Latest Program: Program Makan Bergizi Gratis Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja
Kerja Latest Program - Jakarta, Liputan6.com - Inisiatif pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan dampak beruntun yang nyata
Program Makan Bergizi Gratis Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja
Latest Program – Jakarta, Liputan6.com – Inisiatif pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan dampak beruntun yang nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya fokus pada peningkatan gizi masyarakat, program ini juga menjadi penggerak utama bagi sektor usaha mikro di berbagai wilayah. Menurut data terkini dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang dikutip pada hari Sabtu (23/5/2026), MBG telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja sejak dijalankan.
Para pekerja yang terlibat langsung dalam operasional ini tersebar di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di seluruh Indonesia. Peran mereka sangat penting dalam memastikan distribusi makanan sehat bagi 62,45 juta penerima manfaat, yang mencakup peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta santri di pesantren.
Ekosistem Bisnis Lokal Terangsang
Dampak positif program ini tidak hanya terbatas pada penyerapan tenaga kerja di sektor dapur umum. MBG juga memicu aktivitas rantai pasok bahan pangan yang masif, menciptakan peluang untuk usaha mikro dan bisnis lokal. Sampai 22 Mei 2026, tercatat sekitar 142.387 pemasok yang aktif berpartisipasi dalam sistem ini.
BGN memecah data tersebut lebih rinci. Dari total pemasok, 59.921 berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sementara 13.306 lainnya dioperasikan oleh koperasi. Kelembagaan desa juga turut ambil bagian, dengan 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) yang terlibat.
Sejumlah 66.903 pemasok sisanya mencakup penyedia bahan pangan serta jasa pendukung logistik. Perputaran ekonomi kini lebih merata, mencapai petani, peternak, dan pedagang kecil di daerah-daerah. Kebutuhan bahan baku harian yang besar bagi SPPG menjadi penggerak utama bagi aktivitas ini.
Skala Kebutuhan Bahan Baku
BGN menjelaskan bahwa satu unit SPPG rata-rata memerlukan 200 kilogram beras per hari. Hal ini berarti kebutuhan bulanan mencapai 4,8 ton beras untuk memproduksi 3.000 porsi makanan. Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan pasokan ayam sebanyak 2.800 ekor per bulan untuk menu dua kali seminggu.
Keperluan susu segar juga tinggi, dengan satu SPPG menyerap 450 liter per hari untuk memenuhi porsi 150 mililiter per penerima. Skala ini sejalan dengan pesan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR RI Rabu (20/5/2026). Ia menegaskan komitmen pemerintah terhadap program MBG.
Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita,” ungkap Prabowo dalam kesempatan tersebut.
