Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP
Key Issue – Liputan6.com, Jakarta – Pada pekan kedua bulan Mei 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami perubahan signifikan di sejumlah SPBU, termasuk Pertamina, Shell, Vivo, dan BP. Perubahan ini mencerminkan fluktuasi harga internasional minyak mentah serta kebijakan pemerintah terkait subsidi. Pada hari Senin (11/5/2026), informasi dari Antara mengungkapkan bahwa harga solar di SPBU BP turun, sementara Shell V-Power Diesel kembali tersedia di SPBU Shell. Kenaikan dan penurunan harga BBM menjadi Key Issue utama bagi masyarakat pengguna kendaraan bermotor, khususnya pengguna mobil dan truk.
Perbandingan Harga BBM di Berbagai SPBU
Di SPBU BP, harga BBM telah berubah sejak awal Maret 2026. BP Ultimate Diesel dijual dengan harga Rp29.890 per liter, dibandingkan sebelumnya Rp30.890 per liter. BBM BP 92 tetap dihargai Rp12.390 per liter, sedangkan BP Ultimate seharga Rp12.930 per liter. Di SPBU Shell, V-Power Diesel kembali diperkenalkan dengan harga Rp30.890 per liter, setelah sempat mengalami kekurangan stok sejak awal tahun 2026. Keberadaan V-Power Diesel di SPBU Shell menjadi Key Issue penting bagi konsumen yang mencari bahan bakar premium.
SPBU Vivo belum memberikan pengumuman harga baru sejak awal Mei 2026. Revvo 92 dijual dengan harga Rp12.390 per liter, dan Diesel Primus seharga Rp30.890 per liter. Sementara itu, Pertamina masih mempertahankan harga BBM yang sama sejak 4 Mei 2026. Berikut daftar harga BBM terbaru: Pertalite Rp10.000 per liter, Solar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp19.900 per liter, Pertamax Green Rp12.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter. Perubahan harga BBM terkini menimbulkan Key Issue dalam keputusan konsumen mengenai pilihan bahan bakar.
Pengaruh Kebijakan Harga BBM terhadap Konsumen
Perubahan harga BBM berdampak langsung pada pengeluaran harian pengguna kendaraan. Misalnya, pengguna truk yang mengandalkan solar subsidi akan merasakan penghematan hingga Rp1.000 per liter. Namun, untuk pengguna mobil premium seperti Pertamax Turbo atau Dexlite, kenaikan harga mencerminkan Key Issue tentang kenaikan biaya operasional. Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan bahwa kebijakan harga BBM diatur berdasarkan kebutuhan pasar dan distribusi kuota.
“Beberapa SPBU Pertamina di Jakarta telah berubah status menjadi SPBU Signature, menawarkan layanan premium,” ujar Anggia saat diwawancara Antara, Jumat (8/5/2026). Ia menegaskan bahwa perubahan ini tidak mengakibatkan penghentian penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite. Meski demikian, Key Issue terkait kelangkaan bahan bakar terus menjadi sorotan, terutama di kota-kota besar. Penugasan jenis bahan bakar khusus (JBKP) Ron 90 atau Pertalite tetap dijalankan secara triwulan oleh Pertamina Patra Niaga.
Di sisi lain, SPBU Vivo dan BP masih menawarkan opsi bahan bakar yang lebih ekonomis, dengan harga Revvo 92 dan Diesel Primus yang relatif stabil. Namun, key issue utama terkait dengan kebijakan subsidi dan ketersediaan BBM di SPBU Signature Pertamina memicu ketertarikan publik. Banyak pengguna kendaraan mencari informasi terkini mengenai perbandingan harga BBM di berbagai SPBU, baik untuk kebutuhan harian maupun investasi jangka panjang.
Analisis harga BBM terbaru menunjukkan bahwa Pertamina Dex dan Dexlite tetap menjadi pilihan untuk pengguna kendaraan yang mencari performa tinggi. Sementara itu, Pertamax Green dan Pertamax Turbo menawarkan keseimbangan antara kualitas dan biaya. Key Issue tentang perubahan harga BBM juga memengaruhi preferensi konsumen, dengan sebagian memilih bahan bakar premium untuk efisiensi bahan bakar, sementara yang lain lebih mengutamakan biaya operasional.