Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Topics Covered: Peserta Munas NU Ini Sebut Rais Aam Tak Menolak Lirboyo Tuan Rumah Muktamar

Barbara Miller 3 mins read 4 views

Topics Covered: Peserta Munas NU Tegaskan Rais Aam Tidak Menolak Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar Topics Covered - Jakarta, Liputan6.com - Dalam sidang pleno

Topics Covered: Peserta Munas NU Ini Sebut Rais Aam Tak Menolak Lirboyo Tuan Rumah Muktamar

Topics Covered: Peserta Munas NU Tegaskan Rais Aam Tidak Menolak Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar

Topics Covered – Jakarta, Liputan6.com – Dalam sidang pleno Munas-Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2026, beberapa peserta mengklaim bahwa Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, tidak menolak proposal Lirboyo sebagai lokasi Muktamar NU. Teguran ini datang dari Alwan Saputra, Ketua PWNU Kalimantan Utara, yang mengungkapkan ketegangan terjadi saat diskusi mengenai rekomendasi Komisi Organisasi tentang penentuan tuan rumah. Meski KH Ahmad Asrori, pimpinan sidang, langsung mengesahkan usulan tersebut, Alwan menegaskan bahwa Rais Aam hanya meminta prosedur untuk diperbaiki, bukan menolak kota Lirboyo secara tegas.

Proses Pengambilan Keputusan di Sidang Pleno

Kronologi perdebatan yang memanas di sidang pleno menyebutkan bahwa lima daerah menjadi kandidat tuan rumah, termasuk DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Lirboyo. Meski telah ada rekomendasi dari tim perumus, peserta menganggap proses pengambilan keputusan terlalu cepat. Sejumlah anggota menginterupsi karena merasa belum ada kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara memadai. Kebijakan pengetukan palu yang langsung mengesahkan usulan Lirboyo memicu reaksi kuat dari peserta yang mengkhawatirkan transparansi dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan.

“Saat sidang pleno yang dipimpin KH Ahmad Asrori, hasil tim perumus dibawa ke forum. Namun sebelum forum dimintai persetujuan, langsung dilakukan pengetukan palu atas salah satu usulan yang diajukan,”

Ketegangan terus memuncak ketika Nuruzzaman, pendukung KH Yahya Cholil Staquf, memimpin upaya untuk menantang keputusan. Ia berteriak-teriak dan mengajak berkelahi, menciptakan atmosfer yang tidak kondusif. Aksi ini menunjukkan ketegangan antara dua kubu dalam NU, yang terus menjadi sorotan selama penyelenggaraan Munas-Konbes. Namun, Alwan Saputra menegaskan bahwa Rais Aam hanya ingin mekanisme sidang pleno diperbaiki, bukan menolak Lirboyo.

“Dengan nara mengancam dan mengajak berkelahi, Nuruzzaman berteriak-teriak. Saat itu terjadi intimidasi, ancaman, bahkan ajakan untuk baku pukul,”

Setelah situasi memanas, Rais Aam KH Miftachul Akhyar langsung mengambil alih sidang untuk memperbaiki prosedur. Ia menekankan bahwa keputusan saat itu belum sempurna dan perlu dipertimbangkan kembali. Dalam wawancara, Alwan Saputra mengklaim bahwa Rais Aam tidak menolak Lirboyo, tetapi hanya meminta agar proses dijalani secara adil. “Belum ada penetapan tuan rumah. Yang kami sayangkan, pimpinan sidang waktu itu langsung mengesahkan. Dengan segala hormat, mekanismenya belum selesai,” jelasnya.

Impak dan Kebutuhan Kesepakatan

Peneguhan bahwa Rais Aam tidak menolak Lirboyo menjadi topik utama yang dibahas dalam Topics Covered. Alwan Saputra menyoroti potensi kesalahpahaman dari narasi awal yang menyebut Rais Aam menolak kota tersebut. Ia berharap semua pihak memahami bahwa keputusan yang diambil bukanlah penolakan, melainkan koreksi prosedur. Sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan, masyarakat dan peserta Munas-Konbes perlu terlibat aktif untuk memastikan transparansi dan kesetujuan bersama.

“Rais Aam saat itu mengambil alih forum untuk mengembalikan ketertiban sidang. Beliau meminta keputusan tersebut dibatalkan karena prosedurnya belum selesai,”

Proses ini menunjukkan pentingnya Topics Covered dalam mengatur dinamika internal NU. Sebagai sebuah kegiatan strategis, Muktamar NU memerlukan kesepakatan yang kuat untuk memastikan konsistensi visi dan misi organisasi. Dengan keterlibatan peserta yang bersifat aktif, keputusan akhir diharapkan bisa mencerminkan keberagaman suara, bukan hanya kepentingan sebagian kelompok. Alwan Saputra menegaskan bahwa pembicaraan lebih lanjut diperlukan agar semua pihak memahami konteks keputusan tersebut.

Alwan Saputra juga menyoroti bahwa keterlibatan peserta Munas-Konbes tidak hanya tentang lokasi Muktamar, tetapi juga tentang kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dalam organisasi. Ia menegaskan bahwa dalam Topics Covered, peserta bertugas untuk memberikan masukan yang memadai sebelum keputusan diambil. “Yang perlu kami luruskan, tidak benar bahwa Kiai Miftachul Akhyar menolak Lirboyo. Beliau hanya meminta agar prosedur dilakukan secara benar,” tambahnya. Dengan penjelasan ini, Alwan berharap narasi yang menyebut Rais Aam menolak kota Lirboyo bisa diperbaiki.

Persidangan ini menjadi momen penting dalam sejarah NU, karena menggambarkan dinamika internal yang kompleks. Dengan menyertakan Topics Covered, artikel ini memberikan wawasan menyeluruh tentang bagaimana proses keputusan dijalani dan bagaimana reaksi peserta memengaruhi arah kebijakan organisasi. Kehadiran peserta yang berbeda pandangan menunjukkan bahwa Muktamar NU bukan hanya tentang lokasi, tetapi juga tentang strategi dan konsensus yang mencerminkan kekuatan keanggotaan.

Gabung diskusi