Di Tengah Isu PHK, Investasi Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja Baru
Walaupun terdapat sorotan terhadap fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin meningkat, realisasi investasi pada paruh pertama tahun 2026 berhasil
Investasi Ciptakan 1,45 Juta Lapangan Kerja Baru di Tengah Isu Pemutusan Hubungan Kerja
Beritaterbaik.com – Walaupun terdapat sorotan terhadap fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin meningkat, realisasi investasi pada paruh pertama tahun 2026 berhasil membuka lebih banyak peluang kerja dibandingkan tahun sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa penyerapan tenaga kerja langsung mencapai angka 1,45 juta orang selama semester I/2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 15 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Airlangga saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa tren positif ini mengindikasikan bahwa rekrutmen melalui proyek investasi baru masih melampaui capaian tahun lalu.
“Jumlah tenaga kerja yang terserap di semester I/2026 sebesar 1,45 juta tenaga kerja langsung. Dibandingkan tahun lalu, ini naik 15%,” ujar Airlangga.
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan, capaian ini menjadi indikasi bahwa pembukaan posisi kerja baru masih terus berjalan meskipun menghadapi berbagai kendala ekonomi. Hal ini termasuk adanya beberapa kasus PHK yang dilaporkan di sektor-sektor industri tertentu.
“Di tengah adanya beberapa isu ataupun kasus-kasus PHK, jumlah orang yang dipekerjakan melalui lapangan kerja baru tetap meningkat,” kata Airlangga.
Data Pengangguran dari BPS
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pengangguran terbuka pada bulan Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang. Statistik ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan data yang dirilis untuk bulan Februari 2026. Moh Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menjelaskan bahwa penurunan tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja yang berhasil terserap oleh pasar.
“Angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026,” ucap Edy dalam rilis BPS.
Ditinjau dari persentase, tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen ini lebih rendah dibandingkan angka 4,68 persen yang tercatat pada Februari 2026. Penurunan ini bersifat konsisten, baik untuk kelompok pekerja laki-laki maupun perempuan, serta terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Komposisi Angkatan Kerja dan Penduduk Bekerja
Hingga Mei 2026, total penduduk usia kerja tercatat sebanyak 220,23 juta orang, mengalami kenaikan 689 ribu orang dari bulan Februari. Jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang dengan penambahan 497 ribu orang, sementara kategori bukan angkatan kerja bertambah menjadi 64,82 juta orang atau naik 191 ribu orang.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah memiliki pekerjaan. Angka ini bertambah 522 ribu orang dibandingkan kondisi pada Februari 2026. Secara rinci, penduduk yang bekerja penuh mencapai 98,98 juta orang (naik 391 ribu), pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang (naik 72 ribu), dan mereka yang bekerja setengah pengangguran berjumlah 10,79 juta orang (naik 59 ribu).
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Di Tengah Isu PHK Investasi Serap 1?
Di Tengah Isu PHK Investasi Serap 1 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Di Tengah Isu PHK Investasi Serap 1 matter?
Di Tengah Isu PHK Investasi Serap 1 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
