pertahanan, transaksi ini mungkin akan dipertanyakan,” tambah Painter dalam wawancara terbaru.
“Dalam konteks Special Plan, transaksi saham Trump tetap diizinkan, tetapi memiliki potensi untuk mengganggu kepercayaan publik terhadap independensinya.”
Pada masa jabatannya, Trump berusaha memisahkan kekayaan pribadi dari kebijakan pemerintahan. Namun, laporan ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang diperdagangkan di bursa mengalami perubahan nilai setelah keputusan Trump. Misalnya, ketika Trump menyetujui ekspor chip ke Tiongkok, saham Nvidia mengalami peningkatan signifikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana Special Plan benar-benar memisahkan kepentingan pribadi dari kebijakan publik.
Strategi Investasi Trump Berbeda dari Presiden Sebelumnya
Dalam Special Plan, Trump menunjukkan kecenderungan untuk terus memperluas portofolionya, bahkan saat menjabat sebagai presiden. Dibandingkan dengan presiden sebelumnya, seperti George H.W. Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama, yang cenderung menjual saham sebelum memulai jabatan, Trump justru mempertahankan aktivitas beli dan jual saham secara aktif. Joe Biden juga memilih untuk tidak melakukan transaksi saham selama masa jabatannya, berbeda dengan Trump yang dianggap lebih terlibat secara finansial dalam kebijakan ekonomi.
Kelompok investasi Trump mencakup sektor pertahanan, teknologi, dan makanan cepat saji. Selain Nvidia, saham Apple, Boeing, dan Tesla juga terlibat dalam Special Plan ini. Perusahaan-perusahaan tersebut seringkali menjadi bagian dari kunjungan Trump ke luar negeri, termasuk ke Tiongkok. Transaksi pada saham Intel, produsen chip yang kebijakan ekspornya dikendalikan oleh Trump, menunjukkan bahwa strategi ini melibatkan pertimbangan geopolitik dan ekonomi secara bersamaan.
Dalam tiga bulan terakhir, transaksi saham Trump mencapai ratusan halaman laporan, dengan nilai total diperkirakan mencapai USD 100 juta. Setiap hari pasar buka, rata-rata terdapat 50 transaksi, baik pembelian maupun penjualan. Jumlah ini menunjukkan tingkat partisipasi Trump dalam pasar saham yang jauh lebih aktif dibandingkan presiden sebelumnya. Meski jumlahnya besar, pengaruh ini tetap dianggap relatif kecil dibandingkan kekayaannya yang mencapai miliaran dolar.
Transaksi Saham Trump: Mekanisme dan Konsekuensi
Sejumlah analis menilai Special Plan ini adalah bagian dari upaya Trump untuk memastikan pengaruh finansialnya tetap terlihat dalam kebijakan ekonomi. Selain Nvidia, saham Shake Shack, Papa John’s, dan Cheesecake Factory juga terdaftar dalam laporan tersebut, yang memperkuat dugaan bahwa Trump tetap aktif dalam investasi sektor ritel. Transaksi ini mengindikasikan kecenderungan untuk mengambil keuntungan dari keputusan politik yang bisa memengaruhi permintaan pasar.
Laporan transaksi saham Trump terbuka untuk diakses oleh publik, tetapi tetap diatur dalam kerangka Special Plan yang memperbolehkan transaksi selama jabatan. Keputusan ini memberi ruang bagi kritik bahwa Trump mungkin menguntungkan diri sendiri melalui kebijakan yang diambil. Sebagai contoh, penjualan saham pada perusahaan teknologi berdampak pada keuntungan Trump jika nilai saham naik dalam waktu singkat. Namun, ada juga transaksi pembelian yang berpotensi menguntungkan kekayaannya jika kebijakan tersebut berlangsung dalam jangka panjang.
Trump Organization juga terlibat dalam transaksi saham yang mencakup penerimaan dana dari pengembang asing. Dana ini digunakan untuk proyek resort dan penjualan kripto, yang sebagian besar anonym. Dengan Special Plan ini, Trump berusaha menjaga kesan bahwa keputusan sahamnya tidak terpengaruh oleh jabatan pemerintahan. Namun, banyak yang meragukan hal ini, terutama karena volume transaksi yang tinggi dalam waktu singkat.
