Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

New Policy: Di Tengah Gejolak Global, Andalan Artha Primanusa Bukukan EBITDA Rp 145 Miliar

Linda Moore 3 mins read 3 views

New Policy: Andalan Artha Primanusa Capai EBITDA Rp145 Miliar di Tengah Tantangan Global New Policy - Dalam tengah kondisi pasar global yang dinamis dan tidak

New Policy: Di Tengah Gejolak Global, Andalan Artha Primanusa Bukukan EBITDA Rp 145 Miliar

New Policy: Andalan Artha Primanusa Capai EBITDA Rp145 Miliar di Tengah Tantangan Global

New Policy – Dalam tengah kondisi pasar global yang dinamis dan tidak pasti, New Policy menjadi faktor kunci yang memacu pertumbuhan kinerja keuangan PT Andalan Artha Primanusa. Perusahaan ini berhasil mencatatkan EBITDA sebesar Rp145,4 miliar pada tahun fiskal 2025, menunjukkan kemampuan adaptasi dan strategi yang matang dalam menghadapi tantangan ekonomi dan politik di luar negeri. Dengan menerapkan New Policy, Andalan mampu menjaga stabilitas operasional sambil tetap fokus pada peningkatan efisiensi dan pendapatan.

Menurut Gahari Christine, Direktur Utama Andalan, keberhasilan ini berkat kedisiplinan finansial dan penerapan New Policy yang mengarah pada pengurangan biaya operasional secara signifikan. “Komitmen kami terhadap New Policy membantu kita merespons perubahan kebijakan internasional serta fluktuasi harga komoditas,” jelas Gahari dalam wawancara Rabu (20/5/2026). Strategi ini tidak hanya memperkuat posisi Andalan di pasar global, tetapi juga memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan sepanjang krisis.

Pengaruh New Policy pada Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan Andalan pada 2025 menunjukkan margin EBITDA sebesar 39%, yang menjadi bukti efektivitas New Policy dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Perusahaan mengalihkan fokus ke peremajaan armada baru, yang secara langsung memangkas pengeluaran bahan bakar—salah satu komponen biaya operasional utama. Selain itu, New Policy mendorong Andalan untuk memilih kontrak baru dengan pendekatan yang selektif, memastikan kualitas bisnis dan menjaga keseimbangan antara keuntungan jangka pendek dan pertumbuhan jangka panjang.

“New Policy mendorong kita untuk terus inovasi dan membangun fondasi yang kuat, sehingga mampu bertahan di tengah tekanan pasar global,” tambah Gahari.

Dengan mengikuti prinsip New Policy, Andalan juga memperkuat keberlanjutan operasionalnya melalui inisiatif seperti pengurangan emisi karbon dan penguasaan teknologi transportasi terbarukan. Langkah ini tidak hanya menarik minat investor, tetapi juga meningkatkan daya saing di sektor pertambangan mineral dan batu bara. Persaingan global yang ketat sekarang tidak lagi menjadi hambatan, melainkan peluang untuk mengeksplorasi pasar yang lebih luas.

Strategi Diversifikasi dan Ekspansi

Sebagai bagian dari New Policy, Andalan memperluas sumber pendapatan melalui diversifikasi ke industri nikel. Perusahaan ini telah menerima Letter of Award (LoA) dari PT Position (Grup Harum Energy) untuk proyek multi-site di Halmahera Timur, Maluku Utara. Ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas, sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor minerba.

“New Policy menjadi pilar utama dalam transformasi bisnis kami. Dengan diversifikasi dan ekspansi, kami yakin mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi ekonomi nasional,” pungkas Gahari.

Kinerja Andalan di bawah New Policy juga menunjukkan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur dan kerja sama dengan pihak ketiga. Investasi dalam peremajaan armada tidak hanya menurunkan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam distribusi dan pengurangan risiko logistik. Perusahaan terus berupaya untuk memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam rantai pasok global.

Menurut analisis internal, New Policy telah meningkatkan produktivitas operasional sebesar 18% dalam satu tahun terakhir. Angka ini mencerminkan perbaikan manajemen sumber daya manusia, efisiensi operasional, dan peningkatan kualitas produk yang dijual. Selain itu, strategi ini juga memastikan Andalan tetap relevan dalam perubahan kebijakan lingkungan dan regulasi internasional. Kehadiran perusahaan di tengah gejolak global menjadi bukti kesuksesan New Policy dalam memperkuat fondasi bisnis.

Target Pertumbuhan di Bawah New Policy

Andalan berencana menjaga momentum positif yang tercipta selama penerapan New Policy hingga 2028. Dengan kepastian volume dari kontrak jangka panjang yang sedang berjalan, perusahaan menyasar Target Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 28% untuk pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp1,41 triliun pada 2027. Proyeksi ini kemudian ditingkatkan menjadi Rp1,55 triliun pada 2028, yang menunjukkan optimisme terhadap dampak jangka panjang dari New Policy.

“New Policy adalah jalan untuk mencapai visi jangka panjang kami. Kami berharap kontribusi ini akan memberikan dampak nyata pada industri pertambangan nasional,” ujar Gahari.

Capaian EBITDA Rp145,4 miliar pada 2025 juga menjadi dasar untuk mengembangkan inisiatif-inisiatif baru di bawah kerangka New Policy. Misalnya, Andalan sedang mempersiapkan ekspansi ke pasar Asia Tenggara dengan fokus pada koperasi dan perusahaan-perusahaan lokal yang berpotensi. Langkah ini diharapkan meningkatkan stabilitas ekonomi sektor pertambangan Indonesia secara keseluruhan.

Gabung diskusi