Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Latest Update: Demo Tolak Kenaikan BBM Pecah di Cikini, Massa Bakar Ban

Joseph Lopez 3 mins read 5 views

Demo Tolak Kenaikan BBM Pecah di Cikini, Massa Bakar Ban Latest Update – Rabu (10 Juni 2026) malam, sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di

Latest Update: Demo Tolak Kenaikan BBM Pecah di Cikini, Massa Bakar Ban

Demo Tolak Kenaikan BBM Pecah di Cikini, Massa Bakar Ban

Latest Update – Rabu (10 Juni 2026) malam, sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, dalam rangka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Aksi ini terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada kepolisian, menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri. Demonstran menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan kenaikan BBM yang dinilai memberatkan masyarakat umum, terutama para pengguna kendaraan pribadi.

Detail Aksi dan Dampak pada Lalu Lintas

Massa berkumpul di depan sebuah mall di Jalan Cikini Raya, sebelum bergerak menuju jalan utama. Aksi dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, dengan peserta berjumlah sekitar 25 orang, kata Erlyn. Mereka menggunakan sebagian lajur jalan untuk berorasi sambil menyalakan api kecil di tengah jalan, sebagai simbol penolakan terhadap kenaikan BBM. Beberapa warga dan pengendara yang lewat terlihat berhenti untuk menyaksikan aksi tersebut, terutama sebelum situasi berubah menjadi lebih kacau.

Latest Update – Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan memicu kekacauan di sekitar lokasi. Meski tidak ada penutupan jalan, sebagian besar lajur jalan ditutup untuk kegiatan orasi, menurut Erlyn. Dalam video yang beredar, massa tampak menggeruduk ke jalan utama sambil membawa spanduk dan poster bertuliskan “Tolak Kenaikan BBM!” serta “Jangan Bawa BBM Naik!”

Latest Update – Sejumlah orang dari organisasi HMI Pustaka menjadi pelaku utama aksi ini. Organisasi tersebut memang dikenal aktif dalam berbagai isu kebijakan pemerintah, termasuk permasalahan kenaikan BBM yang telah menjadi sorotan publik dalam beberapa minggu terakhir. Mereka menilai kenaikan BBM yang diberlakukan pemerintah sejak Mei 2026 tidak hanya meningkatkan biaya transportasi, tetapi juga berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan.

Respons Polisi dan Pemulihan Situasi

Setelah menerima laporan dari masyarakat, Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, langsung datang ke lokasi untuk menenangkan massa. “Sudah kami bubarkan, api sudah kami padamkan,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu malam. Aksi berakhir sekitar pukul 21.30 WIB, dengan massa membubarkan diri secara terorganisasi. Kondisi keamanan dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kembali normal setelah polisi memastikan semua peserta aksi telah kembali ke tempat asal.

Latest Update – Pihak kepolisian menyatakan bahwa aksi berjalan aman, meski sempat menimbulkan ketegangan antara massa dan petugas. Erlyn menjelaskan bahwa tidak ada korban luka-luka atau kerusakan berat yang terjadi selama aksi. “Situasi aman dan terkendali,” tegasnya, sambil menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tepat untuk mengatasi kekacauan yang muncul.

Berdasarkan informasi terkini, aksi ini menjadi bagian dari rangkaian protes nasional yang terus berlangsung sejak pemerintah mengumumkan kenaikan BBM. Para peserta aksi berharap kebijakan tersebut bisa dikaji ulang, terutama dalam mengingat keadaan ekonomi masyarakat yang semakin sulit. “Kenaikan BBM ini dinilai mengganggu kehidupan sehari-hari warga,” kata salah satu peserta aksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Latest Update – Sementara itu, berbagai kelompok masyarakat dan organisasi lain terus memantau perkembangan aksi tersebut. Beberapa warga menyatakan dukungan terhadap tuntutan massa, sementara ada pihak yang menilai aksi ini perlu disesuaikan dengan waktu yang lebih tepat untuk menghindari kemacetan. “Warga sekitar mengapresiasi keberanian peserta aksi, tetapi juga mengingatkan bahwa kegiatan serupa sebaiknya diadakan di waktu yang tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar Jalan Cikini Raya.

Gabung diskusi