Key Strategy: BTN Biayai 6 Juta Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Key Strategy menjadi salah satu fokus utama dalam upaya memperluas akses perumahan bagi masyarakat ekonomi rendah di Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, atau BTN, telah menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada sekitar 6 juta unit rumah, terutama yang ditujukan kepada kelompok desil 3 hingga desil 8. Strategi ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dengan pendapatan terbatas memiliki kemampuan lebih baik dalam memperoleh hunian layak huni, yang sebelumnya sulit dicapai karena beban cicilan yang tinggi. Dengan menghadirkan skema pembiayaan yang lebih ramah, BTN menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mendorong kesejahteraan nasional.
Program KPR Subsidi dan Kelompok Target
“Kalau untuk (nasabah kategori) desil 3, (jumlah pembiayaan) KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” kata Nixon LP Napitupulu, dikutip dari Antara, Minggu (24/6/2026).
Menurut Nixon, sebelumnya program KPR difokuskan pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya desil 3 hingga desil 8. Dalam sistem klasifikasi ekonomi, terdapat 10 tingkatan atau desil yang digunakan untuk menilai kemampuan ekonomi seseorang. Desil 1 dan 2 merupakan kelompok dengan pendapatan paling rendah, sehingga masih kesulitan mengakses kredit perumahan melalui lembaga keuangan. Dengan Key Strategy yang terus diperluas, BTN berharap bisa menjangkau kelompok-kelompok ini lebih efektif.
BPS: Bantuan untuk Keluarga Ekonomi Rendah
“Ada 10 desil (kelompok masyarakat berdasarkan ekonomi), maka bisa dibilang yang paling sulit (mendapatkan bantuan kredit perumahan) tinggal desil 1-2, sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” ujarnya.
Untuk melengkapi upaya Key Strategy, pemerintah menyediakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ditujukan kepada sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia pada 2026. Setiap keluarga yang memenuhi kriteria akan menerima dana antara Rp20 juta hingga Rp25 juta untuk membangun atau memperbaiki rumah layak huni. Bantuan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah, sambil menjaga kesinambungan program KPR subsidi dari BTN.
KPR Tenor Panjang: Solusi untuk Desil 1-2
Pemerintah juga tengah menyusun studi terkait skema KPR dengan tenor panjang hingga 40 tahun. Nixon menegaskan bahwa Key Strategy ini tidak hanya mencakup desil 3 ke atas, tetapi juga berharap bisa menjangkau desil 1 dan 2. “Hari ini pemerintah mengkaji (rancangan skema pembiayaan) KPR sampai 40 tahun. Mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat (menikmati KPR tenor panjang tersebut nantinya). Ini cara penetrasi (meningkatkan pembiayaan perumahan bagi) MBR,” katanya.
Dengan tenor 40 tahun, angsuran KPR bisa ditekan hingga sekitar Rp800-900 ribu per bulan. Angka ini jauh lebih terjangkau dibandingkan tenor 10-20 tahun yang saat ini memiliki angsuran sebesar Rp1,7 juta hingga Rp1,4 juta. Program ini merupakan bagian dari Key Strategy yang bertujuan mengurangi beban cicilan bagi kelompok ekonomi rendah, sehingga lebih mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Implementasi dan Tantangan
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pihaknya masih menyusun aturan pendukung terkait skema tenor panjang tersebut sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. “Tentu ini bisa meringankan angsurannya. Kalau 40 tahun, seperti sekarang rumah subsidi tapak kalau 10 tahun sekitar angsurannya Rp1,7 juta, 15 tahun angsuran Rp1,4 juta. Kalau 20 tahun mungkin Rp1,1 juta dan kalau 40 tahun bisa murah lagi sekitar Rp800-900 ribu,” ujarnya.
Menurut pemerintah, skema tenor panjang diharapkan mampu mengurangi beban cicilan rumah bagi kelompok ekonomi rendah, sehingga lebih terjangkau. Program ini menjadi bagian dari Key Strategy yang lebih luas, dengan pemerintah dan BTN bekerja sama untuk menciptakan perumahan yang lebih merata. Meski demikian, tantangan utama tetap ada, seperti kebijakan regulasi yang perlu diselaraskan dan ketersediaan dana yang cukup untuk mendukung peningkatan volume pembiayaan.
Hasil dan Harapan Masa Depan
Dengan Key Strategy yang terus dikembangkan, diharapkan akses pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa meningkat signifikan. Terutama bagi kelompok desil 1 dan 2, yang selama ini kesulitan memperoleh bantuan. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif pada perekonomian nasional dengan mendorong permintaan konsumsi dan pengembangan sektor properti. Nixon menekankan bahwa strategi ini harus terus diperkuat untuk memastikan semua masyarakat memiliki peluang merdeka dalam memiliki rumah, tanpa tergantung pada penghasilan yang tinggi.
Keberhasilan Key Strategy BTN dalam menyalurkan KPR subsidi menunjukkan keterlibatan aktif perbankan dalam program pemerintah. Dengan kombinasi antara KPR, BPS, dan skema tenor panjang, diharapkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah bisa meningkat secara bertahap. Pemerintah juga terus mengevaluasi kebijakan ini untuk memastikan adanya penyesuaian yang diperlukan, sehingga Key Strategy tetap relevan dan berdampak nyata.
