IPA Convex 2026 Catat Potensi Kerja Sama USD 30 Miliar
Key Strategy – Dalam rangka menegaskan Key Strategy pada industri energi, acara IPA Convention and Exhibition 2026 yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City mencatatkan sejumlah pencapaian strategis. Selama perhelatan, tercatat delapan kontrak bagi hasil (PSC), enam belas kesepakatan komersial, serta lima kerja sama teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS) dengan nilai potensial mencapai lebih dari tiga puluh miliar dolar AS. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya Key Strategy dalam mendorong pertumbuhan sektor energi Indonesia di masa depan.
Kolaborasi antara pemerintah dengan negara-negara mitra juga meningkat, seiring diluncurkannya tiga kesepakatan government-to-government (G2G). Presiden IPA, Kathy Wu, menyatakan bahwa acara ini menjadi wadah penting untuk membangun Key Strategy yang berfokus pada pengembangan kemitraan lintas sektor energi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap industri hulu migas serta peningkatan daya saing sektor energi secara nasional.
Kerja Sama Strategis dan Penawaran Blok Migas
Salah satu aspek utama IPA Convex 2026 adalah penawaran 98 wilayah kerja (WK) atau blok migas baru, yang diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada Rabu (20/5/2026). Penawaran ini bertujuan memperkuat Key Strategy pemerintah dalam memastikan akses terhadap sumber daya alam yang berkelanjutan. Dalam pidatonya, Bahlil menyebutkan bahwa dari 118 blok migas yang siap ditenderkan, sebanyak 20 telah selesai diproses.
“Kita akan membuka tender sekitar 118 blok baru untuk yang ingin melakukan eksplorasi. Dan dari 118 blok itu, sekitar 20 sudah selesai,” kata Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM juga mengajak kontraktor untuk terlibat langsung dalam evaluasi blok-blok migas yang ditawarkan. Ia menekankan bahwa penawaran ini merupakan bagian dari Key Strategy pemerintah untuk mendorong partisipasi investor internasional dan mempercepat pengembangan industri energi. Dengan penawaran ini, pemerintah ingin menciptakan peluang kerja sama yang berdampak jangka panjang bagi sektor hulu migas Indonesia.
Pertumbuhan Partisipasi dan Minat Internasional
Dari segi partisipasi, IPA Convex 2026 mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah peserta. Jumlah exhibitor meningkat dari 216 perusahaan pada tahun 2025 menjadi 233 perusahaan pada 2026, sementara jumlah delegasi juga naik dari 3.005 menjadi 3.326 peserta. Kehadiran 20 negara peserta menunjukkan peningkatan minat internasional terhadap sektor energi Indonesia, yang menjadi bagian dari Key Strategy dalam membangun ekosistem industri yang lebih luas.
Antusiasme pengunjung mengalami peningkatan signifikan, mencapai 37.323 orang, dibandingkan 32.016 peserta pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan keyakinan pasar terhadap potensi investasi di Indonesia. Partisipasi mahasiswa juga meningkat dari 1.786 menjadi 2.550 peserta, menunjukkan adanya Key Strategy untuk mengajak generasi muda berpartisipasi dalam pembangunan sektor energi.
Dalam pembukaan acara, Menteri ESDM menegaskan bahwa penawaran 13 WK migas merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan industri hulu migas. Dari 13 WK yang ditawarkan, satu blok diberikan langsung, yaitu WK Natuna D-Alpha di wilayah offshor Natuna, yang memiliki luas 10.211,85 km persegi dan estimasi sumber daya 2.865 MMBO. Sementara WK Sapukala berlokasi di offshor Selat Makassar dengan luas 8.474,5 km persegi dan sumber daya diperkirakan 2.309 BSCF.
Blok migas lainnya yang ditawarkan meliputi WK Rupat, yang mencakup wilayah offshor dan onshor Riau serta Sumatra Utara dengan luas 7.843,66 km persegi. WK Puri berada di onshor Riau, sementara WK Pesut Mahakam di Kalimantan Timur memiliki luas 1.530,15 km persegi dan estimasi sumber daya 1.336 MMBO. Blok Bengara II dan Maratua II di Kalimantan Utara juga menjadi bagian dari Key Strategy dalam memperluas akses sumber daya alam ke daerah-daerah strategis.
Dengan memperluas akses ke wilayah-wilayah timur Indonesia, pemerintah mencoba membangun Key Strategy yang berfokus pada keberlanjutan dan keadilan distribusi keuntungan. Keberadaan blok-blok migas ini diharapkan menjadi pendorong bagi investasi dan kerja sama internasional yang lebih masif, seiring pertumbuhan industri energi nasional. Potensi USD 30 miliar yang ditawarkan selama acara menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mengembangkan sektor strategis ini.
