Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Meeting Results: Hasto Cerita Buku Warisan Bung Karno soal Fondasi Gizi Anak Indonesia

Mary Hernandez 3 mins read 17 views

Meeting Results: Hasto Diskusikan Buku Warisan Bung Karno tentang Fondasi Gizi Anak Indonesia Acara Kuliah Umum dalam Rangka Dies Natalis UBK Meeting Results

Meeting Results: Hasto Cerita Buku Warisan Bung Karno soal Fondasi Gizi Anak Indonesia

Meeting Results: Hasto Diskusikan Buku Warisan Bung Karno tentang Fondasi Gizi Anak Indonesia

Acara Kuliah Umum dalam Rangka Dies Natalis UBK

Meeting Results – Liputan6.com, Jakarta – Dalam acara kuliah umum bertajuk “Pemikiran Geopolitik Bung Karno” yang diselenggarakan sebagai rangkaian Dies Natalis ke-27 Universitas Bung Karno (UBK), Kamis (11/6/2026), Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap visi strategis dan humanis Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, terkait pembangunan kesehatan anak-anak sebagai fondasi bangsa. Acara ini diadakan di Aula Ir. Soekarno, Jakarta, dan menarik perhatian peserta serta penggemar sejarah nasional.

Meeting Results ini tidak hanya mengenalkan gagasan-gagasan Soekarno, tetapi juga menyoroti peran kesehatan anak dalam memperkuat kemampuan bangsa. Hasto menegaskan bahwa Soekarno selalu memprioritaskan kesiapan generasi muda dalam segi fisik dan mental sebagai bentuk kesiapan untuk memimpin era baru. “Dalam Meeting Results ini, kita melihat bagaimana Soekarno merancang masa depan Indonesia, mulai dari anak-anak yang sehat secara gizi dan budi pekerti,” ujarnya.

Warisan Bung Karno dalam Meningkatkan Kesehatan Anak

Sebagai bagian dari Meeting Results, Hasto menjelaskan bahwa Soekarno menginisiasi terbitnya buku kuliner nasional yang berjudul “Mustika Rasa” sebagai bentuk warisan penting untuk menjaga keberlanjutan gizi masyarakat. Buku ini tidak hanya berisi resep masakan, tetapi juga menjadi dokumen strategis yang memperkuat kedaulatan pangan Indonesia. “Dalam era sekarang, buku ini menjadi referensi untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan nutrisi yang seimbang,” tambahnya.

“Buku setebal seribu halaman ini menggambarkan kekayaan kuliner Nusantara dari Sabang sampai Merauke yang diolah dengan bahan-bahan lokal berkhasiat tinggi. Dalam kepemimpinan Bung Karno, kesehatan anak-anak dianggap sebagai investasi utama. Dengan warisan ini, kita bisa memahami bagaimana keterlibatan Soekarno dalam menjaga kesejahteraan anak-anak Indonesia melalui pola makan yang sehat dan mandiri,”

Buku “Mustika Rasa” memuat berbagai bahan pangan lokal seperti jagung, petai, cabai, kacang-kacangan, tempe, dan tahu. Hasto menjelaskan bahwa resep-resep dalam buku ini dibuat untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, memiliki akses ke makanan bergizi tanpa bergantung pada bahan impor. “Meeting Results ini menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kembali visi Soekarno tentang kesejahteraan anak-anak sebagai pondasi keberlanjutan bangsa,” kata mantan politisi Yogyakarta.

Dalam diskusi Meeting Results, Hasto juga menyoroti bagaimana Soekarno memasukkan aspek gizi dalam kebijakan pembangunan nasional. Dengan menerapkan konsep ini, Indonesia diharapkan bisa membangun generasi yang tangguh secara fisik dan mental. “Warisan Bung Karno ini sekaligus mengingatkan kita bahwa kesehatan anak-anak bukan hanya soal nutrisi, tapi juga tentang pendidikan dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan optimal mereka,” tambahnya.

Kuliah umum ini menarik perhatian banyak peserta yang tertarik dengan keterkaitan sejarah dan kebijakan masa kini. Hasto menggarisbawahi bahwa Meeting Results kali ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda, agar memahami pentingnya gizi dalam membangun bangsa. “Dengan mempelajari visi Soekarno, kita bisa menemukan jawaban untuk tantangan gizi yang ada saat ini,” katanya dalam kesempatan tersebut.

Meeting Results ini juga membuka ruang diskusi tentang dampak dari visi Soekarno terhadap kebijakan kesehatan anak saat ini. Hasto menegaskan bahwa buku “Mustika Rasa” bukan hanya buah pikiran Soekarno, tetapi juga menjadi pedoman bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pangan dan gizi yang berkelanjutan. “Dalam konteks pemerintahan saat ini, Meeting Results ini menjadi semangat untuk menjaga kesejahteraan anak-anak Indonesia melalui inovasi dan penerapan konsep yang diusung Bung Karno,” tutupnya.

Gabung diskusi