Petrokimia Gresik Amankan Tambahan Pasokan Gas hingga 2035
Key Strategy – Dalam upaya menjaga kestabilan produksi pupuk nasional dan memperkuat kapasitas industri agroindustri, PT Petrokimia Gresik menetapkan Key Strategy yang fokus pada pengamanan pasokan gas dari sumber daya terbarukan hingga 2035. Strategi ini dirancang untuk mengatasi ketergantungan pada pasokan energi yang semakin dinamis, sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku utama dalam proses manufaktur pupuk dan produk pertanian lainnya. Peningkatan kepastian pasokan energi menjadi langkah krusial untuk mendukung keberlanjutan produksi di masa depan, terutama di tengah tuntutan pasar domestik yang terus meningkat.
Pemenuhan Kebutuhan Energi untuk Industri Pupuk Nasional
Pasokan gas bumi memainkan peran penting dalam operasional pabrik pupuk, di mana bahan bakar ini digunakan untuk menghasilkan amonia dan urea, dua komponen kunci dalam produksi pupuk. Dengan Key Strategy yang diterapkan, Petrokimia Gresik berupaya memperoleh tambahan pasokan sekitar 30-35 MMSCFD dari dua wilayah produksi utama, yakni Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja (WK) Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 2035, sehingga mampu memenuhi kebutuhan sektor pertanian dan agroindustri dalam skala besar.
Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan penyedia energi menjadi bagian dari Key Strategy perusahaan untuk menghadapi tantangan global dan lokal. “Gas bumi tidak hanya menjadi bahan baku utama, tetapi juga salah satu faktor penentu kinerja industri pupuk nasional. Oleh karena itu, penguatan kemitraan strategis dan kepastian pasokan energi jangka panjang merupakan keharusan,” terangnya, dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026). Strategi ini didasari oleh kebutuhan untuk menjaga kualitas produksi dan mengurangi risiko gangguan pasokan yang bisa menghambat operasional industri.
Kemitraan strategis antara Petrokimia Gresik dengan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dan PC Ketapang II Ltd menjadi fondasi penting dalam Key Strategy ini. Dua perjanjian utama, yaitu Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan Head of Agreement (HoA), diharapkan mampu menjamin ketersediaan pasokan gas yang stabil selama periode 2035. PJBG dengan HCML fokus pada pengoperasian Lapangan MDA-MBH, sementara HoA dengan PC Ketapang II Ltd menargetkan Wilayah Kerja Ketapang. Dengan dua sumber pasokan ini, perusahaan dapat meminimalkan risiko ketergantungan pada satu wilayah energi tertentu.
Daconi Khotob menegaskan bahwa Key Strategy ini bukan hanya tentang memperoleh bahan baku, tetapi juga tentang membangun jaringan industri yang lebih kuat. “Sinergi antara sektor pupuk dan energi menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan Key Strategy yang terstruktur, kita dapat menciptakan sistem pasokan energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” jelasnya. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan memperkuat daya saing industri dalam pasar regional dan global, terutama dengan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya operasional.
Langkah Konkret dalam Penerapan Key Strategy
Implementasi Key Strategy Petrokimia Gresik melibatkan kerja sama teknis dan kelembagaan yang berkelanjutan. Dalam PJBG dengan HCML, perusahaan menyepakati mekanisme pengalihan dan distribusi gas bumi dari Lapangan MDA-MBH, yang terletak di daerah yang rawan fluktuasi pasokan. Sementara itu, HoA dengan PC Ketapang II Ltd menyoroti potensi Wilayah Kerja Ketapang yang dianggap sebagai sumber gas baru dengan cadangan yang memadai. Proses penandatanganan perjanjian ini dilakukan dengan adanya komitmen kuat dari pihak-pihak terkait, termasuk Daconi Khotob dan para perwakilan perusahaan penyedia energi.
Keberhasilan Key Strategy ini juga bergantung pada pembangunan infrastruktur pendukung, seperti pipa transportasi gas dan pusat distribusi energi. “Kita perlu memastikan bahwa pasokan energi sampai ke pabrik dengan efisien dan andal. Dengan memperkuat kerja sama, kita bisa menjamin kelancaran produksi hingga 2035,” tutur Daconi. Proyeksi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa kebutuhan energi terbarukan di Indonesia akan meningkat dua kali lipat dalam 15 tahun ke depan, sehingga langkah seperti ini menjadi sangat relevan.
Dengan Key Strategy yang dijalankan, Petrokimia Gresik diharapkan dapat menjadi pelaku utama dalam menjamin ketersediaan energi untuk sektor produksi pupuk. Hal ini tidak hanya menguntungkan industri lokal, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga pupuk nasional yang menjadi fondasi pertanian. Dalam jangka panjang, kepastian pasokan gas akan menjadi penentu utama dalam menghadapi kebutuhan energi yang semakin besar, terutama dalam konteks transformasi industri menuju lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
