New Policy: Seskab Teddy Inisiasi Kompetisi ‘Setkab Gengs’, Ini Penjelasannya
Perkenalkan 'New Policy' dan Inisiasi Kompetisi 'Setkab Gengs' New Policy menjadi fokus utama dalam inisiatif terbaru yang diluncurkan oleh Sekretaris Kabinet
Perkenalkan ‘New Policy’ dan Inisiasi Kompetisi ‘Setkab Gengs’
New Policy menjadi fokus utama dalam inisiatif terbaru yang diluncurkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Pada Minggu (21/6/2026), ia mengumumkan adanya kompetisi bernama “Setkab Gengs” yang bertujuan memperkuat partisipasi pegawai Setkab dalam menyumbangkan ide-ide inovatif untuk mendukung program pemerintah. “Dengan New Policy ini, kami ingin mengajak seluruh staf untuk berpikir kreatif dan berkontribusi langsung dalam perbaikan sistem birokrasi,” kata Teddy, dalam pernyataan resmi. Kompetisi ini bukan hanya sebatas diskusi, tetapi juga menjadi wadah untuk menghasilkan solusi konkret yang bisa diimplementasikan di berbagai bidang kebijakan.
Harapan untuk Mendorong Perubahan Birokrasi
New Policy ini dirancang sebagai bagian dari upaya mendorong reformasi birokrasi di lingkungan Sekretariat Kabinet. Seskab Teddy menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis, di mana setiap pegawai memiliki ruang untuk mengungkapkan gagasan yang mungkin belum terpikirkan oleh atasan. “Kami ingin membangun budaya kerja yang kolaboratif, bukan hanya hierarkis,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa kompetisi ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan visi pemerintah dalam menyukseskan transformasi digital dan keterbukaan dalam pengambilan keputusan.
Sebagai bagian dari New Policy, program “Setkab Gengs” dilengkapi dengan mekanisme seleksi yang ketat. Seluruh proposal harus memenuhi kriteria kelayakan, mulai dari kejelasan konsep hingga potensi dampak sosial dan ekonomi. “Kami tidak hanya memilih ide yang menarik, tetapi juga gagasan yang memiliki rencana implementasi jelas,” jelas Teddy. Ini menunjukkan komitmen Setkab dalam menjadikan New Policy sebagai alat efektif untuk menghasilkan inovasi yang terukur dan berkelanjutan.
Proses Penyaringan dan Evaluasi
Pelaksanaan kompetisi “Setkab Gengs” dimulai dengan penerimaan 106 proposal dari berbagai unit kerja di dalam Setkab. Setelah proses verifikasi awal, hanya 30 proposal yang lolos untuk melangkah ke babak penyisihan. Pada 26 April 2026, para peserta memperoleh kesempatan untuk menunjukkan konsep mereka kepada tim penilai. Dari 30 proposal tersebut, 16 yang terpilih diberikan hak untuk mempresentasikan gagasan mereka secara langsung di hadapan Seskab Teddy pada Senin, 8 Juni 2026.
“Format presentasi singkat ini memungkinkan peserta memperlihatkan inovasi mereka dengan jelas, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang efektif,”
tutur Teddy dalam wawancara terpisah. Proses evaluasi melibatkan penilaian berdasarkan kreativitas, kepraktisan, dan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap New Policy ini akan menjadi pelopor dalam mengubah cara kerja birokrasi menjadi lebih responsif terhadap dinamika tuntutan publik.
Konsep Inovasi yang Disajikan
Berdasarkan pengumuman di akun Instagram resmi Setkab, sejumlah gagasan menarik dari peserta kompetisi “Setkab Gengs” berhasil menyentuh tema utama New Policy, yaitu pembangunan berkelanjutan dan keterlibatan aktif pegawai. Beberapa ide yang diusulkan mencakup Program Rumah Bakti untuk mendorong pengembangan kampung halaman, Trinovasi untuk Vokasi yang menawarkan pelatihan keterampilan digital, serta Program Pidana Kerja Sosial Nasional untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat terdampak.
Menurut Teddy, gagasan-gagasan yang disampaikan tidak hanya mencakup isu lokal, tetapi juga memiliki peran besar dalam membangun visi nasional. “Ada banyak ide yang bisa diterapkan langsung, seperti Masa Depan Kelas Menengah yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, atau Pangan Asal Desa: Integrasi MBG yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan di daerah pedesaan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa New Policy ini adalah alat untuk menumbuhkan semangat kreativitas di tengah birokrasi.
Peluang dan Dampak New Policy
Kompetisi “Setkab Gengs” tidak hanya memberikan peluang untuk mengeksplorasi ide, tetapi juga membuka jalan bagi pengakuan dan implementasi yang nyata. Para peserta yang berhasil lolos akan diberikan fasilitas tambahan, seperti akses ke dana pendanaan dan bimbingan teknis dari tim khusus. Ini merupakan bentuk kebijakan pendukung yang menjadi bagian dari New Policy untuk memastikan bahwa setiap inisiatif yang lahir dari kompetisi bisa menjadi pilar kebijakan nasional.
New Policy ini juga menjadi contoh bagaimana transformasi birokrasi bisa dilakukan melalui partisipasi aktif karyawan. Dengan menggabungkan kreativitas di tingkat bawah, pemerintah bisa mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan kepuasan masyarakat. Teddy optimis bahwa kompetisi ini akan menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem birokrasi yang lebih terbuka, efisien, dan berorientasi pada solusi nyata. “Kami ingin New Policy ini bisa menjadi salah satu mekanisme yang diadopsi oleh instansi pemerintahan lainnya,” pungkasnya.
