Meeting Results: Menkop Usulkan Koperasi Tebu Punya Saham Pabrik Gula
Meeting Results – Dalam meeting results yang digelar di Jakarta, Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, mengusulkan agar koperasi memiliki peran strategis dalam kepemilikan saham di pabrik-pabrik gula. Usulan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara koperasi dan industri gula, serta meningkatkan daya tawar petani tebu yang menjadi anggota koperasi. Meeting results dari Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Sekunder Tebu Rakyat (KPSTR) Kabupaten Malang menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperkuat kerangka kebijakan yang mendukung sektor pergulaan rakyat.
“Pembangunan kelembagaan koperasi tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang penguasaan saham di industri utama seperti pabrik gula,” jelas Ferry Juliantono, dalam meeting results yang disampaikan melalui keterangan resmi, Jumat (15/5/2026). Ia menekankan bahwa langkah ini dapat menjaga keseimbangan ekonomi antara petani dan produsen, serta memastikan keberlanjutan sektor industri gula di Indonesia.
Usulan kepemilikan saham koperasi di pabrik gula melibatkan dua perusahaan besar, yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali I. Koperasi yang menjadi wadah untuk petani tebu diharapkan bisa mendapatkan keuntungan ekonomi yang lebih besar dengan terlibat langsung dalam proses produksi dan distribusi gula. Meeting results ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melibatkan kelembagaan lokal dalam pertumbuhan sektor primer seperti pertanian tebu dan industri pengolahan.
Ferry Juliantono juga menyoroti pentingnya koperasi dalam membangun ketahanan pangan nasional. Menurutnya, meeting results di Malang menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa, tetapi juga sebagai pelaku bisnis yang aktif. “Koperasi ini menjadi pilar dalam memastikan keberlanjutan sistem usaha pertanian tebu dan sektor industri gula,” tegasnya. Hal ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani, karena mereka bisa memiliki akses lebih besar ke pasar dan kebijakan yang memengaruhi harga gula.
Peran Koperasi dalam Ekosistem Industri Gula
Dalam meeting results ini, Ferry Juliantono menekankan bahwa koperasi perlu menjadi bagian dari rantai nilai industri gula. Ia menyampaikan bahwa kepemilikan saham pabrik gula oleh koperasi akan meningkatkan transparansi dan keterlibatan langsung para anggota dalam pengambilan keputusan. “Dengan saham koperasi, petani tebu bisa memperoleh manfaat ekonomi lebih baik dari hasil produksi mereka,” ujarnya. Usulan ini juga diharapkan mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, koperasi, dan industri gula.
“Koperasi adalah bentuk kelembagaan yang bisa memperkuat daya tawar petani di tengah dominasi perusahaan besar,” tambah Ferry. Ia menyebutkan bahwa kepemilikan saham ini tidak hanya untuk memperbaiki kondisi ekonomi, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan industri gula di tingkat lokal. Meeting results dari RAT KPSTR Malang menunjukkan bahwa usulan ini mendapat dukungan dari para pengurus koperasi.
Sejumlah anggota koperasi juga menyampaikan pandangan mereka dalam meeting results. Hamim Kholili, Ketua Umum KPSTR Malang, menegaskan bahwa keterlibatan aktif petani dalam kepemilikan saham pabrik gula akan menjaga stabilitas harga gula dan mengurangi ketergantungan pada perusahaan besar. “Koperasi harus menjadi pilar ekonomi rakyat, bukan sekadar lembaga kelembagaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penerapan saham koperasi di pabrik gula akan menciptakan sistem usaha yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Kopdes Merah Putih: Langkah Strategis Pemerintah
Dalam meeting results yang sama, Ferry Juliantono juga menyebutkan rencana peluncuran 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Rencananya, kegiatan ini akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026 di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Meeting results menunjukkan bahwa program ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kelembagaan koperasi.
“Koperasi yang dioperasikan dalam program ini kurang lebih 1.000 unit dari sekitar 7.200 koperasi yang telah selesai pembangunan fisik,” kata Ferry, dikutip dari Antara, Senin (11/5/2026). Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan fisik koperasi adalah langkah awal, sementara penguatan operasional menjadi fokus utama saat ini. Meeting results menunjukkan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan maksimal agar Kopdes Merah Putih segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan bisa menjadi pusat perekonomian desa yang mendorong distribusi kebutuhan pokok secara lokal. Ferry Juliantono menjelaskan bahwa program ini akan dilengkapi dengan pelatihan manajemen, akses ke pasar, dan dukungan kebijakan pemerintah. Meeting results menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah, koperasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kepemilikan saham koperasi di pabrik gula, pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan ekonomi mendorong pertumbuhan yang merata.
