Danantara Bantah BUMN Rugi, Kontribusi Mencapai Rp215 Triliun di Kuartal I 2026
Danantara Bantah BUMN Rugi – Pernyataan Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, dalam acara Jogja Financial Festival 2026 mengejutkan banyak pihak yang sebelumnya menganggap perusahaan milik pemerintah (BUMN) sebagai penyerap dana. Dony menegaskan bahwa BUMN justru menjadi penggerak ekonomi nasional, tidak hanya melalui dividen tetapi juga melalui pajak yang secara konsolidasi mencapai angka yang sangat signifikan. Ia menyoroti bahwa kontribusi BUMN telah mendekati 30% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menjawab kritik yang menyebutkan bahwa BUMN belum optimal dalam menciptakan keuntungan.
Kontribusi BUMN Tahun Ini di Kuartal I 2026
Dony Oskaria menambahkan bahwa dalam tiga bulan pertama tahun 2026 saja, BUMN sudah memberikan kontribusi keuangan sebesar Rp215 triliun. Angka ini, menurutnya, menggambarkan kemajuan yang baik dalam menjalankan operasional perusahaan negara. “BUMN kita memberikan kontribusi hampir sepertiga dari APBN, baik dalam bentuk dividen maupun pajak. Di Kuartal I ini, kami sudah membayarkan pajak sebesar Rp215 triliun, jadi BUMN kita sangat berdaya,” ujarnya, seperti dikutip Minggu (24/5/2026).
“BUMN kita untungnya Rp300 triliun, tahun lalu mencapai Rp335 triliun, tahun ini kita berharap keuntungan bisa mencapai Rp360 triliun,” tambah Dony.
Dony juga menegaskan bahwa keuntungan BUMN tidak hanya menunjukkan kinerja finansial yang baik, tetapi juga membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan negara mampu berkontribusi pada perekonomian Indonesia. Dengan angka keuntungan yang terus meningkat, ia menilai BUMN tidak hanya memenuhi ekspektasi pemerintah tetapi juga menjadi penggerak utama dalam menciptakan stabilitas ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan peran Danantara sebagai Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang bertugas memberikan arahan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional perusahaan-perusahaan milik negara.
Rencana Peningkatan Kinerja BUMN Jangka Panjang
Sebagai kepala BP BUMN, Dony Oskaria tidak hanya fokus pada kinerja saat ini tetapi juga menyiapkan roadmap untuk meningkatkan laba BUMN ke level yang lebih tinggi. Ia berharap, dalam beberapa tahun ke depan, BUMN dapat mencapai keuntungan sebesar Rp450 triliun. “Saya sendiri punya harapan paling tidak ketika saya pensiun, BUMN bisa membukukan keuntungan setidaknya Rp450 triliun,” katanya. Angka ini diharapkan menjadi bukti bahwa BUMN tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang, sejalan dengan kebutuhan perekonomian Indonesia yang terus meningkat.
Dalam perjalanan menuju target tersebut
