BRI Perluas QRIS Cross Border, Pembayaran Alipay dan UnionPay Sudah Terhubung
New Policy – Liputan6.com, Jakarta – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mengembangkan layanan pembayaran digital lintas negara dengan menggabungkan QRIS EDC BRI ke platform Alipay dan UnionPay. Integrasi ini memungkinkan merchant BRI menerima pembayaran dari pengguna kedua aplikasi tersebut secara langsung, praktis, dan instan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperluas ekosistem pembayaran digital, sekaligus mendukung kebijakan QRIS cross border yang diinisiasi Bank Indonesia (BI).
Saat ini, QRIS cross border BI telah terkoneksi di enam negara, antara lain Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, serta China. QRIS BRI berupa layanan berbasis kode QR yang terintegrasi dengan perangkat EDC. Setiap transaksi menghasilkan kode QR unik secara real-time, memastikan proses pembayaran lebih cepat dan aman.
Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyatakan layanan ini hadir untuk membantu merchant memperluas akses ke pelanggan internasional, termasuk wisatawan dan pelaku usaha global. “Akses ke metode pembayaran internasional menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha, terutama di sektor yang berinteraksi dengan konsumen asing. Inovasi ini memberikan solusi yang memudahkan transaksi lintas negara secara efisien, aman, dan langsung,” jelas Aquarius.
Kehadiran layanan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan bisnis merchant, serta meningkatkan transaksi di sektor pariwisata dan perdagangan. Dengan sistem ini, pengguna cukup memindai kode QR melalui aplikasi Alipay atau UnionPay, dan pembayaran akan diverifikasi otomatis dalam hitungan detik.
Transformasi digital yang semakin pesat dan peningkatan mobilitas global membuat integrasi QRIS cross border menjadi peluang baru bagi pelaku usaha. Merchant BRI yang terhubung dengan Alipay dan UnionPay kini dapat menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa hambatan metode pembayaran. Selain itu, keamanan transaksi ditingkatkan karena setiap kode QR hanya berlaku satu kali, mencegah duplikasi atau penyalahgunaan.
Proses transaksi real-time juga memungkinkan merchant segera memverifikasi pembayaran dan melanjutkan layanan kepada pelanggan. Semua transaksi diproses melalui jaringan BRI yang stabil, sehingga mencegah gangguan dan memastikan penerimaan dana efisien. BRI menyediakan layanan bantuan 24 jam untuk menangani masalah transaksi di lokasi usaha.
Implementasi QRIS cross border BI untuk Indonesia–China menjadi langkah strategis dalam memperkuat koneksi sistem pembayaran regional. Inisiatif ini dilakukan secara kolaboratif oleh BI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta industri perbankan dan penyedia layanan pembayaran nasional. Tujuannya adalah memperluas interoperabilitas pembayaran digital Indonesia secara global, memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan tanpa perlu menukar uang tunai.
